
Kabar langit malam ini terlihat
mendung karna tadi hujan baru
turun. Terlihat sisa-sisa genangan air
hujan di jalan. Dengan jarum jam yang menunjukkan pukul sembilan malam,
motor sport Azka melesat memecahkan keheningan.
Motor Azka bergerak cepat menuju
tempat yang bisa membuat dirinya bahagia. Setelah sampai di tempat itu,
sorot mata Azka menyapu sepanjang jalan. Memperhatikan orang-orang yang sepertinya akan menjadi penonton balapan ini.
"Azka!!"
Panggilan itu membuat Azka
menoleh.
"Lo tau siapa lawan nanti?" Tanya Azzam.
"Siapapun lawan gue, gue gak peduli."
"Lo pada hati-hati aja pas balapan di mulai." Ucap Azka pada ke empat temannya.
Balapan motor akan segera dimulai.
Dimana balapan itu melibatkan dua tim.
Tim yang di menantang dan tim yang di tantang untuk merebut kekuasaan.
Semua pembalap sudah berada di posisi nya masing-masing. Termasuk Azka.
Azka berdampingan dengan Aryan.
Melalui helm full facenya, Azka melirik tajam Aryan. Begitupun dengan Aryan.
Memberi arti bahwa Azka tak akan menang.
"Liat aja siapa yang akan menang." Batin Azka.
1...2...3..
Balapan pun di mulai. Semua pembalap
menancap gas. Menaikan kecepatan
motornya di atas rata-rata. Dengan gesit Azka membelokkan motor nya ke kanan dan kiri. Menyelip ke beberapa motor
yang berada di sekitarnya. Walaupun Azka sudah lama tidak balapan, karna hukuman dari sang papanya. Tetapi hal itu tidak menghalangi Azka untuk
menguasai area balapan.
Kini Azka yang memimpin pertandingan.
Bertemu dengan Aryan yang juga berada dibaris depan di antara yang lain. Aryan melirik tajam ketika musuhnya itu sudah berada tepat di sebelah motornya.
Aryan dan Azka sama-sama menaikan kecepatan motornya lagi.
Motor sport milik Azka melesat di sepanjang arena balapan. Hembusan udara dingin menyelimuti tubuhnya.
berada di belangnya. Aryan mengambil ancang-ancang untuk melalui Azka.
Namun, hal itu dapat Azka cegah. Azka mengendarai motornya menutup jalannya Aryan. Membuat Aryan sulit membalap nya.
Garis finish sudah berada di depan mata.
Azka menarik gas nya hingga kecepatan maksimal. Motor sport Azka berhasil
melewati garis finish, di ikuti oleh Aryan
di baris kedua.
Azka mengurangi kecepatan motornya.
Kemudian, ia memberhentikan motornya tak jauh dari para penonton nya.
Aryan turun dari motor. Menghampiri Azzam yang masih duduk di bangku motornya. "Lo pasti main curang ya, pinter banget ya lo mau menang ampe segitunya." Ucapnya dengan tajam.
Bughhh
"Abangg!!!" Teriak Azka sembari menonjok muka Aryan.
"Maksud lo apa? Kalau kalah lo Terima dong."
Semua mata tertuju pada Aryan yang sedang mencengkram kerah baju Azka.
Melihat hal itu, membuat dia mengurungkan niatnya untuk memukul Azka. Lalu, Aryan melepas cengkraman nya pada Azka dengan kasar.
"Tunggu pembalasan gue kalian semua." Ancam Aryan sembari menaiki motornya.
"Bang!! Bangun lah masa lo di tonjok doang udah tepar sih." Ucap Azka sembari menepuk-nepuk pipi Azzam.
"Azka sorry gue gak tau Aryan akan nyerang kita."
" Kan udah gue bilang lo semua hati-hati termasuk jagain ini bocah."
...........
Dengan langkah gontai, Azka masuk ke dalam rumah. Saat ini, kepalanya sibuk
berfikir gimana caranya dia bisa terhindar dari Ibu Negara.
Azka baru mau melangkahkan kakinya
ke kamar. Tetapi, ia menghentikan langkah nya karena Ibu Negara sudah berdiri di hadapannya.
"Ehh mama, belum tidur mah?" Tanya Azka sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatel.
"Baru juga selesai hukumannya ya? Mau Mama kasih hukuman lagi?" Tanya Razeta kepada anak tunggal nya itu.
"Nggak mah please. Mah Azka bosen tahu di rumah mulu."
"Ohh bosen ya di rumah mulu, sekarang mah tidurnya di depan pintu gerbang aja bareng pak satpam ya."
"Hahahahaha." Tawa William di balik pintu kamarnya.
"Will bisa diem nggak? Atau mau ikutan tidur diluar?" Ancam Razeta yang membuat semuanya diam semua.
Azka Pratama😎