
Happy Reading 💜
Sudah bisa Azka tebak apa yang terjadi
selanjutnya ketika ia sudah sampai
dirumah dalam keadaan sedikit babak belur.
Tapi mau gimana lagi, tadi itu
memang harus Azka selesaikan dengan cara kekerasan. Azka ingin membalas
aksi kurang ajar nya kepada Azzam
sekaligus memberi pelajaran pada Aryan
karna sudah mulai mengusik keluarga nya.
"Kamu berantem lagi? Mau jadi apa kamu begitu mulu?" Tanya Razeta yang sudah capek dengan kelakuan anak satu-satunya itu.
"Maaf ma," ucap Azka menundukkan kepalanya.
"Kamu dihukum! Hukumannya adalah hafalkan surat Al-Jin!!!" Perintah William kepada Azka.
"Kalau Azka nya nggak mau gimana dong?" Tanya Azka.
"Az turutin apa kata Papa ya sayang.
Az kan anak baik, Mama gak pernah
ajarin Az jadi anak pembangkang ya." ujar Razeta.
Azka menutup pintu kamar lalu menguncinya. Setelah itu, ia duduk
bersandar di belakang pintu dan mengusap mata nya yang sudah berkaca-kaca.
"Gue gak mau hafalan," bantinya.
..............
Suhu pagi ini berada di kisaran angka 18 derajat. Hal itu, membuat angin yang
berhembus terasa dingin. Seorang pria
yang menggunakan jaket RANDA berwarna hitam berjalan dari gerbang
memasuki gedung sekolah.
"Ehh Azka ganteng banget ya, pake jaket genk nya," ujar seorang perempuan yang seumuran dengan Azka berjalan dibelakangnya.
"Gue mau dong masuk Randa."
"Dasar Noval gilaaa.."
"Bang Azka tungguin gue."
Azka dan Noval berjalan beriringan
di sepanjang koridor. Suasana koridor pagi ini sangat ramai. Seluruh siswa-siswi berlalu-lalang berkerumunan.
mereka berkumpul hingga menutup jalan.
"Bang Az kayak nya ada yang ribut deh," tanya Noval kepada Azka.
Azka dan Noval berjalan mendekati kapan basket. Dua orang pria yang sedang berkelahi itu membuat sekolah ini mendadak menjadi heboh.
"Woyyy lo berhenti sekarang juga sebelum gue keluarin lo dari genk gue." Teriak Azka yang membuat semua nya diam dan tidak ada yang bisa membantah omongan yang sudah di keluarkan oleh Azka termasuk guru sekalipun.
"Ada apa nih?" Tanya Azzam yang ngos-ngosan karna sehabis berlari untuk orang-orang yang berkelahi tadi.
"Lo percuma datang bang. Nanti lo kena tonjok lagi masalah gue tambah panjang," jawab Azka sembari menepuk pundak Azzam sembari tersenyum.
"Azka itu kasihan darah nya keluar banyak nggak disuruh ke UKS aja?" Tanya Azzura yang melihat itu membuat nya ketakutan.
"Noval lo panggil Pak Iman suruh ngurusin dua bocah ini!! Sehabis pulang sekolah kumpulin semua anak-anak kita mau rapat." Perintah Azka sembari pergi meninggalkan lapangan.
...........
Jam pelajaran ke-4 telah berakhir.
Menandakan jam istrahat telah
dimulai. Suasan kantin sangat ramai, namun tidak dengan genk Randa yang setiap istrahat kedua mereka akan melaksanakan sholat dzuhur bersama.
"Kalian yang nggak ikutan sholat silahkan mau nunggu di mana. Asal jangan di depan pintu ngalangin gue jalan." Perintah Azka sembari mengikuti gerakan seperti mengusir ayam.
" Lah si abang emang kita kita apaan ampe begitu ngusirnya," celetuk Arga yang sembari menampilkan memanyunkan bibirnya.
"Ka Arga rambutnya di potong ya?" Tanya Azzura yang sedari tadi memperhatikan Arga yang sedikit berbeda dari biasanya.
"Iyaa Ibu Sekretaris. Tambah ganteng kan aku?" Tanya Arga sembari menyisir rambutnya itu.
"Lu godaan Adek gue, gue mutilasi sekarang juga," ancam Azzam yang membuat Arga menyengir yang menampilkan gigi putih nya itu.
"Tenang gue gak bakal godaan ko, gue hanya menjaganya dari lelaki yang sering menyakiti nya."
"Maksudnya itu gue suka nyakitin Adek gue gitu?"
"Woyy kalian pada berisik tahu. Ga tau di dalem ada yang lagi sholat masih aja pada baco*." Kata Azka yang membuat
teman-temannya diam.