Secret

Secret
Part 30



Jam berjalan dengan cepat sore ini. Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Acara di cafe pun juga akan segera berakhir.


"Wah wah!! Ternyata kita sudah berada dipenghujung acara guyss! Gimana acaranya? Seru gak? Seru dong pastinya! Disini gue mau ngucapin terima kasih buat semuanya yang udah nonton dan ngikutin acara ini sampai selesai. Kita bisa have fun bareng malam ini guys!" Ucap pembawa acara laki-laki yang dijawab dengan sorakan dari orang-orang.


"Dipenghujung acara malam ini, ada si manis yang bakal nyanyi, dong!! Duh, siapa tuh si manis ya?!! Pasti udah pada tau dong. Langsung aja kita panggil, Titania" lanjut pembawa acara itu. Setelahnya pembawa acara itu turun dan digantikan oleh gadis cantik.


"Hai, semuanya!" Sapa Tania dengan senyum manisnya. Semua bersorak menjawab sapaan Tania.


"Pertama, aku mau bilang terima kasih buat semuanya yang udah nonton. Makasih juga udah mau dengerin suara kami semua yang ada disini. Thanks all" lanjut Tania sambil memberikan sarangheo pada penonton dan dibalas dengan sorakan yang lebih meriah.


"Sebagai penutup acara malam ini, aku mau nyanyi salah satu lagu favorit aku. Lagu ini ngena banget di aku dan dari awal rilis aku udah jatuh cinta banget sama lagu ini. Aku harap kalian juga suka sama lagu ini. Ajarkan aku" ucap Tania lalu musik yang mengiringinya mulai mengalun. Terdengar begitu indah nan sendu.


Semua yang ku mau, hanya sedikit waktumu, untukku


Hanya satu pesan singkat, Sedang apa dirimu?


Tania melihat kearah seseorang yang berdiri sambil menggendong seorang anak kecil.


Awal pertemuan kau sangat peka padaku, dan itu dulu


Rasa yang terlanjur dalam, kau buatku semakin bodoh


Tania ingat, masa-masa kebersamaanya dengan Arsen, laki-laki yang sekarang berdiri tak jauh darinya. Ia masih bisa melihat laki-laki yang berdiri diantara orang-orang yang sedang menikmati acara ini.


Oh mengapa harus kulihat kau dengan dirinya


Terluka tapi tak berdarah


Tania ingat hari itu. Hari dimana semua yang ia rancang bersama Arsen hancur seketika karena wanita lain.


Ajarkan aku cara tuk melupakanmu


Bila membencimu tak pernah cukup tuk hilangkan kamu


Dulu Tania berusaha untuk melupakan Arsen namun takdir membuatnya bertemu kembali dengan Arsen


Ajarkan aku, sebelum merusak kedalam-dalamnya


Sebelum aku trauma mencintai sosok yang baru lagi


Tania melihat Arsen yang kini menatapnya. Rasanya ia tak mau memulai hubungan baru lagi ketika mengingat masa-masa bersama Arsen dulu.


Awal pertemuan kau sangat peka padaku, dan itu dulu


Rasa yang terlanjur dalam, kau buatku semakin bodoh


Oh mengapa harus kulihat kau dengan dirinya


Terluka tapi tak berdarah


Tania tak menyangka setelah hari itu, dirinya masih bisa bertemu dengan Arsen.


Ajarkan aku cara tuk melupakanmu


Bila membencimu tak pernah cukup 'tuk hilangkan kamu


Ajarkan aku, sebelum merusak kedalam-dalamnya


Sebelum aku trauma mencintai sosok yang baru lagi


Tania tersenyum begitu lagunya selesai. Ia tak menyangka, menyanyikan lagu yang menggambarkan perasaannya ini di depan orang yang ia maksud. Malam ini, Tania tak tau bagaimana mengungkapkan perasaannya sekarang. Ia bahagia, tapi juga sedih.


Tepukan tangan menjadi penutup acara malam ini. Leo yang melihat penampilan Tania ikut bertepuk tangan dengan semangatnya.


Arsen melihat Leo yang masih berada di gendongannya.


"Leo laper gak?" Tanya Arsen yang dijawab anggukan cepat oleh Leo.


