REANO

REANO
chapter 8



"Ket, maafin gue." Rengek seseorang tersebut.


"....." Sedangkan yang dimaksud tak bergeming.


"Maafffinn dong, kan udah gue beliin es krim cokelat." Pria tersebut tak henti-hentinya merengek, bahkan sampai menarik-narik lengan baju Chaterine.


Chaterine berusaha keras untuk tidak tertawa melihat wajah memohon pria di sebelahnya ini. Ekspresi itu sangat lucu bagi Chaterine. Sebenarnya Chaterine sudah tidak marah lagi dan sudah memaafkan pria tersebut, tapi ia ingin mengerjai pria itu saat ini. Hitung-hitung sebagai tindakan balas dendam.


"Hmmm" kini Chaterine merespon dengan deheman.


"Hmmm apaan?" Tanya pria itu.


"Iya. Gue maafin." Jelas Chaterine.


"Serius."


"Duarius."


"Yeey...! Gue di maafin. Yuhuyy...!" Pria itu berjingkrak-jingkrak kegirangan. Dasar bocah.


"Udah happy-happy nya?" Tanya Chaterine.


"Udah dong Alexayang."


Flashback on


Chaterine memutar badannya kebelakang. "Aaaaaa! Hantu!"Teriak gadis itu ketakutan melihat sosok mirip manusia tetapi dengan mata yang sepenuhnya putih, dan jangan lupakan mulut yang menganga lebar.


Chaterine menutup wajahnya ketakutan dengan kedua tangannya.


Dan tiba-tiba, sebuah tangan memegang pergelangan tangannya, dan...


"ALEXAYANG!" Teriak sosok tersebut sambil menarik tangan Chaterine hingga wajah Chaterine kelihatan.


Sedangkan Chaterine, ia masih ketakutan dan enggan untuk membuka matanya.


"Ket." Ucap sosok tersebut tetapi tidak di tanggapi Chaterine.


"Alexayang, matanya di buka dong." Hasilnya sama. Chaterine tidak mau membuka matanya.


"Ket, ini gue Reano, masa depan lo." Ujar Reano kepedean.


Mata Chaterine perlahan terbuka. Dan kini diri nya dapat dengan jelas melihat siapa sosok yang mengagetkannya tadi.


Betul! Five clap buat kalian yang jawab Reano.


Reano tadinya tengah lari sore, tapi karena haus ia lewat mini market terlebih dahulu. Didalam mini market, pria itu melihat Chaterine tengah berada di kasir. 


Ide mengerjai Chaterine pun terlintas dalam otaknya. Bagi Reano, sangat tidak baik jika menyia-nyiakan ide yang muncul. Jadi, prinsip Reano \= menggunakan setiap ide yang muncul. Baik atau buruk tidak masalah.


Plakk...


Chaterine menimpuk kepala Reano dengan cemilan yang baru ia beli. Tidak peduli jika isi Cemilannya rusak, Chaterine tetap memukulkannya pada Reano. Yang ada di otaknya saat ini adalah bagaimana cara agar ia dapat meluapkan segala kekesalannya.


"Aduhhh, sakit Alexayang." Reano meringis kesakitan, tapi pria itu masih sempat-sempatnya menggoda Chaterine.


"Biarin sakit! Gue gak peduli." Chaterine masih tetap dengan aktivitasnya, memukuli Reano.


"Iya...Iya... Gue salah. Maafin gue."


Chaterine berhenti memukuli Reano lalu menatap pria itu tajam.


"Udah di maafin, kan?" Tanya Reano memastikan.


Sedangkan Chaterine, gadis itu tak menjawabnya.


"gini aja deh. Biar belanjaan lo gue yang bayar." Reano hendak mengambil dompetnya dari saku tapi langung di tolak Chaterine.


"Gak usah!" Ketus Chaterine seraya menyodorkan uang seratus ribu pada penjaga kasir yang sedari tadi memperhatikan pertengkaran dua remaja itu. "Kembaliannya ambil saja, kak."


