
Happy Reading🖤
Pagi hari William mencoba menghampiri Razeta di kamar sedang tertidur pulas itu.
"Ta, bangun katanya kita mau ke dokter kandungan buat periksa! " Ucap William sembari membuka gorden kamarnya itu.
Razeta perlahan membuka matanya dan melihat William yang sedang membuka gorden kamarnya itu, lalu William berjalan menghampiri Razeta dan mengusap-ngusap kepalanya.
"Ta, kalau habis sholat shubuh itu jangan tidur lagi. Rezeki nya bisa dipatok ayam tahu."
"Iyaaaa. Aku mau mandi dulu."
"Aku bikin sarapan dulu buat kamu."
William bergegas keluar kamar untuk membuat sarapan.
"Asalamualaikum." Ucap seseorang yang mengetuk pintu utama.
"Walaikumsalam, siapa ya." Jawab William sembari melangkah ke arah pintu.
"Ini aku Aurora sama Azzam."
"Anak tante," ujar Razeta sembari melangkah ke arah Aurora dan Azzam.
"Kamu udah mandinya?" Tanya William kepada Razeta.
"Aku gak mandi mas. Tadinya cuman cuci muka, dingin banget sumpah."
"Yaudah mas bikin kamu susu aja ya. Mau Rasa apa?" Tanya William.
"Vanilla aja."
"Ra. Perut gue sakit banget, tadi gak sakit gini."
"Astaghfirullah, kamu udah waktu nya ngelahirin, Ta."
"Gue gak tahu, Ra. Sakit banget.."
Tak lama akhirnya mereka semua sampai di rumah sakit, Razeta segera di bawa ke ruang bersalin dan di tangangi
oleh suster dan dokternya di sana.
"Sakittt....." Hanya itu yang terlontar dari mulut Razeta.
"Sabar ya bu, baru juga pembukaan empat." Ucap dokter wanita tersebut
setelah mengecek jalan lahir.
"Baru pembukaan empat dok? Tapi kenapa rasanya sakit banget dok."
Tanya Razeta dengan gusar.
"Iya memang seperti itu bu, semakih banyak pembuktian nya pasti semakin
kuat kontraksi nya bu. Jangan tegang ya bu, atur aja nafas ibu secara perlahan-laharan ya bu." Jelas dokter tersebut keluar dari ruangan itu.
"William kamu mau kemana? Disini aja gaboleh keluar." Perintah Aurora kepada William.
"Aku mau cari angin aja. Ngga bakal kabur ko."
"Iya ga kabur cuman pingsan doang," Ucap Fauzan seraya mengejek William.
Teriak Razeta yang membuat semuanya diam tak berani ada yang bersuara lagi.
"Iyaa mas, gak bakal keluar." Sahut William dengan wajah sedih sambil terus mengusap wajah Razeta dengan tissu
yang di penuhi keringat.
"Aku ngga tahan banget sumpah, Ra." Teriak Razeta sembari meremas tangan William.
"Iyaaa sayang sabar dulu,"
Tak lama datang orang tua William
menghampiri Razeta yang sedang menahan rasa sakit nya itu.
"Sayang... Gimana kamu, kamu enggak apa-apa kan?" Tanya mama William kepada Razeta.
"Razeta gapapa, tapi sakit banget bubu. Razeta ngga tahan banget." Sahut Razeta lelah.
Sampai tak lama dokter dan suster
pun kembali ke ruangan Razeta untuk mengecek jalan lahir nya.
"Ini sudah pembukaan terakhir bu,
dimohon buat keluarga dari ibu Razeta keluar dulu ya." Perintah dokter dengan sopan.
"Sakit banget ya Allah." Rintih Razeta sembari meremas tangan William.
"Dok, istri saya seperti enggak tahan,
apa ngga bisa operasi aja dok?" Tanya William yang merasa kasihan kepada istrinya itu.
"Ini sudah sedikit lagi pak, ibu pasti bisa atur nafasnya secara teratur ya bu."
Jelas dokter itu.
"Aku ngga kuat lihat kamu, Ta. Bruk.. Brukk." Sahut William tiba-tiba tergeletak di bawah yang membuat semua orang yang ada disana kaget.
"Suster tolong pindahkan dia di sofa dulu." Perintah dokter.
"Ada-ada aja ya, istrinya lagi mempertaruhkan nyawanya juga, ini suaminya bukannya bantuin malah pingsan." Celetuk salah satu suster yang ada disana.
"Ayoo ibu, sedikit lagi ibu pasti bisa."
Aaaaarrrrgghhh..... Razeta mengenjen Sekuat-kuatnya di sisa terakhir tenaganya.
Oek......... Oek.... Oek......
Terdengar suara bayi memenuhi ruangan tersebut, membuat mereka yang ada di ruangan tersebut mengucapkan alhamdulillah.
"Selamat ya, anaknya laki-laki, saya timbang dan di bersihkan dulu ya bu."
Ucap dokter tersebut dan suster di sampingnya mengambil bayi tersebut untuk di bersihkan.
Maaf banget jarang updet 😭🙏
di karenakan tugas sekolah ku banyak banget🤤