
Suara musik yang begitu keras membuat Kim merasa tidak nyaman dan ini adalah baru pertama kali baginya pergi ke klub malam. Kim melihat wanita dan pria begitu bebas melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukan di depan umum.
Kim yang duduk sedikit lebih jauh dari Ken dan Nelson mengundang banyak pandangan pria terhadapnya sehingga membuat Kim tidak berani untuk berbuat apa pun yang bisa membuat pria mendatanginya. Sekali-kali Kim menghirup jus jeruknya dengan melihat-lihat di sekitarnya. Di sisi lainnya Nelson dan Ken membicarakannya.
"Dia sangat cantik sekali, apakah dia memiliki pacar?." tanya Nelson pada Ken yang bertingkat tidak mendengarkannya. "Ken apakah kamu mendengarku?" tanya Nelson kembali pada Ken yang membuatnya sangat kesal karena mengabaikannya yang sedang berbicara.
"Aku tidak tahu, tetapi aku rasa dia tidak memiliki pacar." jawab Ken yang meminum Diva Vodka yang ada di tangannya.
"Bagaimana bisa wanita secantik dirinya tidak memiliki pacar?." tanya Nelson pada Ken seraya menatap Kim yang duduk di kursi yang paling ujung.
"Mungkin tidak ada pria yang menyukainya." jawab Ken yang meletakkan gelasnya di atas meja.
Mendengar jawaban dari Ken membuat Nelson terkekeh karena merasa tidak percaya dengan perkataan sahabatnya itu karena dari tadi dia memperhatikan Kim banyak sekali pria yang melirik dan memandangnya karena wanita itu terlihat sangat cantik walaupun berbalut pakai yang biasa dan tanpa polesan apa pun di wajahnya.
"Aku rasa kamu salah, coba kamu lihat Nona Kim sekarang dan perhatikan pria-pria yang ada di dalam klub ini terus memandanginya walaupun dia terlihat sangat sederhana tetapi dia terlihat sangat menarik dan mampu menarik perhatian semua pria mana pun." kata Nelson seraya memandangi Kim.
Begitu pun dengan Ken yang juga ikut memandanginya dan memperhatikan pria di sekitar Kim yang memandanginya tanpa berkedip sedikit pun. Ken memalingkan pandangannya dari Kim dan kembali meminum Diva Vodka miliknya.
Di sisi lain ada pria yang menghampiri Kim dengan membawa dua minuman beralkohol dan kemudian pria itu duduk sampingnya Kim begitu saja. Kim yang terkejut tidak bisa melakukan apa-apa saat pria itu entah dari mana langsung duduk di sisinya.
"Ken apa yang aku bilang sekarang Nona Kim di dekati oleh seorang Pria Prancis." ujar Nelson tetapi Ken tidak memedulikannya sama sekali.
"Ken Nona Kim di paksa minum oleh pria tersebut, apakah dia baik-baik saja." ujar Nelson kembali.
Saat mendengarnya Ken langsung beranjak dari kursinya dengan kasar dan menuju ke arah Kim yang sudah meminumnya. Kim yang tidak pernah minum minuman yang beralkohol langsung loyo, dan pria yang ada di sampingnya itu berencana untuk membawahnya pergi tetapi terburu Ken datang dengan memegang bahu pria tersebut.
"Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?." tanya Ken yang sedikit mulai mabuk.
"Apa urusanmu, pergi sana." cetus pria yang tak di kenal itu dalam berbahasa Prancis.
Ken yang mengerti apa yang dikatakan pria Prancis itu, Ken langsung menjawab dengan bahasa Prancis "Elle est ma femme." dengan suara yang keras dan tegas.
Catatan: C'est ma femme, artinya dia adalah wanitaku.
"Mana buktinya jika wanita ini adalah milikmu?." jawab pria Prancis dengan bahasa Prancis.
