Razeta

Razeta
Lamaran 3



"Mbak, ko bisa William mau dapet calon seperti itu? Sampe-sampe pindah agama lagi, Apa nggak nyesel William nolak si Willy demi cewe seperti itu?" Bisik-bisik seorang ibu sebelah ibunya William


namun bu Fitri memintanya untuk dia


Acara dimulai dengan prakata


dari ayah William, lelaki bijaksana namun humoris berhasil menghidupkan suasana yang sempat canggung karna melihat kedatangan Razeta.


"Bener memang kami sekeluarga


mulanya datang ke sini untuk melamar putri bapak, namun melihat anak saya sejak tadi sudah tidak sanggup mengangkat kepala apa boleh kita lanjutkan saja jadi acara pernikahan?"


Gurau ayahnya membuat William sontak


menegakkan tubuh dan menatap ke depan membuat semua orang tertawa termasuk Razeta.


"Nah gitu, ayo sampaikan maksud kamu


membawa kami ke sini." Perintah ayah tidak ada basa-basi lagi, William gelagapan, dengan menarik nafas panjang sebelumnya William melirik


Razeta sekilas, wanita cantik itu tampak gusar.


"Razeta, William dateng ke sini sama


keluarga bermaksud melamar Razeta


untuk jadi teman hidup William yang saat terbangun dan memejam akan lihat William di samping Razeta. William


ingin meminta Razeta bersedia jadi tempat William pulang atas segala


lelah dalam ikhtiar, William ingin kita


berdua saling menguatkan di jalan yang Allah ridho. William janji akan jadi sahabat baik Razeta, mendengar semua


keluhan Razeta, membantu setiap Razeta membutuhkan William, tersenyum


dan membuat Razeta terseyum, mengingatkan ketika Razeta keliru,


menjadi tempat Razeta berbagi hal. Semoga Razeta bersedia menerima William sebagai suami, teman, sahabat,


kakak bagi Razeta yang akan saling menerima kurang dan lebih masing-masing semo-"


"Udah deh iya-iya gue terima. Dengan satu syarat maharnya gua mau lo baca surah Al-Kahfi." Memotong kata-kata


William yang menurutnya sudah


kelewat berlebihan, hal itu cukup aneh menurut Razeta karna dia tidak pernah di perlakukan seperti itu sebelumnya


dan juga William sangat lucu menghilangkan gue-lo berganti menjadi nama mereka seperti itu, menggemaskan.


Yayah dan bubu tertawa guna


menetlasirkan keadaan di ikuti


yang lain. William tambah salah tingkah


dia membuang pandangan ke kiri namun


yang terlihat oleh malah wajah Willy,


gadis cina itu menatap nanar kearah William.


William kembali menundukk, ini terasa semakin berat.


Acara berjalan lancar, hari pernikahan


ditentukan 2 minggulagi yang artinya


hanya beberapa hitungan hari itu untuk mempersiapkan semuanya.


Para orang tua sedang asik berbincang


sedangkan William dan Razeta sibuk berfoto mengikuti arahan dari fotografer


yang tidak lain adalah adik tingkat Fauzan, khusus didatangkan ke acara ini


oleh sang kakak, tentu saja atas bujuk rayunya istrinya.


Aurora dan Fauzan ikut bergabung di depan dekorasi cantik itu, memasang gaya bersama William dan Razeta.


"Eh si Willy diajakin, Will."


Razeta tiba-tiba teringat perempuan itu,


pasti dia bosan mendengar perbincangan orang tua.


"Dia gak suka di foto." Jawab William jujur.


"Ya udah jangan di paksa. Ajakin yang lain foto terus udahan, kasian ini


ibu-ibu hamil." Timpal Fauzan.


"Lo gapapa kan? Udah lo istrahat


aja, duduk disini, mau gue ambilin minum?" Tawar William yang agak


panik mendengar Razeta kelelahan. Razeta mengerutkan kening melihat respon berlebihan William.


"Ini si calon suami siaga banget." Goda Aurora.


"Apaan sih lo, diem!" Razeta sudah


melotot sempurna, membuat


sahabatnya itu kabur meninggalkan


mereka.