Chaterine lalu keluar mini market dengan langkah lebar sambil membawa plastik belanjaannya.


"Yahh... Gue ditinggal."


"Sama saya aja, mas." Ucap penjaga kasir dengan nada genit.


Reano hanya tersenyum menanggapi modusan si penjaga kasir genit itu. Sebenarnya di dalam hati, Reano sudah berteriak-teriak tak karuan karena jijik.


"Nih kak." Reano menyodorkan uang tiga puluh ribu pada penjaga kasir, lalu membawa pergi air mineral dan es krim cokelat yang pria itu beli.


Flashback off


"Gue pulang dulu." Chaterine berdiri dari duduknya berniat meninggalkan tempat itu, karena gadis itu sudah muak dengan teriakan heboh dari bayi lumba-lumba di sebelahnya ini.


"Yaelah... ditinggal lagi gue." Sedih Reano. "Yaudah, hati-hati di jalan. Jangan sampai diculik. Nanti kalau lo di culik, gue nikah sama siapa?" Ujar Pria itu dengan wajah genitnya.


"Gausah halu." Setelah mengatakan hal itu, Chaterine langsung melangkahkan kakinya ke rumah.


*****


Hari sudah larut, dan Chaterine masih belum terlelap. Segala posisi tidur telah gadis itu coba, tetapi semuanya tidak bisa membuat matanya terpejam. Bahkan Chaterine semakin segar saja.


"Aaahh... Gak bisa tidurrr. Bosann." Chaterine berdecak kesal sambil menendang selimut dan gulingnya sembarang arah.


Untuk menghilangkan kegabutan tersebut, Chaterine memutuskan untuk melihat notif dari sahabatnya.


Gebrakan hari raya


Kristinimoet


Njirr.


Siapa yang ganti nama grup.


Chelsyclaudy


Gak nyambung grup name nya.


Lalysekse


(2)


Siskahigh


(3)


Lexagula


(4)


Ayussss


(5)


Aditbohay


Chelsyclaudy


Ngapain ngikut-ngikut gue.


Siskahigh


Pelit amat mbak


Chelsyclaudy


Serah dahh, serah


Rakagans


Siapa yang ganti, woy


Netterung


Gue yang ganti.


Hugosnack


Gak elit amat namanya njirr


Nuelele


(2)


Reanoguanteng


(3)


Kerismen


(4)


Lexagula


Eeh, si kutil nongol


Reanoguanteng


Judes amat masa depan


Reanoguanteng


Jadi tambah sayang


Lexagula


Gini nih, kalau anak orang


Keseringan minum obat nyamuk.


Banyak halu nya.


Reanoguanteng


Gue gak sering amat minum obat nyamuk, dua kali seminggu doang, buat nambah stamina.


Rakagans


Seriously


Reanoguanteng


Ya gak, lah


Kristinimoet


Kirain


Hugosnack


Kalian pernah mikir gak, kok obat nyamuk tuh di namain 'obat nyamuk'.


Nuelele


Benar juga, ya. Padahal obat nyamuk buat bunuh nyamuk.


Aditbohay


Harusnya di namain 'semburan pembunuh nyamuk'


Netterung


Ambigu gue baca 'semburan'


Lexagula


Dasar mesum


Reanoguanteng


Emang lo mikirnya apaan.


Reanoguanteng


Gue aja gak mikir ke situ


Lexagula


Apaan sih


Ayussss


Yeee, Chaterine kecil gue udah besar aja.


Ayussss


Udah bisa mikir ke situ-situ


Lexagula


Ihh, gak.


Chaterine mematikan ponselnya karena kesal, sebenarnya gadis itu juga sudah merasa ngantuk.


Chaterine memunguti selimut dan guling yang ia tendang tadi lalu tidur dengan lelap ditemani guling kesayangannya.