
Cinta dapat mengubah kehidupan seseorang, baik dan buruknya kehidupan seseorang jika sudah jatuh cinta maka akan berubah begitu saja.
Kehidupan Kim berubah setelah bertemu dengan Ken, hari demi hari dia merasa seperti terlahir kembali di dunia yang berbeda. Banyak yang Kim tidak ketahui tentang pria yang dia cintai, tetapi cinta membuatnya tidak peduli akan hal tersebut.
Sejak kejadian semalam Kim selalu tersenyum sendiri, dia pun tidak tahu apa yang terjadi padanya, mungkin cinta telah membuatnya berbunga di musim panas.
“Kamu kenapa tersenyum sendiri dari tadi?” tanya Grece pada Kim yang hanyut dalam lamunannya.
Menyadari akan pertanyaan yang di lontarkan sahabatnya itu Kim menjawab tanpa berhenti tersenyum. “I fall in Love.”
“Apakah kamu serius dengan ucapanmu?” seru Grece yang tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Kim padanya.
“Em...” Kim menganggukkan kepalanya beberapa kali.
“Sama siapa?” tanya Grece kembali dengan penasaran, walaupun dia sudah tahu siapa orangnya.
“Dia adalah Kenley Ellieston.” Jawab Kim tanpa malu sedikit pun.
Grece tertawa seraya matanya melihat ke belakang Kim. melihat respons Grece yang sedikit aneh dengan mata menatap ke belakangannya, membuat Kim menyadari akan satu hal, kemudian dia berbalik dan saat berbalik dia melihat Ken sudah ada di belakangnya dengan kedua sudut bibir yang terangkat.
“Tu...Tuan, sejak kapan Anda ada di sana?” tanya Kim terbantah-bantah dengan wajah yang memerah.
“Sejak kamu mengatakan cinta padaku.” saut Ken dengan tersenyum dengan mata yang hampir tertutup saking lebarnya dia tersenyum.
Mata Kim berkedip beberapa kali mendengar apa yang di katakan Ken padanya. dengan cepat dia mengangkat kedua tangannya menutupi wajahnya dengan berkata. “Ini sangat memalukan.” Dengan cepat Kim berjalan meninggalkan tempat itu.
“Honey, mau pergi ke mana?” seru Ken dengan suara yang sedikit tinggi.
“Jangan panggil aku seperti itu.” Teriak Kim tanpa menoleh ke belakang.
Melihat sikap Kim seperti itu membuat Ken dan Grece tertawa lepas karena mereka berdua tidak pernah melihat Kim merasa sangat malu seperti itu.
🌺🌺🌺
Kim mengingat dia ada janji dengan seseorang, supaya tidak telat dan ingkar akan janji Kim meminta izin pulang lebih cepat, dengan susah paya akhirnya dia mendapat izin dari sang kekasih yang tak lain adalah bosnya sendiri.
“Ingat jangan pulang terlalu malam.” Seru Ken dengan nada suara seakan tidak ingin mengizinkan Kim pergi.
“Baiklah.” Saut Kim dengan tersenyum, tetapi senyuman Kim tidak di balas balik oleh Ken.
Kim yang melihat pria yang dia cintai tak membalas senyumannya, kemudian dia berjalan mendekat ke arah meja kerja Ken dengan perlahan Kim mencium pipi Ken seraya berbisik di telinganya. “Aku akan segera kembali, jadi tolong tersenyumlah untuk sayang.”
Apa yang di bisikan Kim berhasil membuat Ken tidak marah dan tersenyum lebar padanya.
“Baiklah, sopirku akan mengantarmu.” ucap Ken yang tidak bisa begitu saja membiarkan wanita dia cintai pergi begitu saja.
“Tidak perlu, aku bisa naik taksi.” Seru Kim menolak.
“Kalau begitu biar aku saja yang mengantarmu.” Kata Ken yang tidak mau kalah.
“Oke baiklah biar sopirmu saja yang mengantarku.” Cetus Kim dan pergi meninggalkan Ken begitu saja.
Ken tersenyum melihat Kim yang keras kepala pada akhirnya menerima apa yang di inginkannya.
