
Langit berubah sepenuhnya menjadi hitam, senja tergantikan oleh gelapnya malam. Sekitar pukul tujuh malam Chaterine baru sampai di rumahnya sehabis makan dengan Reano. Chaterine berdiri manis di depan pintu rumah megahnya sembari melihat kepergian Reano. Memang setelah mengantar Chaterine Reano memutuskan untuk langsung pulang, padahal tadi Chaterine sudah mengajaknya untuk mampir sebentar tadi tapi di tolak pria satu itu.
Gemuruh suara motor dengan cepat menghilang dari pendengaran Chaterine. Saat akan masuk kedalam rumah, pandangan Chaterine teralihkan oleh sendal jepit yang di taruh di depan pintu nya. Sendal yang familiar pikir gadis itu, seperti tidak punya kerjaan saja Chaterine dengan polos mencoba mengingat-ngingat siapa pemilik sendal itu. Padahal jika ia sangat penasaran bisa saja ia langsung masuk kerumah dan melihat siapa pemiliknya. Sangat konyol memang, memilih cara rumit walau ada cara yang lebih mudah.
“Hmm.. punya siapa yah?” Chaterine menatap sendal itu intens. Otaknya berusaha mengingat siapa pemilik sendal itu.
Gadis itu tersentak kala sebuah nama terlintas di kepalanya. Segera ia berlari kedalam rumah tanpa peduli dengan
pintu yang terbuka begitu saja.
“Huwaaaaa! Bang Sat! Bang Sat! Where are you babangkyuh?!” Chaterine dengan girang berlarian kesana kemari mencari orang yang dimaksud, kaki kecilnya menyusuri rumah besarnya dengan penuh antusias seperti seorang anak kecil.
Dilihatnya mulai dari ruang tamu, lalu ke atas ke kamar Nathan abangnya, lalu keruang baca, hingga terakhir ke dapur. Langkahnya tersendat kala seseorang datang tiba-tiba di depannya.
“Astaga, kaget gw.” Gadis itu mengelus-ngelus dada terkejut.
“Hilih, gw lebih kaget denger teriakan cempreng lu. Dikira ini hutan apa?” Nathan dengan gemas mencubiti pipi adik
manjanya itu.
“Serah lah bang. Bang Sat dimana bang?” Gadis itu melihat kesekeliling mencari dimana Satria.
Nathan menoleh kebelakang, tangannya terangkat menunjuk ke arah kursi dekat lemari pendingin. “Tuh orangya.”
Dengan membara Chaterine berlari ke arah Satria. “Bang Sattt!”
Satria yang sadar akan kehadiran Chaterine segera menghindar dengan cepat. Jika tidak bisa-bisa saja gadis itu menyikut rusuknya lagi. “Hilih kutil, jauh-jauh sana... hush hush!” dengan sinis Satria menyuruh Chaterine untuk menjauh, namun sebaliknya dia sendiri yang malah menjauh.
“Gk bisa damai apa bang, tiap ketemu gelud mulu.” Ujar Chaterine dengan manis.
Satria mengerutkan keningnya, lalu setelahnya memberi tatapan datar pada Chaterine. “Mau apa lo?” Tanya pria itu.
“Hihihi...” Chaterine terkekeh horror membuat Nathan dan Satria bergidik ngeri. Seperti dugaan Satria pasti ada
sesuatu dibalik kalimat manis tadi.
“Kayak setan lu dek.” Ngeri Nathan bersembunyi dibalik punggung Satria.
“Gw mau bilang something ke bang Sat, but don’t angry, okay?” Gadis itu memasang puppy eyesnya, membuat satria hampir mimisan karena terlalu imut.
Pria itu mengibas-ngibaskan tangannya. “Iya-iya. Mau bilang apaan?”
“Baju abang gk sengaja Chaterine jadiin kain lap.” Chaterine mengatakan hal itu dengan takut yang di buat-buat.
Satria sedikit kaget. “Caelah dugong, baju gw yang mana?” Tanya Satria penasaran.
Chaterine menunduk dalam, tangannya yang satu memain-mainkan jari di tangan lainnya. “Kaos Gucci bang.”
PRANGGG!!!
Kaleng cemilan yang tadi nya ada di genggaman Satria kini meluncur bebas ke lantai, menghasilkan bunyi besar.
“Nathan! Tahan gw Nathan! Jangan sampe gw mutilasi adek lo!” Dengan Geram Satria mengguncang-guncang lengan Nathan kuat, enak saja adek sahabatnya itu menjadikann kaos gucci kesayangannya menjadi kain lap. Ditambah lagi harga kaos itu yang lumayan tinggi.
Chaterine mengerucutkan bibir cemberut. “Huh! Katanya tadi gk bakalan marah. Penipu!” Tanpa beban Chaterine meninggalkan kedua pria itu dibawah.
“Astaga dek, gw kagak pernh ajarin lo begitu,” Nathan menggeleng-gelenggkan kepalanya tidak percaya. Nathan menoleh ke arah Satria, “Iya kan Sa- Vangke! Tangan gw!” belum selesai ia menyelesaikan kalimatnya, sebuah pukulan mendarat halus di lengannya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Satria yang melampiaskan kekesalannya kepada Nathan.
