
Bis pariwisata yang di naiki seluruh
siswa siswi SMA Nusantara sudah datang sejak pukul 6 pagi. Seluruh siswa sudah mengetahui dimana posisi bisa dan tempat duduk mereka. Pembagian bis di bagi berdasarkan kelas masing-masing.
Seluruh murid kelas 11 IPS 2 berada di bis no 2. Azka berada mendapatkan posisi duduk di belakang bersama dengan Azzam. Akan tetapi, tempat duduk mereka cukup jauh dengan Azzura yang mendapati kursi bagian depan.
Karena siswa siswi SMA Nusantara
sudah masuk ke dalam bis, dan guru-guru sudah mengabsen anak-anak muridnya, bis akhirnya berangkat juga.
"Akhirnya gue bisa keluar dari rumah,"
ucap Azka yang begitu semangat ketika bis berangkat juga.
"Lebay," jawab Azzam sembari memasang headset ke telinga nya.
"Ikut-ikutan aja kau kulkas," sahut Azka sembari meminum air yang dia beli tadi.
"Bang Azka, mau nggak roti mang oleh, hmm. Rasanya seperti anda menjadi iron man," ucap Noval menawarkan roti yang dia bawa dan mengikuti dialog yang akhir-akhir ini lagi viral di medsos.
"Emang iyaa? Sini gue cobain," jawab Azka mengambil roti yang berada di tangan Noval.
"Enak nggak bang?" tanya Noval sembari menahan untuk tidak ketawa.
"Ko gue nggak jadi iron man?" tanya Azka sembari menghabiskan roti yang masih tersisa di tangannya.
"Lo terlalu pinter malah ngikutin ajaran sesat si Noval," sahut Egy sembari ketawa ngakak melihat ketua RANDA yang sangat mudah di bohongi itu.
"Woyy berisik banget sih lo pada. Gue mau tidur susah tahu." Sentak Azzam yang membuat semuanya terkejut mendengar perkataan dia.
"Gue terkejut banget sumpah," ucap Azka sembari tangan nya di pegang ke dada nya itu.
"Gue nggak nyangka seorang kulkas bisa ngomong panjang ke gitu."
"Telinga gue nggak salahkan?"
Begitulah cibiran mereka bertiga ketika mendengar perkataan Azzam yang sangat tidak percaya bahwa seorang cowok dingin itu bisa berbicara sangat panjang.
"Ehem." Dehem Azzam dengan keras.
Azka memainkan ponselnya,
sesekali mengecek media sosial.
Azka membuka aplikasi "Instagram"
yang terpasang di ponselnya. Ia memiliki story pada akun instagram Azzura.
Sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman, melihat seorang gadis yang ada di dalam foto itu selain Azzura.
Zahra
Seseorang yang terlintas dalam pikiran Azka. Gadis itu tersenyum manis ke arah kamera. Memperlihatkan deretan gigi putih dan sususan yang rapih.
"Az!!"
Panggil seseorang, membuyarkan pikiran Azka.
"Az, nge gitar yuk. Sepi banget nih bisa ke di kuburan aja," ujar Fikri dari kursi belakang.
"Lo mau rame? Pergi ke pasar aja sonoh."
"Yee bang Azzam sensi amat si jadi orang."
"Siapa yang bawa gitar?"
"Gue bawa nih bang."
Kapan mulai main gitar? Keburu gue sukses nungguin lo pada beres
debat," ujar Fikri menengahi perdebatan temen-temennya itu.
Azka mengambil gitar dari kursi Noval.
Kemudian, Azka menempatkan jarinya pada kunci gitar.
Azka memetik gitarnya dan mulai memainkan alunan musik dari "Awas
nanti jatuh cinta" Karya Armada itu.
"Aku punya niat yang baik~"
"Coba ku ungkapan padamu~"
"Berharap kamu akan menjadi~"
"Rencana besar hidupku~"
"Tapi kau bilang?!~"
"Pergi sana"
"Kamu tak mau melihat diri ini selamat~"
"Awas nanti jatuh cinta~"
" Cinta kepada diriku~"
"Jangan jangan kau jodoh ku?~"
"Kamu terlalu membenci~"
"Membenci diri ku ini~"
"Awas nanti jatuh cinta padaku!!~"
Azka mengakhiri alunan musik yang ia mainkan. Suara riuh dan tempur tangan
oleh seluruh siswa yang berada di sana.
"Gilaa bang suara lo mantep banget!!"
ucap Noval.
"Gue gak habis pikir seorang Azka bisa nyanyi semerdu itu," celutuk Fikri
"Yaelah baru juga nyanyi segitu, udah kembang kempis tuh idung," sindir Azzam.
"Lu ke nya nggak suka amat gue seneng dikit? Dasar kulkas dua pintu,"
jawab Azka yang kesel karena ucapan
Azzam.
"Yang nyanyi beneran Azka?" tanya Zahra.
" Iyaa. Gue juga baru denger lagi Azka nyanyi," jawab Azzura.
"Kenapa baru nyanyi lagi?"
" Gue gak tau."