Razeta

Razeta
Azka Kecil seasons 2



Nama gue Azka Pratama.


Putra dari Putra William Samuel dan Razeta Alseba Jehan.


Ini cerita tentang Azka ketika dia berumur 12 tahun. Dari wajah tak ada yang lecet sekalipun.


Azka kelas 6 Sekolah Dasar, terlihat nakal namun berakal. Azka disukai


oleh wanita sejak dini, bahkan ada yang mengumbar suka. Namun Azka selalu bersikap dingin jika ia tak suka pada suatu keadaan.


Dia tak segan-segan akan menghajar


orang yang mengusik dirinya.


Sejak usia ini, Azka sudah


membanggakan. Karena ia selalu diikut sertakan perlombaan dan keluar sebagai juara. Kepintaran Azka keturunan dari Razeta, tajamnya sorot mata Azka


turunan dari Alvin, sabarnya Azka turunan dari William.


Kalian gak percaya kalau Azka itu penyabar? Contohnya saja ia selalu menunggu Azzam dan Azzura, anak dari Fauzan dan Aurora.


Azzam dan Azzura selalu terlambat tetapi Azka selalu sabar menunggu nya.


"Azzura sayang, cepetan keburu belum sekolah." Ucap Azka kecil.


"Kulkas cepetan keburu bell." Ucap Azka kepada Azzam yang sibuk membaca buku pelajaran nya itu.


"Az, mama lagi apa?" Tanya Aurora kepada Azka.


"Lagi bikin kue onty." Jawab Azka


"Wahh kue apaan?" Tanya Aurora lagi.


"Onty kesana aja, Azka gatau bikin kue apaan." Jawab Aksa.


"Azka bawa susu gak? Nanti Azka bolos kelas karna mau beli susu?" Tanya Azzura sembari mengikat tali sepatu nya.


"Iyahhh bawa sayang." Jawab Azka.


"Azzam kamu harus menjaga Azzura sama Azka inget ya." Perintah Aurora kepada anak pertama nya.


"Iyaa moms." Jawab Azzam singkatm


"Kulkas kalau ngomong itu jangan singkat banget coba." Geram Azka karna dia tidak suka dengan sikap Azzam yang seperti itu.


"Azzam berangkat sekolah dulu ya Moms. Asalamualaikum." Ucap Azzam sembari menyalami tangan Aurora.


"Azka inget sabar." Ucap Azzura sembari tersenyum.


"Iyhh Zura sayang."


.............


Sudah dilihat kan sikap mereka seperti apa? Azka yang sabar terhadap mereka berdua, Azzura yang senyum hangat nya bagaikan matahari di pagi hari itu, dan Azzam yang sikapnya bagaikan kulkas dua pintu, sebenarnya dia sayang kepada mereka berdua itu cuman dia malu untuk mengakui nya.


Azka melambaikan sebelah tangannya


ketika beberapa kumpulan cewek menyapa nya. Cengerin Azka tunjukkan ke arah sekumpulan cewek tersebut


langsung di sambut teriakan histeris.


Azka menyugar rambutnya sesekali melemparkan ciuman.


"Lebay banget sih bocah." Sindir Azzam kepada Azka yang menurut dia sangat lebay di bandingkan perempuan-perempuan yang menyatakan cinta kepada nya.


"Dari pada loh. Cewek yang suka sama lo ditolak semuanya dasar kulkas."


"Astaghfirullah, bisa gak kalian diem sebentar." Teriak Azzura yang membuat semuanya diam termasuk fans-fansnya Azka.


"Maafkan aku sayang." Ucap Azka sembari mengikuti langkah Azzura yang yang sudah ada di depan pintu kelas nya.


"Kalian itu masih bocah Sekolah Dasar. Jangan mikirin pacaran sekolah yang bener." Teriak Azzura sembari menghentak-hentakkan kaki nya ke bawah karna menahan emosinya.


"Iyhhh maafin abang ya." Azzam memohon kepada Azzura.


"Zura? Azka punya susu ada rasa stroberi sama coklat Zura mau yang mana?" Tanya Azka supaya Azzura tidak marah lagi karna apabila dia sudah marah semuanya akan kena imbasnya.


"Sini buat aku semuanya." Azzura mengambil semua susu yang berada ditangan Azka.


"Iyah nanti Azka gimana dong?"


"Kamu nggak ikhlas kasih ke aku?"


"Ikhlas banget buat Zura mah."


Kisah mereka di mulai ketika mereka berumur 17 tahun kita lihat kuyy😉✨


**SEMOGA KALIAN SUKA YAA... 😇


HAPPY READING, HOPE YOU LIKE IT**🖤