REANO

REANO
Chapter 47



😎GEBRAKAN HARI RAYA😎


Aditbohay


Yuhuu! para babu-babu ku!


Reanoguanteng


Gw kembaliin lu ke kebun binatang kalau sekali lagi ngomong gitu_-


Aditbohay


Utututut😚 b*bi🐷


Rakagans


Gw dipihak Lo Re🫂


Reanoguanteng


Nice🫂


^^^Lexagula^^^


^^^Hoam🥱^^^


Reanoguanteng


Hi beb😘


^^^Lexagula^^^


^^^Hi geb😘^^^


Ayusss


Uhuq🙄


Ayusss


Pasangan kagak waras🙄


^^^Lexagula^^^


^^^Aposeh😘^^^


Siskamling


Udah jadian nih🤔😏


Reanoguanteng


Masih belum🥲


Flora:v


Banci lu:v


Hugosnack


Bwahahaha 😭


Reanoguanteng


Kamplet_-


Kristinimoet


Eh besok kita hangout yuk🥺


Ayusss


Besok ada pelajarannya pak Aldi weh, mo bolos lagi lu🙄


Aditbohay


Gw setuju!


Ayusss


Noh kan Adit aja setuju🙄


Aditbohay


Gw setuju ma Kristin weh😒 bukan ma lu😒


^^^Lexagula^^^


^^^😂^^^


Ayusss


Dahlah🥲


Rakagans


Udah lah Yu, bener tuh kata Kristin. gw juga udh lama gk keluar.


Hugosnack


Hooh, akhir-akhir ini beban pikiran gw lagi banyak🤕 butuh refreshing🤕


Bless


Kek lu pernah mikir aja🥱


Hugosnack


Raka woy! Si tukang ngingetin tugas nongol🤾. siapin jempol lu buat nge-kick😭


Bless


What🤷 gw gk mau ngomongin tugas jir_-


Ayusss


So?


Bless


Mau ikut bolos😌


^^^Lexagula^^^


^^^Minum obat dulu sana☺️ kayaknya lu lagi sakit deh🧐^^^


Bless


Kagak elah🙄 gw emang lagi pengen aja, malas dirumah mulu🙄


Reanoguanteng


Masih gw pantau👀


Siskamling


Udah-udah, jadinya besok kita kemana nih?


Flora:v


Tong setan:v


Kristinimoet


Flora:v


Rollercoaster setan:v


Ayusss


Hooh😑 lu setannya☺️


Flora:v


oh:v


Aditbohay


Gw tau tempat yang bagus buat piknik gitu, kalau kalian mau gw bisa share lokasinya ke kalian.


^^^Lexagula^^^


^^^Eh boleh tuh, jadi bisa nyantai rame-rame^^^


Rakagans


Oke udah fix ya


Siskamling


Seph😋


Aditbohay


LU PADA JAN LUPA BAWA MAKANAN WOY🤾


Flora:v


Oh:v


...****************...


seperti yang sudah Chaterine dan teman-temannya bicarakan kemarin, mereka memilih untuk 'libur' sementara. Karena itu Chaterine sedari tadi sibuk membereskan barang-barang yang akan dibawanya. mulai dari yang penting sampai yang tidak penting pun ia bawa.


"hufftt.... akhirnya selesai!" Ucap gadis itu bersemangat setelah barang terakhir ia masukan kedalam tote bag nya.


Chaterine berkacak pinggang sembari mencari-cari dimana letak ponselnya. Setelah menemukan si ponsel kesayangannya, Chaterine segera mengetik dengan jemari lentiknya diatas layar. 'Gw mau berangkat. Lu siap-siap sana.' Begitulah kira-kira pesan yang Chaterine kirimkan untuk pria di sebrang sana.


Setelah itu Chaterine langsung kebawah menuju halaman rumah karena Nathan abangnya sudah menunggu gadis itu dari tadi


"Kurang lama!" Sambar Nathan saat Chaterine sampai.


"Xixixixi, orang sabar kuburannya lebar bang." Ujar Chaterine sembari menyengir-ria.


"Masuk mobil Sono, atau perlu gw angkatin lagi?" Tanya Nathan menyindir.


Tanpa memperdulikan apa yang Nathan katakan, Chaterine langsung saja masuk kedalam mobil. "Bicit." Umpat Chaterine dengan suara kecil.


Jadilah Chaterine dan Nathan pergi ke tempat yang Chaterine maksud. Untuk sampai ke sana, dibutuhkan waktu 1 jam lebih karna memang jarak yang terpaut cukup jauh. 1 jam berlalu dan kedua orang itu sampai di parkiran salah satu gedung besar.


