Secret

Secret
15



Sudah jam 10 malam ketika Erga dan yang lainnya keluar dari tempat itu.


Semua pembayaran di tanggung oleh Julian.


Awalnya, Erga menolak. Karna bagaimanapun dia harus menepati janjinya.


Namun, dia di yakinkan oleh Julian yang mengatakan 'Tidak apa-apa. Anggap saja sebagai hadiah pertemuan pertama kita. Kamu dapat mentraktir kami lain kali'.


Pada akhirnya Erga menyerah di bawah anggukan persetujuan Keysha.


"Dimana kamu tinggal? Biarkan kami mengantarmu kembali". Ucap Keysha


'Eh..'


Terkejut.


Erga menoleh, "Tidak perlu".


Menggelengkan kepalanya, "Bagaimana bisa? Kamu seorang gadis". Ucap Julian. "Kami akan mengantarkanmu kembali".


Seolah tidak diberi kesempatan, Erga pada akhirnya setuju.


Dia tidak tahu. Kenapa dengan mereka sulit sekali baginya untuk menolak.


Meraih kunci mobil ditangan Erga, Jonathan berkata dengan ringan, "Masuk!"


Erga terdiam.


Meski sikapnya tidak berubah, dia masih merasa aneh.


Tidak hanya dia. Bahkan Keysha, Julian, Andy dan Daniel juga terdiam.


Mereka tertegun dengan tindakan Jonathan yang tiba-tiba.


Bagaimanapun, mereka adalah yang paling jelas dengan tempramen Jonathan.


Namun, diamnya Keysha segera berubah, senyum tipis muncul di bibir cerrynya.


"Baiklah. Ayo, kita juga harus bergegas".


Ucapan Keysha menyadarkan Julian dan dua lainnya.


Dengan langkah yang kaku, Julian dan dua lainnya segera masuk mobil masing-masing.


Di mobil.


Jonathan mengemudi dengan kecepatan sedang.


Setelah keluar dari persimpangan Club A'K tersebut, dia bertanya, "Kemana harus pergi?"


Erga diam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab, "Arah utara, lurus saja".


Erga sama sekali tidak punya pilihan lain.


Pada akhirnya dia hanya bisa memberikan alamat Villa tempat dia tinggal saat ini.


Memikirkan ini, dia merutuki dirinya sendiri dalam diam.


Ketika Kakeknya masih hidup, Kakeknya akan selalu menawarkan berbagai properti di tengah Kota untuk ditempatinya.


Namun, karna dia sama sekali tidak tertarik, segala penawaran yang diberikan Kakeknya sia-sia.


Setelah lama bergaul dengannya, barulah Kakeknya menyadari bagaimana dia sebenarnya. Dengan demikian, Kakeknya memutuskan untuk mendesain dan membuatkan Villa di pinggiran Kota bagian utara untuknya.


Dengan tempramennya, Kakeknya juga mendirikan berbagai hal yang dia minati.


Meski Villa tersebut terlihat sederhana bagi orang-orang, bagi dia, Villa tersebut tidak sesederhana kerlihatannya.


Tentu saja Villa yang di desain oleh Kakeknya adalah yang paling luar biasa.


Seharusnya dia menerima segala tawaran Kakeknya. Dengan begitu dia tidak perlu berpikir banyak ketika hal seperti ini terjadi.


Tapi, mau bagaimana lagi!


Dia sendiri tidak menyangka bahwa akan ada hari ini.


Menatap jalanan, Jonathan menaikan alisnya.


Tentu dia tahu tempat seperti apa yang mereka datangi.


Dia telah melakukan banyak misi yang mengharuskan dirinya untuk melewati tempat itu.


Dia hanya tidak berpikir bahwa Villa tunggal yang berada diperbukitan kota bagian utara tersebut milik gadis kecil ini.


Bagaimana dia bisa hidup sendirian ditempat yang begitu jauh?


Pikirannya dalam, namun dia masih mengendarai mobil dengan tenang dan tidak bertanya lebih jauh.


Di bagian belakang, tidak hanya Julian. Bahkan Andy dan Daniel mengerutkan kening mereka masing-masing.


"Kenapa ke arah utara?" Ucap Julian dengan kebingungan.


Sebagai anggota satu tim dengan Jonathan tentu mereka tahu tempat-tempat seperti itu.


Berbeda dengan Keysha yang sama sekali tidak tahu apapun.


"Ada masalah?" Tanya Keysha tidak mengerti.


"Tentu". Ketus Julian. "Arah ini menuju perbukitan bagian utara".


"Eh.. bukankah itu tidak apa-apa?" Ucap Keysha sambil mengedipkan matanya polos.


Meliriknya, Andy berkata dengan ringan, "Disana tidak ada apa-apa selain hutan. Selain itu, hanya ada satu ..." ucapannya terhenti.


Dia mengerutkan keningnya.


"Jangan bilang satu-satunya Villa ditempat itu adalah miliknya!" Teriak Julian tidak percaya.


'Bagaimana bisa?'


Mereka sangat jelas dengan Villa tersebut.


Selain desainnya yang sederhana namun elegan, Villa tersebut terlihat sangat nyaman untuk ditempati.


Selain itu, ada beberapa hal yang sangat mengagumkan dari tempat tersebut.


Seperti beberapa teknologi canggih yang ada disekitar Villa tersebut.


Meski mereka sering melewati Villa tersebut, mereka tidak bisa tidak mengaguminya.


"Apa masalahnya? Dengan tempramennya yang seperti itu, aku pikir tempat itu memang cocok untuknya". Ucap Keysha ringan.


Meliriknya, Julian dan dua lainnya tidak mengatakan apapun.


'Apa masalahnya?'


Kalimat itu benar-benar menjengkelkan untuk didengar.


Bagaimana bisa seorang gadis tinggal ditempat itu sendirian?


Selain itu, bagaimana hingga dia bisa mendapatkan hal-hal luar biasa yang bahkan tidak dipasarkan?


Itu sangat aneh.


Siapa sebenarnya gadis itu?