****
Bulan purnama memancarkan cahayanya yang indah, masuk menembus tirai transparan dikamar Chaterine. sepertinya waktu yang bagus untuk menulis sesuatu di buku catatan rahasianya. Dengan semangat Chaterine mengeluarkan buku bersampul ungu muda dari dalam lacinya. Modelnya mungkin sedikit norak, dengan tempelan stiker disana sini, serta gliter warna-warni, hampir mirip dengan buku menggambar anak-anak. Tapi ini buku penting bagi Chaterine, setumpuk lembaran yang mencatat sejumlah kebahagiaan, kesukaran yang di alami Chaterine selama ini. Tangan lentiknya meraih pulpen berwarna senada dengan warna bukunya di tambah mainan pony yang berada di ujungnya.
Hari ini...
Eum, hi. You know, hari ini seru banget! Siapa sih orang hebat yang bisa punya ide buat jual sahabatnya demi bayar uang kas selain gw? Gk ada kan? Hahaha... cukup gila memang, tapi keadaannya sangat mendesak tadi jadi yah terpaksa. Hasilnya lumayan tau gk, lebih 300-an ribu. Tapi satu sisi gw kasihan sama yg cowo-cowo, hahaha... maapkeun saya semua🤣😭 Btw gw penasaran banget gimana ke adaannya Ayu, semoga dia gk dimakan habis sama Raka, aminn... Eum terakhir, tadi gw di ajak makan sama Reano genit, ketemu sama temen ceweknya dia. Huh! Entah kenapa gw ngerasa minder ketemu tuh betina, dia lebih baik, cantik huwaaaa!😭😭 Hmph, dahlah hari ini sampai sini aja bye🙄😒.
LEXA EMES❤💜
Buku serta pulpennya ia tutup lalu dimasukkan ke tempat semula. Di daratkannya kepalanya di atas meja, menenggelamkannya di celah tangannya.
Tut-
Ponselnya berbunyi, Chaterine mendongakkan kepalanya. Diraihnya ponsel itu lalu dilihatnya dengan malas pesan yang baru masuk.
TEMPAT BETINA PADA NGUMPUL👩😏
Aditbohay
Ayuuuu gimana kabarnya???!!!!
Kristinimoet
Gk anu kan sama uncle Raka?🤣😭
Ayusss
Kamplet lah kalian wahai saudara, ya kagak lah.
Lexagula
Permisii numpang nyimak kaka.
Kristinimoet
Nyimak denda :v
Lexagula
Hilih, how are you, yu?
Ayusss
Gk baik beb
Aditbohay
Knp geb?
Ayusss
Sumpah dah, Raka kagak ada akhlak bener. Masa gw dikenalin sama temen-temennya dia sebagai pacar. Kan sinting tuh anak.🤬😡
Kristinimoet
Uhuk, jangan lupa pj nya🤪
Aditbohay
Uhuk, gw keselek kulit duren.😖
Ayusss
Aditbohay
Heleh, pengen banget kita mati, ntar lo gadak teman loh.😗😏
Ayusss
Auk ah😐🔪
Chaterine terkekeh menatap layar
ponselnya, gemas sekali rasanya punya sahabat modelan seperti Ayu, Kristin dan
Aditya.
Kristinimoet
Kalau lo gimana Ket sama Reano, anu
juga kah?😂🤣
Chaterine mendegus kesal, di tekannya
keyboard di layar ponselnya dengan emosi.
Lexagula
Ck, kagaklah ogeb🔨🔪
Ayusss
Ulululu bohong dosa Ket🤣😏
Lexagula
Serius elah, gadak anu-anu😡
Aditbohay
Trus ngapain aja kalau gitu?🤔
Kristinimoet
Mojok tuh pasti. Cemceman di tempat sepi, wkwkwkw🤣
Lexagula
Astaga_- baku hantam yuk;)🙂
Kristinimoet
Wkwkwk canda elah, jangan dianggap serius😆
Ayusss
Kalian ngapain uy, penasaran gw >_<
Lexagula
Rencananya Reano mau bawa gw liat kunang-kunang tapii gk jadi karna macet. Ya udah akhirnya kita makan aja deh.🙄
Lexagula
Puas sekarang🙄
Ayusss
Yahh kirain ada yang seru, ternyata makan doang. Chaterine gk asik ihh😑
Lexagula
Salah gw apaan astoje. Jadi pengen gelud beneran nih gw🗡⛏🪓
Ayusss
Salah lu banyak maemunah😒
Lexagula
Udah lah, gw pamit undur diri mau bobo
cantik😙😙
Aditbohay
Papay kutilll🙂
Ayusss
Mimpiin gw yahh😙
Kristinimoet
Besok ada turnamen basket, jangan lupa
dandan yang cantik buat semangatin Reano, hahaha🤣🤣
Chaterine mematikan ponselnya, di pandangnya dirinya di cermin kecil yang ada di atas meja nya. “Dandan?”
Gadis itu berjalan ke arah lemarinya lalu mencari-cari seragam terbaiknya di dalam sana. “Nah ketemu.” Ucapnya girang kala menemukan seragamnya yang dimaksud.
Untuk sesaat Chaterine mematung, dipandangnya seragam di tangannya itu lalu tiba-tiba melemparnya kembali kedalam lemari. “Huwaaaa apa yang salah dengan gw?! Hmpph ngapain juga gw dandan buat besok, gk penting juga, huh!” Dengan kaki yang dihentak-hentakkan Chaterine berjalan keluar dari kamarnya.
Tidak lama, pintu kamar Chaterine kembali terbuka. Dengan santai Chaterine kembali mengambil seragam yang tadi sempat ia buang. “Gpp lah sesekali dandan, lagian gw dandannya bukan buat Reano kan, hehehe.” Dengan malu-malu gadis itu menatap seragam di tangannya itu.
.
.
.
.
Terkadang rasa itu akan datang dengan perlahan
--Alexa Chaterine--