"Gk gw anterin lagi nih ke atas?" Tanya Nathan menoleh ke arah Chaterine. Gadis itu langsung menggeleng tanda tidak ingin diantar.


Segera Chaterine berlari ke pintu lift yang ada di dekat sana dan menekan tombol berangka 5 yang akan membawanya ke apartemen orang yang akan ia datangi.


Ting!


Terbukalah pintu lift, dan kini Chaterine sudah sampai di lantai 5. tanpa berlama-lama lagi ia segera mendekati sebuah pintu yang terkesan mewah, karena memang ini adalah apartemen yang hanya bisa di beli oleh orang-orang kalangan atas saja.


Tok... tok... tok... Suara ketukan di pintu itu.


Tak lama, dari dalam keluarlah seorang bocah dengan raut bingungnya. Namun setelah melihat siapa yang mengetuk, bocah laki-laki itu langsung berhambur memeluk Chaterine.


"Kakak cantik!" Teriaknya dengan suara cempreng.


Chaterine terkekeh, lalu membalas pelukan bocah itu. "Iya Ivan. Apa kabar, hmm?"


Ivan melepaskan pelukannya dari Chaterine. "Ivan baik, kalau kakak? kakak kenapa kesini? Eh ayo masuk dulu."


Ivan menarik Chaterine kedalam apartemen itu lalu mempersilahkannya untuk duduk di sofa empuk yang menghadap langsung ke jendela besar.


"Aku hari ini mau main keluar bareng Reano." Jelas Chaterine mencubit gemas pipi Ivan. "Kalau Ivan mau kemana? Aku lihat Ivan rapi banget."


"Ivan juga mau diajak jalan sama kakak Reano!" Jelas Ivan antusias, bahkan sampai tangannya ikut mengawang-awang ke atas.


"Gw ajak Ivan gpp kan?" Tanya seseorang dengan suara baritonnya yang mengalihkan perhatian Chaterine.


"Ya boleh, gw juga seneng kalau ada Ivan." Ucap Chaterine sembari memeluk Ivan sayang, yah memang membuat Reano sedikit cemburu.


"Ivan ini tas kamu." Panggil Reano sengaja untuk menjauhkan Ivan dari gadis itu.


Pria itu lalu berjalan mendekati Chaterine lalu mengelus kepalanya lembut. "Jangan nakal nanti."


Chaterine kaget bukan main. "Apaan sih. emang gw bocil?! humph!" Rajuknya


Reano terkekeh melihat ekspresi kesayangannya itu.


"Kak, kita kapan perginya?" Tanya Ivan polos, sontak membuat Reano dan Chaterine tertawa.


"Iya-iya, kita berangkat sekarang yah." Ucap Reano beralih mengangkat tas Chaterine dan tas perlengkapan Ivan. Sedangkan Ivan digendong oleh Chaterine.


...****************...


"Lama lu berdua! Lumutan gw nunggu disini!"


Reano langsung menjauhkan ponsel dari telinganya sesaat setelah mengangkat telepon dari seseorang.


"Macet Ra, bentar lagi gw sama Chaterine nyampe." Jawab Reano melihat kondisi sekitar yang memang macet.


Terdengar lawan bicaranya berdecak kesal. "Pokoknya cepet lu berdua, yang lain pada ngam-"


Tut-


Tanpa menunggu Raka mengoceh Reano langsung mematikan sambungan teleponnya.


Chaterine yang sedari tadi menahan tawa mendengar percakapan singkat itu akhirnya tertawa pecah saat pria disebelahnya mematikan ponsel.


"Hahaha! Kasihan banget tuh anak punya temen kayak lu!" Tawa Chaterine keras sembari memukul lengan Reano.


"Aishhh... mulai lagi lu mukul-mukul. gw pukul balik entar." Rajuk Reano terlihat kesal.


Chaterine memasang puppy eyes nya, "Yakin mau mukul gw, hmm?" Tanya nya dengan wajah memelas.


Reano salting sendiri dibuatnya. "Ekhm, kalau gitu... hukumannya di ranjang aja."


Chaterine berhasil dibuat terkejut setengah mati oleh Reano.


"Hukuman di ranjang apaan kak?" Tanya Ivan menyembulkan kepalanya dari kursi mobil belakang.


Untuk kedua kalinya Chaterine dibuat kaget setengah mati.


"REANO SIALANNNNN!!!!!"


.......


.......


.......


.......


...**TBC...


Hello☺️, jangan lupa like, comment, rate and share ya. thank's🦸🦸🦸🦸**