"Ta, gue mau ngomong sesuatu?


William merasa ada kesempatan untuk berbicara berdua dengan Razeta sekarang, tidak ingin di sia-siakan,


Aurora harus tahu ini sebelum terlambat.


Lo udah banyak ngomong."


William menggaruk-garuk tengkuknya


sambil tersenyum bodoh.


"Emm, Ta."


"Apaan sih lo? Gausah lebay deh, sok tersipu-sipu gitu kayak anak gadis baru di lamar. Biasa aja, ntar gue ililfeel .


Buruan, lo mau bilang apa?" Desak Razeta setelah mencaci William.


Lelaki dengan batik songket lengan panjang itu benar-benar di buat salah tingkah oleh Razeta. Susah payah


William mengatur detak jantungnya,


agar tidak mempermalukan dirinya sendiri dihadapan calon istrinya.


"Lo cantik banget, Ta. Tapi-"


"Emang. Gue dari embrio udah


cantik." Potong Razeta yang membuat William menarik sudut bibirnya.


"Gue boleh minta satu hal dari lo?"


"Tergantung. Lo mau apa?"


"Mungkin ini terdengar egois, gue minta kecantikan lo ini buat gue aja, udah cukup, jangan lo umbar lagi."


William mengucapkan itu dengan tegas


seakan tidak menerima bantahan.


"Maksud lo?"


"Katanya lo pinter tapi gitu aja gak nyambung. Gue pengen lo gak usah pake baju gini lagi di depan umum, kalau emang lo belum mau pake gamis dan kerudung ya gak masalah, terserah lo mau dandan gimana yang penting


gak terbuka, lo mau pake trashbag,


Karung goni, atau apa aja. Bisa?"


Bibir Razeta tertarik sebelah, "sorrysorry,


gue gak bisa. Lo salah kalau mikir


nikahin gue berarti bisa jadiin gue


bodak lo, yang akan bersedia nurutin


semua kemauan lo meski gak sejalan dengan prinsip gue. Salah besar. Kalau mau di batalin lamaran ini lo bisa langsung sampein sekarang,


silahkan."


Tentu saja William kaget mendapat respon seperti itu dari Razeta, jelas maksudnya bukan begitu.


"Ta, tunggu. Bukan gitu maksud gue."


"Terus apa?"


"Lo cantik banget-"


"Iya gue tau, terus kenapa?"


"Gue cemburu. Gue gak suka kalau ada


yang bebas ngeliatin tubuh lo secara bebas. Gue bisa berbagi apapun tapi gak bisa berbagi lo sedikitpun. Salah ya."


Razeta bergeming sejenak, tidak ada yang bisa menyalahkan cemburu dalam sebuah cinta, tapi memenuhi permintaan William hatinya masih ragu.


"Will, Mita mau bicara sama lo." Willy


menginterupsi perbincangan mereka,


menyodorkan ponsel yang layarnya menampilkan anak perempuan yang sangat lucu.


Sontak William gelapan, menarik ponsel dari tangan Willy dan meninggalkan 2 perempuan itu.


"Selamat ya, Razeta. Kamu beruntung


dapet calon suami sebaik William."


Willy mengucapkan selamat dengan


kembali menampilkan senyum manisnya.


"Ah biasa aja kok, dia yang beruntung dapet calon istri secantik gue." Canda Razeta berhasil membuat Willy terseyum.


...........


Dunia memang sudah canggih,


berkat teknologi di zaman ini informasi sangat cepat menyebar.


Hanya dengan satu buah foto yang terunggah di akun instagram, kini Razeta di banjiri komentar dan DM, mulai ucapan selamat dan do'a, ungkapan kekecewaan, hingga hinaan juga ada.


Foto itu mendadak muncul di akun-akun gosip yang mempertanyakan siapa


Laki-laki di balik sticker love itu.


Wajar saja, Razeta lama tidak aktif


di instagram tapi mendadak muncul


foto dengan background decorasi bunga-bunga, bergaun merasakan super


cantik, dengan laki-laki disebelahnya


yang di tutupi sticker hati, caption-nya


hanya emoticon cincin namun netizen langsung peka bahwa itu adalah acara lamarannya.