
Keysha dan Erga kembali berbicara dan mengabaikan Jonathan dari awal hingga akhir.
Meski Erga kadang memainkan ponselnya, dia terus mendengar apa yang di katakan oleh Keysha dan membalasnya kadang-kadang.
10 menit kemudian, pintu di dorong terbuka.
Keysha segera mendongak
"Saudara, kalian akhirnya tiba. Kami berencana akan kembali setelah beberapa saat". Ucap Keysha dengan sedikit bercanda.
Tersenyum, pria pertama yang masuk tersebut berkata, "Beberapa hal yang terjadi tadi sepertinya tidak sesederhana itu. Sepertinya ..."
Dia berhenti ketika dia melihat Erga.
Hal-hal seperti pekerjaan mereka terkadang tidak mereka sembunyikan dari Keysha.
Tapi untuk Erga. Itu adalah hal yang berbeda.
"Kamu pasti Erga". Ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada Erga. "Saya Julian". Lanjutnya.
Ponsel ditangannya segera dia sisikan, menerima uluran tangan Julian Erga menganggukan kepalanya, "Erga". Ucapnya singkat.
"Oh ... yang disisi saya namanya Andy". Ucap Julian sambil menunjukan Andy, kemudian mengganti arah pada pria yang kini duduk di dekat Jonathan, "Dan dia Daniel".
"Hallo". Ucap Erga sopan.
Kedua orang yang disebutkan namanya mengangguk pelan pada Erga.
Andy dan Julian segera mencari tempat duduk yang nyaman dan mulai berdiskusi dengan suara pelan.
"Saudara, tidakkah kalian akan memesan minuman? Kalian tidak datang untuk bekerja, kan?" Ucap Keysha membuat keempat pria tersebut diam.
Melihat reaksi keempat orang tersebut. Erga menaikkan alisnya pelan.
"Baiklah-baiklah. Kami akan memesan. Apa yang kalian inginkan?" Ucap Julian.
Meski hanya beberapa menit, namun Erga dapat merasakan bahwa dia adalah yang paling mudah bergaul dari tiga lainnya.
Erga tidak peduli bagaimana sikap tiga lainnya. Toh, itu sama sekali tidak mempengaruhinya.
Ponsel yang telah dia sisikan bergetar.
Gelembung obrolan terlihat.
Dapat dilihat dengan jelas bahwa orang yang mengiriminya pesan bernama "Li"
Dibawah tatapan orang-orang, Erga mengambil ponselnya perlahan, menyandarkan kepalanya, dia kemudian membuka gelembung obrolan tersebut.
[Li: kapan kamu akan kembali?]
Belum sempat untuk membalasnya, ponselnya kembali bergetar.
Itu dari orang yang sama.
[Li: lelaki tua itu akan membalikan tempat ini jika kamu tidak segera kembali :(...]
Dia merasa cukup tertekan dengan kalimat terkhir tersebut.
Ini benar-benar merepotkan.
"Ada apa?" Tanya Keysha
Mendongak, "Tidak apa-apa". Jawab Erga.
Melihat bahwa itu hal yang wajar, Andy dan Daniel segera membahas kembali hal-hal yang tertunda.
Melihat sikap keduanya, Julian segera berkata, "Jangan pedulikan mereka. Mereka memang seperti itu". Hiburnya.
Erga hanya tersenyum tipis mendengarnya.
Tidak ada dari mereka yang menyaksikan tatapan kompleks Jonathan pada Erga.
Tidak tahu apa yang dipikirkannya..
Mengetuk jari dipahanya dengan perlahan, dia tengah memikirkan apa yang harus dia katakan agar lelaki tua itu tidak melakukan apapun.
Bagaimanapun dia yang paling jelas dengan watak lelaki tua itu.
"Eh.. kenapa baru sekarang?"
Perkataan Keysha menarik kembali pikiran Erga.
Menoleh, "Apa?" Tanya Erga.
"Orang-orang tengah ribut di Forum mengenai pelatihan militer".
Menaikan alisnya, "Pelatihan militer?"
"Ya. Tidak tahu apakah informasi ini valid atau tidak. Bagaimanapun, kita telah memulai pelajaran kita". Ucap Keysha sambil mengedikkan bahunya.
"Itu benar". Mendengar keraguan keduanya, Julian segera membenarkan informasi tersebut.
Melihat Julian, Keysha menaikan alisnya, "Katakan sekali lagi, saudara Lian".
"Aku berkata, informasi itu benar adanya". Ucap Julian perlahan.
"Lalu, bagaimana bisa begitu terlambat?" Tanya Keysha.
"Itu karna ada beberapa hal yang membuat kami harus menundanya".
Keysha mengangguk dalam diam.
Mendengar percakapan keduanya, Erga dapat menyimpulkan bahwa Keysha cukup akrab dengan kinerja mereka. Selain itu, pelatihan militer ini tidak sesederhana kelihatannya.
Melihat Keysha, Erga bertanya, "Kapan dimulai?"
"Minggu depan". Jawab Keysha.
Menganggukkan kepalanya pelan, Erga menatap lama layar ponsel sebelum akhirnya mengirim beberapa kata.