
“Yaudah, saya sama Ivan mau pulang dulu yah tante, bang.” Pamit Reano kala jarum jam berlabuh di angka delapan, atau pukul 20.00.
“Lain kali main lagi ya, Ivan nya juga di bawa.” Ucap Lena ramah.
“Dadah nenek.” Ucap Ivan melambaikan tangan. Memang tadi Lena meminta Ivan untuk memanggilnya nenek, walau baru bertemu tapi wanita paruh bayah tersebut sudah menganggap Ivan sebagai cucunya sendiri.
“Dadah sayang. Lain kali main kesini lagi ya.” Ucap Lena ramah kemudian mengecup pipi Ivan.
“Papay kak Chaterine, papay kak Nathan.” Pamit anak tersebut sebelum masuk kedalam mobil.
Mobil melaju meninggalkan Lena, Nathan dan Chaterine yang berdiri di luar rumah.
“Huffttt... mama pengen cepat punya cucu beneran.” Ucap wanita paruh baya tersebut sambil menyenggol bahu Chaterine.
Chaterine terkejut bukan main. “Astaga bunda, minta abang Nathan buatin aja, jangan Chaterine.” Tolak gadis itu menjauh dari ibunya. Sang ibu hanya bisa tertawa.
“Bunda mau cucu kah? Nathan buat cucu boleh berarti. Hihihi.”
Lena menatap Nathan datar, lalu tangannya yang masih lincah mencubit kuat perut anaknya itu. “Astaga sakit bun!” kesal Nathan.
“Sekolah yang bener dulu, cucunya belakangan aja.” Ucap Lena singkat lalu berjalan masuk kerumah diikuti Chaterine di belakangnya. Tak lupa Chaterine memeletkan lidah saat melewati abangnya itu.
“Lah, salah gw apaan coba? Tadi minta cucu, pas ditawarin malah gk mau.” Monolog Pria tersebut bingung. “Au ah.”
*****
CHATERINE POV
“Hufft. Gabut.” Monolog gw kala rasa bosan mulai menjalar.
Gw kemudian melemparkan diri ke atas ranjang lalu berguling-guling tak jelas seperti biasanya. Capek berguling-guling, gw lalu mengambil ponsel berwarna soft purple di atas nakas disebelah ranjang.
“Anjir, nih grup rame amat.” Kaget gw setelah melihat jumlah notif grup yang menembus angka 2k.
GEBRAKAN HARI RAYA
Lexagula
Bjir, ini grup rame amat. Ada gosip baru kah?!
Ayusss
Bwahahaha, tau gk lo😂🤣
Lexagula
Ga tau_-
Aditbohay
Fotonya pak Hendara yang waktu itu, di posting Krisman di Instagram sekolah pake akun fake🤣🤣🤣
Nuelele
Lucunya, sekarang pihak sekolah malah nuduh kelas lain yang post gambarnya.
Lexagula
Astaga, gadak akhlak kalian. HAHAHA
Rakagans
Hilih, lo juga ikut ketawa. Sama aja gadak akhlak
Lexagula
Bjir, akhlak gw lagi dipinjam orang, hahaha.
Hugosnack
Astaga kumat nih anak_-
Lexagula
Siapa?