"Kita makan dulu, ya" ucap Arsen sambil membawa Leo ke meja yang tadi ia pesan. Untung saja meja itu masih kosong.


Arsen menurunkan Leo di kursi dekat jendela.


"Leo mau makan apa?" Tanya Arsen yang membuat Leo berpikir.


"Nasi goreng, mau?" Tawar Arsen yang dijawab anggukan oleh Leo.


"Mau pake ayam apa telur?"


"Ayam!!" Jawab Leo dengan girangnya. Arsen yang melihat itu jadi tersenyum.


Arsen melihat sekitarnya. Tak ada waiters yang biasanya melayani customer. Mungkin karena cafe malam ini ramai, jadi mereka sibuk di dapur.


"Leo, kakak pesen makan dulu ya. Kamu disini aja, jangan kemana-mana. Tunggu kak Arsen balik lagi, oke?!" Ucap Arsen yang diangguki patuh oleh Leo.


Arsen mengelus kepala Leo sebelum dirinya pergi untuk memesan makanan.


Leo yang ditinggal sendiri melihat sekelilingnya. Tak sengaja dirinya melihat Tania yang berjalan dari arah panggung. Sontak Leo memanggilnya.


"Kak Tantan!!" Teriak Leo yang membuat Tania menoleh. Tania tersenyum melihat siapa yang memanggilnya.


Tania berjalan menghampiri Leo dengan senyuman. Ia duduk di kursi samping Leo.


"Leo sendirian?" Tanya Tania yang tak melihat siapa pun di dekat Leo.


Leo menggeleng sambil menjawab, "Leo sama kak Sensen"


Tania mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Leo. Apa Leo memanggil Arsen dengan sebutan Sensen?


Baru Tania akan menanyakan siapa Sensen itu pada Leo, suara seseorang menghentikan niatnya.


"Tania" ucap Arsen yang baru kembali dari memesan makanan.


"Maaf ya, kak Arsen ninggalin Leo lama" ucap Arsen pada Leo.


"Enggak kok. Leo ditemenin sama kak Tantan" jawab Leo sambil menunjukkan deretan giginya.


Arsen melihat Tania yang tersenyum pada Leo. Senyuman yang masih sama seperti dulu, manis.


"Kak, boleh minta foto?" Tanya seseorang yang baru datang menghampiri Tania.


Tania mengangguk lalu berdiri meladeni mereka yang ingin berfoto.


Leo yang melihat Tania berfoto mengernyitkan dahinya.


"Kak Sensen. Itu kak Tantan ngapain?" Tanya Leo yang melihat Tania berpose bersama dua orang yang tak Leo kenal.


"Kak Tantan lagi foto" jawab Arsen sambil melihat Tania sekilas. Ia tak menyangka Tania mempunyai penggemar sekarang.


Dulu, Arsen selalu mendorong Tania agar bisa menjadi penyanyi. Tapi Tania selalu menolak dengan alasan tak pede pada suaranya. Dan sekarang, Arsen melihat Tania sudah mempunyai penggemar. Itu tandanya Tania sudah bekerja keras mengalahkan ketidakpedeannya.


Begitu orang yang mengajak Tania pergi, Tania kembali duduk di kursinya.


"Kak Tantan, Leo juga mau dong" ucap Leo yang mendapat kernyitan bingung dari Tania.


"Mau apa, Leo?"


"Mau foto" jawab Leo dengan ekspresi gemasnya. Tania tersenyum begitu tau maksud Leo. Ia pun mengeluarkan ponselnya.


"Oohh..  Leo mau foto? Yaudah yuk, foto sama kak Tania" ucap Tania sambil mengarahkan ponselnya untuk berfoto bersama Leo.


"Satu, dua, tiga.." Ucap Tania sambil tersenyum menghadap kamera handphone nya.


Cekrek


"Lagi-lagi" ucap Leo dengan girangnya.


"Yaudah, yuk lagi" Tania kembali menghitung sambil tersenyum pada kamera.


"Kak Sensen, ayok ikut foto" ajak Leo yang membuat pandangan Tania dan Arsen bertemu.


Arsen mendekat untuk ikut berfoto. Satu jepretan yang mereka dapat untuk mengabadikan momen hari ini. Jelas Arsen tak bisa menyembunyikan senyumannya. Ia bahagia, sangat bahagia.