"Elle est ma petite amie." teriak Ken yang marah terhadap pria Prancis itu.
Catatan: Elle est ma petite amie, artinya dia adalah pacarku.
Melihat Ken yang sangat emosi dan sedikit mabuk Nelson langsung menghentikan Ken yang semakin meledak-ledak.
"Maaf Tuan, tolong lepaskan wanita itu karena dia adalah pacar pria ini." kata Nelson pada pria Prancis tersebut.
Dengan terpaksa pria Prancis tersebut melepaskan Kim dan pergi begitu saja. Kim yang kehilangan keseimbangan langsung di tangkap Ken tubuhnya.
"Nona Kim, apakah kamu baik-baik saja?." tanya Ken seraya menyadarkan Kim yang tidak sadarkan diri dalam dekapannya.
Kim benar-benar tidak sadarkan diri hanya dengan segelas. Ken langsung mengangkat tubuh Kim dengan mudah seraya berkata "Sorry Nelson, aku harus membawa Nona Kim kembali ke hotel, besok kita bertemu lagi."
"Besok aku kembali ke New York, begini saja kita bertemu di sana saja oke." jawab Nelson seraya tersenyum pada Ken
"Oke baiklah, sampai jumpa di New York, Bye." ujar Ken kemudian pergi seraya mengangkat tubuh Kim.
πΊπΊπΊ
Ken dapat merasakan napas beratnya Kim saat tidak sadarkan diri, di ikut kepalanya yang telentang seakan terjatuh ke belakang. Ken yang melihat wajah polosnya Kim dengan bibir yang merah seperti buah ceri seakan menggoda Ken.
Lift mulai berjalan naik ke atas tetapi saat di lantai dua pintu lift terbuka, ada tiga pria masuk ke dalam lift sehingga Ken harus mundur ke belakang untuk memberi ruang pada tiga pria tersebut. Semakin ke atas lift semakin penuh sehingga Ken harus melindungi Kim yang tidak sadarkan diri.
Ken yang tidak tahan dengan tiga pria yang ada di depanya selalu memperhatikan Kim dengan pandangan kotor mereka. Tidak ada pilihan lain selain mengganti posisi, Kim yang tersandar di dinding lift sedangkan Ken masih memeluk pinggangnya Kim dengan erat.
Saat pintu lift kembali terbuka ada banyak orang yang memaksa masuk ke dalam lift sehingga tubuh Ken dan Kim sangat dekat sekali tanpa menyisihkan ruang sedikit pun. Tiba-tiba jantung Ken berdetak tak karuan karena posisinya dan Kim sangat dekat sekali, Ken menahan dirinya dan juga menahan dorongan orang-orang yang ada di depannya.
Tercium jelas aroma parfum mawar dari tubuh Kim di hidungnya Ken dengan napas beratnya Kim membuat Ken menelan ludahnya karena wanita yang ada di dekapannya itu sangat menggodanya. Cukup dengan posisi mereka yang bisa di bilang sangat intim membuat Ken harus menahan diri sehingga seluruh wajahnya merah merona seperti udang rebus.
Kim yang ada dalam dekapannya itu sesaat membuka matanya, menatap lekat wajahnya Ken, dalam keadaan mabuk dia merasa tidak nyaman dengan posisinya yang terlalu sempit Kim mencoba meraih kedua tangan Ken yang memegangi pinggangnya tetapi Ken menolak untuk melepaskannya dan semakin erat Ken memegangi pinggangnya, Kim berhenti bergerak dan menutup matanya kembali dengan kepalanya yang di benamkannya di dada bidangnya Ken. kegelisahan semakin melanda diri Ken karena wanita ini semakin menempelkan dirinya dengannya, di tambah lagi lambatnya lift yang berjalan membuat Ken habis kesabarannya.
Ken POV.
Aku tidak mengerti mengapa tanganku bergerak sendiri untuk membelai rambut Nona Kim. Dia sangat cantik sekali, rasanya aku ingin sekali mengecup bibirnya untuk satu kali saja, tetapi itu bukan gayaku.