Hugosnack
Lo
Lexagula
YANG NANYA ******! BWAHAHAHA!🤣😗😂
Reanoguanteng
BWAHAHAHA NGAKAK CUY🤣
Hugosnack
KAMPRET LO CHATERINE🔨⛏🪓
Ayusss
*****, tuh capslock pada jebol kah?😂
Rakagans
Keyboard gw laki, bukan cewe, ga bisa di jebolin. Bwahahaha😂
Aditbohay
Astaga, nih anak minta tikam🔪⚔🗡
Hugosnack
🧠✈
Lexagula
**** otak lu kemana tuh🤣
Reanoguanteng
Astaga otaknya traveling😂
Ayussss
Nuelele
Emang lu punya Markonah?🤔
Ayussss
Ga ada Jaenudin🤣
Rakagans
Hahahaha 😁
Lexagula
Bener- bener dah kalian. Perut gw sampai sakit astaga😚🤣
Aditbohay
Itulah untungnya sahabatan sama orang yang IQ rendah😎🥰
Reanoguanteng
Hilih😑🙄
AncelmusBless
@Semua orang Ingat besok ada tugas fisika dan sejarah yang harus di kumpul! Jadi semua harap bubar! Kerja tugas sono!📢📢
Rakagans
Tugas mulu ******. Gw kick lo yah💩
AncelmusBless
Disini gw cuman ngingatin😑
Reanoguanteng
Sesekali santuy napa🙄
Rakagans
Dah gw kick😎
Hugosnack
*****, kejam lo🤣
AncelmusBless join the group
Ayussss
Bwahahaha ngukuk cuy🤭
AncelmusBless
Kampret lo Raka👹
Rakagans
Bodoamat 🐷
Lexagula
Dahlah, gw off mau bocan🥱😪😴
Ayussss
Papay beb😘😊
Aditbohay
Papay cuyunk🥰😋
Lexagula
Sippp lop yu all.❤💨
Gw mengembalikan ponel ke atas nakas. Dengan perlahan mata gw tertutup perlahan, membawa ke alam mimpi.
Chaterine POV end
Pagi tiba, dan seperti pagi-pagi biasanya Alexa Chaterine bangun, mandi, kemudian sarapan.
“Jangan kesekolah hari ini dulu yah sayang. Mama masih khawatir sama kamu.” Ujar Lena dengan wajah memohon, berharap putrinya itu mengindahkan permintaannya. Jujur Lena sangat takut, bercampur sedih saat ibunya Reano menelponnya mengenai Chaterine perihal masalah dua hari yang lalu.
Anak perempuan itu mencium pipi ibunya. “Jangan khawatir bun, Chaterine bakalan jaga diri kali ini. Lagian kan ada bang Nathan juga.” Bujuk Chaterine agar diijinkan masuk sekolah.
Lena nampak berpikir. “Eumm, oke deh, bunda percaya sama kamu.” Akhirnya setelah membujuk sedari tadi, akhirnya ibunya setuju. “Nathan jagain adek kamu.” Ucap Lena kepada Nathan.
Nathan mengangkat tangan hormat. “SIAP KOMANDAN!”
“Yodah berangkat sana, nanti telat.” Ucap Lena mengingatkan.
“Hayuk bang.” Setelahnya Chaterine dan Jonathan meninggalkan ibunya dengan sejuta cemas yang masih tersimpan. Sebenarnya walau Lena setuju, tetap saja wanita itu merasa sangat khawatir dengan anaknya itu. Namanya juga seorang ibu, pasti sangat menyangi anaknya apapun yang terjadi.
15 menit diperjalanan akhirnya mengantarkan mereka kesekolah. Suara motor yang sedikit kacau, klakson yang tak menentu siapa pemiliknya, serta suara gaduh para siswa, itulah hal yang Chaterine suka dari sekolah. Senakal-nakalnya Chaterine di sekolah, tetap saja ada bagian dari hal tersebut yang membuatnya rindu.
Chaterine turun dari motor. “Gw duluan ya bang. Papay.” Pamit gadis itu berjalan meninggalkan Nathan yang masih terduduk diatas motor.
“Tungguin geblek! Entar bunda marah karna dikira ga jagain lu.” Teriak Nathan dari parkiran.
“BODOAMAT!”
Nathan menggeleng kepala tidak percaya. “Jir, gw serasa bukan abangnya aja.” Keluh pemuda tersebut.
Tanpa peduli apa yang terjadi, Chaterine dengan riang berjalan diantara ramainya siswa-siswi yang tengah berkumupul di corridor, ada yang bergosip, ada yang bercanda ria, perkelahian juga pasti
tidak luput dari pandangan Chaterine. Belasan kelas telah dilalui akhirnya sampai juga gadis itu di kelas tercintanya. “Semangat!” monolognya kala ingin masuk kedalam.
“Chaterine lo gak kenapa-napa?”-