“Sangat susah sekali membuatnya menurut padaku, tepi aku sangat menyukainya.” Kata Ken sendiri di dalam ruangan kerjanya.
🌺🌺🌺
Adam Smith merupakan seorang Dokter ahli jantung, dia sudah bertahun-tahun mengenal Kim dan keluarganya, bisa di bilang hubungan keluarga mereka sudah sangat dekat.
“Tidak ada.” Saut Kim biasa saja.
“Hasil pemeriksaan hari ini, keadaan jantungmu memburuk Kim.” katanya dengan khawatir.
“Apakah aku akan baik-baik saja?” tanya Kim yang membuat Dr. Adam mendongkak saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan Kim padanya.
“Apa aku tidak salah dengar, apa yang barusan yang kamu tanyakan padaku?” seru Adam tidak percaya.
“Apakah aku akan mati?” tanya Kim kembali tanpa memedulikan pertanyaan Dr. Adam padanya.
“Apa yang membuat kamu berubah seperti ini? Dulu kamu tidak seperti ini, setiap kali aku melihatmu tidak ada harapan di matamu, tapi sekarang semuanya berbeda.” tanya Adam yang penasaran karena selama ini Kim tidak pernah peduli tentang kondisi jantungnya, mau seburuk apa kondisi jantungnya dia tidak pernah peduli dan tidak akan pernah bertanya seperti ini.
Kim hanya diam saja saat mendengar pertanyaan Dr. Adam padanya, karena selama ini memang benar apa yang dikatakan oleh Dr. Adam padanya.
“Aku ingin hidup.” Cetus Kim memecah kebisuannya selama ini. Dia menyimpan semuanya di dalam hatinya, dia tidak pernah mengungkapkan isi hatinya tetapi sekarang untuk pertama kalinya dia katakan bahwa dia ingin hidup.
“Kim kondisi jantungmu memburuk, sepertinya semua ini di sebabkan oleh gaya hidupmu yang berubah. Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan selama ini, tetapi yang pasti kamu harus stop semuanya, dan hindari makanan dan minuman yang tidak baik buat kesehatan jantungmu.” Kata Dr. Adam menjelaskan.
“Baiklah Dokter, aku akan berusaha.” Saut Kim dengan lemah.
“Kamu harus lakukan semua apa yang barusan aku katakan, dan yang pertama kamu tidak boleh melakukan hal-hal yang keras seperti berlari.” Seru Dr. Adam kembali pada Kim.
“Baiklah dokter terima kasih untuk hari ini.” Jawab Kim dan pergi keluar dari ruangan Dr. Adam.
🌺🌺🌺
Setelah bertemu Dr. Adam, Kim tidak bersemangat sedikit pun. Setiap kali Kim bertemu Dr. Adam dia selalu tidak bersemangat karena dia tahu apa yang akan di katakan Dr. Adam akan berakhir dengan kesedihan dan luka yang sangat dalam sehingga tidak bisa di hindari.
Tiba-tiba hujan lebat saat Kim hendak keluar dari Rumah sakit, tetapi dia tidak peduli dengan hujan yang lebat, dengan hati yang hampa Kim menerobos hujan dan meninggalkan sopir yang di utus Ken untuk mengantar jemputnya.
“Dari semenjak dulu aku selalu menuruti semua yang dikata oleh Dr. Adam, tapi nyatanya tidak ada perubahan sedikit pun, aku akan tetap berakhir dengan menyedihkan aku tahu jika Tuhan tidak sayang padaku, tapi setidaknya berikan aku sedikit waktu untuk hidup sampai aku bisa memiliki anak dari pria yang aku cintai.” Kata Kim dalam hujan lebat seraya menangis di jalanan sehingga seluruh tubuhnya basah karena terkena hujan.
“Nona, tolong masuk ke dalam mobil nanti Tuan akan marah.” Seru Sopir Ken yang mengikutinya.
Kim menuruti apa yang dikatakan sopir itu padanya, dia tahu jika dia tidak menurut Ken akan marah besar pada sopir itu, dan yang paling penting Ken akan mencurigainya.
“Nona apakah kita langsung pulang?”
“Iya, kita langsung pulang saja.” Saut Kim seraya menatap dengan kosong ke luar jendela mobil.
.
.
.
Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