
Happy Reading🖤
William merangkul bahu Razeta mesra. Terlihat sekali kedua orang tua itu nampak bahagia. Wajahnya berseri-seri
seolah-olah ada sesuatu yang membuat keduanya menjadi senang.
Azka kembali menebak-nebak, sebenarnya apa yang sedang Mama dan Papanya itu sembunyikan.
"Ehemm," dehem William mencoba menarik perhatian semua orang. Pria itu menatap Razeta sekilas sembari mengulas senyumam manis.
"Jadi disini aku mau sampein kabar bahagia," ujar William.
"Apa pah?" tanya Azka. "Kak Mita pulang?"
"Kak Mita nggak akan pulang ke Indonesia dia mau menetap di Korea," jawab William
"Papa mau nikah lagi?"
"Terus apaan om?" tanya Azzura.
"Sebentar lagi di keluarga ini bakal ada anggota baru. Azka bakalan punya dedek bayi!" seru William antusias yang mana langsung disambut sorakkan gembira
dari semua orang. Kecuali Azka. Hanya diam nampak tak senang.
Azka menepuk bahu Azzam berkali-kali.
"Mama hamil lagi?!" pekik Azka tak percaya.
"Iyaa kamu bakal punya dedek bayi," jawab Razeta.
"Gue kemarin mimpi apaan bakal punya adek baru lagi," batin Azka.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Azka memasuki pintu kantin. Suasana
kantin nampak sepi. Azka berjalan santai menuju penjual kantin. Ia berniat membeli satu botol air minum. Sesudah membeli minuman Azka segera pergi dari kantin menuju markas.
"****, gue gak di beliin," ucap Noval yang melihat Azka datang ke markas sembari membawa sebotol air di tangannya.
"Beli lah jangan kaya orang miskin lah"
Balas Azka.
"Bang Azzam kemana?" tanya salah satu anggota Randa kepada yang lainnya.
"Dia lagi fokus jagain Zura."
"Ohh yah, si Egy udah melakukan penelusuran di markasnya Aryan bang."
"Terus?"
"Dia belum dapet informasi. Dan si Toni lagi fokus jagain bang Azzam sama Zura dari tadi dia belum ngasih kabar, ko gue takut ada apa-apa ya bang?"
"Gue balik dulu buat pastiin. Jangan lupa GPS yang ada di ponsel lo semuanya aktifin ya."
"Siapp bang," jawab semua anggota Immortal.
...🐣🐣🐣🐣...
Azka, Azzam dan Azzura berjalan beriringan di sepanjang koridor. Koridor pagi ini sangat ramai. Seluruh siswa-siswi berlalu-lalang menuju kelasnya masing-masing. Di ujung jalan tepat nya di depan sebuah mading, terlihat siswa-siswi berkerumunan. Mereka berkumpul hingga menutup jalan.
"Gak tau, liat yuk."
Azka, Azzam dan Azzura berjalan mendekati mading. Sebuah poster tertancap di papan majalah di dinding.
Bertuliskan study tour yang akan di
laksanakan dalam dua hari ke depan.
"Yeyy, kita bakal study tour !!!"
"Akhirnya gue refresing."
Tiba-tiba saja bel tanda masuk berbunyi.
Seorang bapak guru datang dan menyuruh seluruh siswa untuk masuk
ke dalam kelasnya masing-masing.
"Nanti lagi liat mading nya, tentang studi tour nanti akan di perjelas lagi oleh walo kelas kalian masing-masing."
Perkataan bapak guru membuat para siswa bubar, meninggalkan mading.
Ya layaknya siswa pada umumnya, pasti
ada beberapa siswa yang mencibir karna kesal.
"Azka lo gak di kasih tahu sama om William kalau mau ada study tour?"
tanya Zura.
"Gue gak tau."
"Masa anak yang punya sekolah gak tau informasi kaya gini sih."
"Gue lagi ada masalah sama Papa."
"Lah, kemarin biasa aja sih?"
"Kemarin banyak keluarga jadi akur sebentar, biasanya dia bakal diemin gye sebelum gue setor hafalan."
.......
.......
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
✨Komen pake emot yang kalian suka 😉
✨**Kasih alasan kenapa kalian nungguin cerita ini?
...🔥Jangan lupa Votement🔥**...