"Tania!" Panggil seseorang yang membuat Tania menoleh pada sumber suara. Orang itu menyuruh Tania mendekat dengan gerakan tangannya. Tania pun mengangguk.


"Leo, kak Tania pergi dulu ya" ucap Tania pada Leo yang berada disampingnya.


"Leo mau lihat fotonya, kak" pinta Leo pada Tania. Tania yang mendengar itu pun terdiam sebentar. Ia harus pergi menemui timnya tapi Leo ingin melihat hasil foto mereka.


"Nanti dulu ya. Kak Tania pergi dulu. Nanti kakak balik lagi" ucap Tania lembut.


Leo memanyunkan bibirnya. Ia ingin melihat foto dirinya.


"Leo, nanti kak Tania balik lagi kok. Nanti kita lihat fotonya bareng-bareng" sahut Arsen yang melihat Tania bingung memberi pengertian pada Leo.


"Tapi Leo mau lihat" Tania yang mendengar permintaan Leo pun akhirnya mengiyakan.


"Yaudah, Leo lihat fotonya ya sama kak Sensen. Kak Tania pergi dulu. Nanti kakak balik lagi" ucap Tania sambil menyerahkan handphone nya pada Leo. Leo mengangguk girang begitu benda itu diberikan padanya.


"Nitip, ya" ucap Tania sebelum pergi yang diangguki oleh Arsen.


"Kak Sensen. Kok fotonya gak ada" ucap Leo sambil menunjukkan handphone Tania yang masih menampilkan layar utama.


"Coba sini kak Arsen lihat" Leo menyerahkan handphone yang dipegangnya pada Arsen.


Arsen membuka menu album di handphone Tania. Ternyata dikunci. Ia tak mungkin mengasal untuk membuka kuncinya. Ia takut Tania marah karena dirinya yang lancang membuka albumnya.


"Mana kak Sensen?" Arsen melihat Leo yang sudah menunggunya. Arsen pun membuka aplikasi instagram milik Tania untuk memperlihatkan hasil foto tadi.


Arsen menyerahkan handphone Tania pada Leo. Leo melihat foto yang berisi dirinya, Arsen dan Tania.


Arsen melihat apa yang dipencet oleh Leo. Takutnya anak itu memencet sembarangan.


"Leo itu ja-" ucapan Arsen berhenti begitu Leo sudah memencet tombol posting.


Yap, foto itu terposting di instagram Tania.


"Kok hilang fotonya, kak?" Tanya Leo saat dirinya tak melihat fotonya lagi.


"Eh sudah muncul lagi" Arsen bingung sekarang. Ia tak enak jika Tania tau kalau fotonya terposting.


"Leo udah lihat fotonya?" Tanya Tania begitu dirinya kembali.


Leo mengangguk sambil menyerahkan handphone Tania.


"Makasih kak Tantan" ucap Leo dengan deretan giginya.


Tania melihat handphone nya langsung terdiam. Fotonya bersama Leo dan Arsen terposting. Apa Leo yang mempostingnya?


"Sorry ya, Na. Aku tadi mau lihatin fotonya di galeri kamu tapi ternyata dikunci. Jadi aku buka di instagram, eh malah keposting sama Leo. Sorry ya, Na" ucap Arsen saat Tania terdiam melihat handphonenya.


Tania mengangguk sambil tersenyum. "Iya, gak papa kok"


"Kamu kalo mau hapus, hapus aja" Tania mengangguk mendengar ucapan Arsen. Arsen jadi merasa bersalah karena tak menjaga Leo dengan baik. Kalau dirinya memperhatikan Leo dengan seksama, Leo takkan sampai memposting foto itu.


Leo mengajak Tania bercerita banyak hal. Arsen yang melihat itu jadi ikut tersenyum. Bahagia sekali melihat Tania dan Leo tersenyum.


Disisi lain, seorang gadis dengan kaos pendek berwarna putih serta celana jeans dengan tas selempang hitam sedang berada di taman dekat mall.


Ia sesekali melihat jam tangannya. Entah sudah berapa lama ia disini untuk menunggu seseorang. Ia ingin pulang, tapi takutnya orang yang ditunggunya datang. Mungkin ia harus bersabar untuk menunggu lagi.


To be continued....