Nona Kim mulai bersikap aneh dan membuat suara aneh seakan ingin muntah. Seperti yang aku duga ternyata Nona Kim muntah di jasku dan anehnya tidak ada rasa marah dalam diriku, seperti biasanya aku selalu marah jika ada yang sedikit saja mengotori apa yang aku kenakan tetapi mengapa aku merasa baik-baik saja melihat Nona Kim mengotori jasku. Dia terlihat sangat mengemaskan seperti bayi.
Author POV.
Kini di dalam lift hanya tertinggal Ken dan Kim. Ken tidak melepaskan wanita itu dari pelukannya, saat pintu lift terbuka Ken mengangkat tubuh Kim dan keluar dari lift.
Ken membuka pintu kamar Kim yang bersampingan dengan kamarnya. Ken menidurkan Kim di atas kasur dengan melepaskan sepatu dan jaket yang di kenakan oleh Kim, saat Ken melepaskan Jaketnya tiba-tiba Kim berkata pada Ken.
"Tuan apakah boleh aku beristirahat sebentar?." tanya Kim yang mabuk.
Ken hanya tersenyum dan berkata "Sekarang Nona Kim boleh beristirahat." seraya melepaskan jaketnya Kim.
Kim menghentikan Ken untuk melepaskan jaketnya yang lekat pada tubuhnya, seakan dia tidak ingin pria itu melepasnya. "Kamu tidak boleh melepasnya, ini adalah privasiku tolong jangan lepaskan aku mohon Tuan." kata Kim yang menyilangkan kedua tangannya di dada yang diiringi hempasan tubuh Kim di atas kasur.
"Nona Kim, aku harus melepaskannya jika tidak....." paksa Ken tetapi terburu Kim menghentikan pembicaraannya dengan menarik tubuh pria itu hingga menindih tubuhnya dari atas.
"Bisa tidak Tuan pergi, aku sangat lelah dan sangat membutuhkan waktu untuk beristirahat karena ini tidak boleh terlalu lelah." ujar Kim seraya menunjuk dadanya yang sedikit ke arah kiri.
"Oke baiklah aku akan pergi sekarang tetapi setelah melepas jaketmu." jawab Ken seraya menarik tubuh Kim untuk duduk sebentar dan melepas paksa jaketnya.
Kim dalam keadaan mabuk memberontak sehingga Ken tidak punya pilihan lain selain memegangi tubuhnya Kim dengan mendekapnya dengan erat. Setelah jaket tersebut terlepas Kim tertidur di pelukan Ken.
Ken mencoba untuk melepaskan pelukannya tetapi Kim tidak mau melepaskannya dan semakin erat pelukan Kim hingga dia menaiki tubuh Ken.
"Kamu tidak boleh pergi, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja." ujar Kim yang mabuk seraya meruncingkan bibirnya ke depan.
Ken yang melihatnya hanya bisa menggigit bibirnya sendiri tetapi pada akhirnya Ken kehilangan kendali dalam dirinya, dia ******* bibir wanita itu dengan tergesa-gesa tetapi wanita itu hanya diam saja dan tidak melakukan apa pun sedangkan Ken ******* habis bibirnya itu, hingga wanita itu menutup matanya dan tubuhnya secara alami terhempas dengan lembut di atas kasur, tetapi Ken meraih pinggang wanita itu dengan tangan kanannya dan menghentikan ciumannya, lalu meletakkan tubuh wanita itu dengan halus di atas kasur.
Saat Ken hendak pergi dari kamar itu, tetapi dia kembali menghampiri Kim yang tertidur pulas. Ken memandang lekat-lekat wanita yang ada di depan matanya itu, lalu dia mengecup keningnya dan kemudian pergi.
.
.
Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.β€π§‘πππππ€π€π€