Secret

Secret
21



Ketiga orang tersebut terus membahas hal-hal yang memungkinkan terjadi di masa depan hingga fajar menyingsing.


Tentu pembahasan itu menjadi momok yang bertujuan untuk menemani Erga.


Erga memiliki Insomnia yang cukup aneh.


Dikatakan aneh, sebab dia hanya akan mengalami Insomnia pada tanggal khusus. Tanggal dimana menjadi hari peringatan kematian kakeknya.


Setelah kematian kakeknya, dia mengalami trauma yang cukup parah. Saat itu dia baru berusia 10 tahun, dimana dia harus menyaksikan sendiri kematian kakek dan teman masa kecilnya yang dibunuh dengan sangat kejam.


Kematian kakeknya berdampak parah pada dirinya yang membuatnya menghilang selama lebih dari 5 tahun.


Saat itu, tidak ada yang tahu kemana dia pergi.


Setelah melaporkan pensiunan dini, Olivia bersama dengan suami yang masih menjadi kekasihnya saat itu, berusaha untuk mencarinya kemana-mana, hingga ke luar negeri. Namun, semua usaha yang mereka lakukan sia-sia.


Setelah lebih dari 5 tahun, Erga kembali dengan sendirinya.


Tidak ada yang tahu apa yang dia lakukan katika dia menghilang saat itu. Hanya ketika dia kembali, dia memberikan dokumen medis yang berkaitan catatan mental miliknya.


Sejak saat itu, mereka berpikir bahwa dia pergi untuk memulihkan mentalitasnya yang rusak, itu menjadi alasan utama mereka begitu memperhatikannya secara bergantian ketika tanggal peringatan itu tiba.


Tetapi karena itu mereka akhirnya mulai menyadari kemampuan Erga satu per satu.


Awalnya, organisasi yang dimilikinya saat ini sebelumnya merupakan milik kakeknya.


Tidak ada yang tahu bahwa organisasi yang paling ditakuti itu dibentuk oleh kakeknya sendiri.


Organisasi itu sendiri melakukan beberapa hal seperti memperjual-belikan berbagai informasi, penelitian medis, penelitian perkembangan teknologi, serta pasar saham internasional.


Mereka seperti Mata Dewa yang dapat melihat bahkan melalui celah sekecil apapun itu.


Dalam hal ini, siapa yang berani memprovokasi orang-orang dari organisasi yang tersebut?


Sebabnya orang-orang sering menyebutkan mereka sebagai Hell Brain. Mereka mengatakan istilahnya sendiri dikarnakan organisasi tersebut berisikan orang-orang dengan IQ yang tidak biasa.


Namun, setelah kematian kakeknya dan menghilangnya dia selama lebih dari 5 tahun, organisasi tersebut berhenti beroperasi yang menyebabkan kekuatan otoritas mereka mulai tenggelam perlahan-lahan hingga saat ini.


Semua orang berpikir bahwa organisasi tersebut telah dibubarkan.


Tapi tidak ada yang tahu bahwa organisasi tersebut kembali beroperasi setelah kembalinya dia saat itu, itu dikarnakan mereka yang hanya akan beroperasi dalam bayangan.


Itu sebabnya dia menyebut organisasi tersebut "Silhouette"


Erga memiliki kelas pagi ini.


Dia kembali ke kamarnya, kemudian bersiap-siap.


Meski tidak tidur dan meminum banyak alkohol tadi malam, itu sama sekali tidak mempengaruhi semangatnya.


Olivia, Joan dan Erga kini duduk di meja makan sambil menyantap hidangan yang telah disiapkan.


Memasukan sepotong sayur dimulutnya, "Bibi, kemana kamu akan pergi setelah ini?"


Olivia telah selesai dengan makanannya, mendengar pertanyaan Erga, dia tidak terburu-buru untuk menjawab. Meminum segelas air putih kemudian menyeka mulutnya menggunakan tisu dengan lembut, dia berkata perlahan, "Seperti yang kamu katakan, jika memang rutenya sesuai, maka saya hanya akan kembali ke Ibukota dan mempersiapkan beberapa hal yang diperlukan". Meletakan tisunya dengan elegan, dia menatap Erga dengan senyum, "Apakah kamu memiliki rencana untuk pergi ke Ibukota?"


Kemampuan Erga pada komputasi tidak perlu diragukan lagi. Dia dapat menembus pengahalang dari manapun dia berada.


Itu sebabnya dia jarang pergi ke Ibukota. Selain itu, dia juga memiliki beberapa hal yang membekas di Ibukota yang membuatnya sulit untuk menetap.


"En". Erga menganggukan kepalanya pelan.


Meski dia tidak ingin pergi, dia tidak bisa menempatkan masalah pribadinya pada urusan bisnis besar seperti ini. Selain itu, dia akan sangat berperan penting dalam masalah ini. Tidak hanya itu saja, dia juga harus pergi untuk mengunjungi Ayah angkatnya, jika tidak, dengan sikap Ayah angkatnya yang seperti itu, dia mungkin akan membuat Ibukota dalam masalah.


"Itu bagus".