Secret

Secret
20



Erga tidak memperhatikan ekspresi kedua orang itu.


Dia sibuk dengan pikirannya sendiri.


Mengingat kembali tentang pelatihan militer yang akan dijalankan minggu depan, dan melihat kembali rute yang diambil oleh kapal selam tersebut, Erga tertegun.


Waktunya sangat pas.


"Apakah Saudari Joana masih mengisolasi dirinya sendiri?" Tanya Erga tiba-tiba.


Mendengar nama Joana, Joan segera bereaksi, "Mengapa kamu menanyakannya? Apakah kamu membutuhkan bantuannya?"


Erga menganggukkan kepalanya, "Sedikit".


"Jika demikian, tidak perlu mencari dia, saya masih dapat membantumu dengan hal-hal kecil".


Erga menatap Joan dengan malas, "Saya menginginkan dia untuk mencetak beberapa laporan palsu yang berkaitan dengan penyakit. Apakah kamu yakin kamu dapat menanganinya, saudara?"


Joan segera melambaikan tangannya dengan panik, "Tidak.. tentu saja tidak. Joana adalah orang yang tepat dalam hal ini".


Bagaimana dia bisa mengerti hal-hal yang berkaitan dengan medis?


Memikirkan saja membuatnya sakit kepala, apa lagi mempelajarinya? Dia bisa gila jika diharuskan.


Melihat bagaimana Joan bereaksi, senyum simpul muncul dibibir Erga.


Dia tentu tahu mengapa Joan bereaksi demikian.


"Omong-omong, mengapa kamu memerlukan surat-surat tersebut?" Tanya Joan.


Erga bersandar malas disofa besar itu, melirik Joan, senyum muncul sekali lagi di bibirnya. Tidak seperti sebelumnya, senyumnya kali ini terlihat seperti mencemo'oh, "Universitas akan mengadakan Pelatihan Militer minggu depan. Saya hanya menggunakannya sebagai tameng".


Joan mengangguk pelan, kemudian mengerutkan keningnya, dia bertanya dengan bingung, "Bukankah kalian telah memulai pembelajaran kalian? Mengapa begitu terlambat?"


Erga mengangkat bahunya acuh.


Dia sama sekali tidak peduli dengan tujuan orang-orang tersebut. Biarkan mereka dengan bebas melakukan apapun yang mereka inginkan, selama itu tidak menyentuhnya dan orang-orangnya maka itu akan baik-baik saja.


Sebagai mantan anggota, tentu dia tahu bagaimana operasi orang-orang tersebut beroperasi.


Tapi bagaimana bisa adanya keterlambatan?


Itu belum pernah terjadi sebelumnya.


Memikirkan ini, mata Olivia mengkerut dalam tiba-tiba mengingat sesuatu.


"Sepertinya ini berkaitan dengan orang-orang dari atas". Ucapnya kemudian.


Erga dan Joan segera mendongak.


Jika itu masalahnya, maka akan ada sesuatu yang besar terjadi.


"Ini sama sekali tidak biasa". Ucap Joan mengelus dagunya sambil berpikir. "Setelah bertahun-tahun, mereka akhirnya bergerak juga, humpt".


"Sebenarnya itu bagus". Ucap Erga. Setelah diam beberapa saat, dia melanjutkan dengan perlahan, "Kedua belah pihak telah diam cukup lama. Tentu saja diamnya orang-orang itu untuk menciptakan gelombang besar ketika saatnya tiba. Itu adalah permainan mereka sejak lama. Tapi, jika orang-orang dari atas bergerak mendahului, maka tidak adanya kesempatan bagi orang-orang tersebut, dan mau tidak mau, mereka perlu keluar untuk menanganinya". Memikirkan ini, Erga tersenyum hingga matanya membentuk bulan sabit, "Ini membuka kesempatan bagi kita. Jadi mari kita menunggu dan menangkap hasil yang baik untuk di panen".


Tidak peduli metode apa yang digunakan oleh orang-orang dari atas.


Mereka telah bergandengan tangan dengan kemiliteran, metodenya pastilah luar biasa.


Tidak perlu di ragukan lagi.


Jika pria itu benar-benar bergerak, maka orang-orang tersebut akan kewalahan untuk melawannya. Bagaimanapun Tim Falcon tidak bisa di anggap enteng.


Dan tentu saja dia hanya akan duduk dan menonton pertunjukan tersebut dengan senang hati.


Menggunakan tangan orang lain untuk berurusan dengan orang-orang tersebut adalah hal yang menyenangkan.


Betapa bagusnya ketika hanya duduk dan menerima hasil.


Tapi, jika memungkinkan dia pasti akan membantu mereka secara anonim.