
"Udah bangun lo?" Sapa yang baru masuk ke kamar itu dengan santai
"Elo! " Razeta sangat kaget melihat William yang muncul dari balik pintu
"Ngapain lo bawa gua kesini? Selama ini so baik ternyata brengsek juga!"
Dengan rambut berantakan,
make up yang acak-acakan Razeta berusaha keluar dari kamar ini meninggalkan William namun dengan
cepat William menangkap tangan Razeta dengan kasar melempar gadis itu
ke tempat tidur.
"Apa-apa sih lo! Kurang ajar banget!
Mau apa lo?"
"Gua mau lo nurut dengan apa yang gue bilang!"
"Emang lo siapa gue? Nyuruh-nyuruh gua? Minggir!" Kembali Razeta berusaha keluar namun di halangi oleh Willian lalu
melemparkan Razeta ke tempat tidur.
"Gue calon suami lo! Jadi lo dengerin omongan gua, ngerti! " Tegas Willian
"Ckckckck baru juga calon."
William menarik napas panjang sebelum menjawab pertanyaan Razeta "Lo semalem mabuk dan hampir di bawa laki-laki yang entah siapa, untung gie liat trs-"
"Untung lo bilang? Heh gue sekarang
ada di tempat ini sama lo mana ada untungnya! " Potong Razeta.
"Iya untung. Kalau i,,lo pasti udah abis sama crocodile buntung itu."
"Udah deh minggir gue mau pulang! "
"Gak boleh!" Sergah William cepat.
"Apaan sih lo? Gue mau pulang ke rumah?"
gue kenapa gak boleh? Lo udah gila ya
"Ganti baju lo dulu, nih." William melemparkan kaos putih panjang dan celana hitam panjang.
"Apaan nih? Gue nggak mau ganti, gue nggak suka sama model baju nya!"
"Kenapa sih lo protes mulu? Untung gue sayang, kalau nggak udah gue tinggalin
"Iyahhh gue ganti baju nya nih, jadi lp hari keluar!"
William menunggu di depan pintu membiarkan Razeta merapihkan dirinya sampai gadis itu mengetuk pintu dari dalam pertanda bahwa dia sudah selesai.
"Lo cantik banget." Puji William yang membuat Razeta gelagapan.
"Baru nyadar ya? Udah ya gue mau pulang."
Razeta keluar dari kamar
meninggalkan William begitu saja.
"Eh Razeta udah bangun?" Sapa wani paruh baya dengan daster bunga-bumga
yang sedang sibuk menata makanan di atas meja.
Razeta cukup bingung kenapa wanita itu mengetahui namanya?
"Ayo sini kita sarapan dulu." Ajak wanita paruh baya itu.
"Gak usah tante, nanti saya sarapan di rumah saja." Tolak Razeta halus.
"Eh gak boleh gitu, gak ada yang boleh keluar dari rumah ini sebelum makan.
Tak enak hati akhirnya Razeta duduk menuruti mereka.
"Asalamualaikum, yayah, bubu." Sapa William lalu mencium pipi wanita itu.
"Walaikumsalam, ayo sarapan dulu, Will. "
"Syiap, bubu." William langsung
Mengambil tempat sang yayah.
"Ini buat Razeta bubu buatin sarapan spesial buat ibu hamil." Wanita itu menyuguhkan semangkok potong Alpukat di campur susu coklat.
"Wahhh alpukat, bubu ko bubu bisa tahu Razeta lagi hamil?" Ucap Razeta gugup.
"Udah, nanti juga kamu tahu. Sekarang kita sarapan aja dulu."
"Eeeeeeeeerrgkk." Suara sendawa
Razeta yang sangat keras, membuat mereka tertawa sedangkan Razeta menutup wajahnya karna malu.
"Maaf, yayah, bubu, gak sengaja kelepasan."
"Hahahahaha gak masalah, Razeta. Yayah cuman inget dulu bubu juga sendawa waktu pertama yayah ajak makan dirumah, kamu lebih mending karna makannya alpukat dulu bubu makan semur jengkol haha, sampe hampir gagal nikah karna mbah nggak suka sama bubu! " Cerita lelaki itu mengenang kisah dengan sang istri.