Razeta

Razeta
Keluarga Kecil



"Perasaan bisa saja memudar, tetapi keteguhan dan kesetiaan adalah hal yang akan tetap membuat seseorang bertahan."


_Razeta_🐣


Setelah persalinan nya selesai Razeta


di pindahkan ke ruangan rawat inap. Fauzan, dan keluarga nya bergegas masuk untuk melihat keadaan Razeta.


"Ta. Selamat ya lo udah jadi seorang ibu," Seru Aurora yang langsung menghampiri Razeta yang masih terbaring lemah.


"Nanti Azzam dan Azzura bisa ada temennya dong." Timpal Fauzan sembari mencium pipi Azzura yang di gendong oleh dirinya.


Razeta tersenyum simpul melihat orang-orang disekitar nya tampak sangat bahagia.


"Sayang, William kemana? Azka belum di adzan kan." Tanya bubu kepada Rasa.


"Astaghfirullah, dia kan tadi pingsan."


Jawab Razeta dengan panik.


"Asalamualaikum." Ucap seseorang sembari melangkah untuk masuk ke dalam.


"Kamu abis kemana aja? Istri lagi melahirkan malah pingsan! Suami apa kamu? Cepetan adzan kan Azzam." Omelnya mamanya sembari menarik telinga William.


"Ampun mama, William takut liat darah apalagi waktu itu denger jerit-jeritnya Aurora. Astaghfirullah ngga kebayang banget." Ucap William sembari meringis kesakitan dikarenakan jeweran sangat mama.


"Sudah cepetan adzan kan azka. Mama mau berdo'a sama papa. Cepetan William sebelum mama larang kamu ngga boleh tidur bareng Razeta." Peringatan sang mama membuat William protes kepada mamanya.


"Siapp laksanakan." Jawab William sembari mengikuti ala TNI. Sambil meledek sang mamanya.


...........


Hari ini hari terakhir Razeta di rumah sakit dan bergegas untuk pulang siang itu, tampak William, orang tua dan keluarga kecil Aurora.


"Sayang, kamu butuh banyak sitter ngga? Aurora juga kamu harus pakai banyak sitter juga, kan suami kalian kerja ngga setiap hari selalu ada untuk kalian." Ucap sang mama sembari membereskan barang-barang yang akan di kemasnya.


"Aku ngga butuh ma. Mungkin Aurora butuh." Jawab Razeta sembari memberikan asi kepada Azka.


"Aurora sepertinya akan membahas ini sama mas Fauzan ma." Timpal Aurora sembari menidurkan Azzura.


Sesudah membereskan barang-barang


yang dikemasnya. Mereka pun bergegas


keluar dari rumah sakit, orang tua William


sampai di rumah, William segera memapah Razeta berjalan ke kamar dan


menyandarkan nya di ranjang.


"Alvin, Azka udah lahir. Lo lihat ngga? Dari atas sana? Gue senang banget bisa ngelahirin anak ini. Maafin gue juga pernah benci sama bayi ini dan kamu,"


ucap Razeta dalam hatinya, dia bingung dengan dirinya sendiri antara senang atau sedih.


"Ta. Makan dulu ya! Sini biar Azka sama aku aja," ujar William sembari memberikan makanan kesukaan Razeta.


"Sebentar ya Will, Azka masih pengen sama aku."


"Ta. Kamu harus makan juga supaya asi kamu buat Azka kamu harus makan dulu yang banyak."


"Sini Azka ku sayang. Bareng Abi dulu," ucp William sambil mengendong Azka yang sudah mulai tertidur itu.


"Ko Abi sih? Aku mau nya mama sama papa aja yang simple aja." Bantah Razeta karna dia tidak suka dengan nama panggilan untuk William.


"Aku ikut aja." Ucap William pasrah


William menidurkan Azka ke dalam bos bayi. Dan William bersyukur bisa mempunyai anak seperti Azka tetapi di satu sisi mata Azka persis seperti Almarhum Papanya itu.


"Aku keluar dulu ya, kalau butuh apa-apa kamu bisa panggil aku." Ucap William sembari melangkah keluar kamar.


..........


Pagi hari Razeta terbangun menghampiri William yang tertidur sehabis sholat shubuh.


"Will, bangun udah siang nih...


Katanya mau kerja? Itu mas Fauzan udah nungguin." Razeta menepuk pelan tubuh William yang masih saja memejamkan matanya yang masih tertidur di sofa ruang tamu.


"William bangun kalau masih belum bangun gausah kerja di cafe saya." Teriak Fauzan yang membuat William kaget dan dikarenakan teriakan Fauzan seperti TOA masjid.


"Astaghfirullah Iyhh mas. William udah bangun nih." Jawab William sembari mengucek-ngucek matanya.


"Cepetan cuci muka, sudah dibilangin kalau abis sholat shubuh gaboleh tidur lagi nanti rezeki kamu di patok ayam." Fauzan memberikan nasihat kepada William, entah itu masuk ke kuping kanan keluar dari kuping kirinya itu."


"Ta. Cepetan kamu jemur Azka di belakang udah ada Azzam dan Azzura sedang dijemur." Perintah Fauzan kepada Razeta.


×××××


Beginilah kisah razeta, tidak ada yg bisa menjamin bagaimana keadaan manusia di kedepannya. Silahkan ikuti terus kisah razeta yang akan berlanjut di season 2🥳🖤