Protect My Heart

Protect My Heart
Part 27



Banyak yang dapat berubah dalam satu hari, Kim tidak akan mengira jika dirinya dengan mudah memaafkan pria yang telah menyakitinya dalam waktu yang singkat. Bukan karena Saly tetapi Kim memang benar-benar mencintai Ken sehingga dia memberi kesempatan padanya. Dengan semangat dan hati yang terbuka Kim mencoba menganggap semua yang telah melukai hatinya hanya kesalahan dan melupakannya begitu saja.


Sesuai saran dari Saly, Kim mendatangi kantor Ken tanpa memberitahu terlebih dahulu. Karena menurut Saly, Ken akan senang jika dirinya mendatanginya saat di kantor. Ken selalu tidak sempat menemuinya karena pekerjaan. Setiap kali Saly datang Ken selalu tersenyum lebar dan mengajaknya pergi jalan-jalan dan melupakan pekerjaannya demi adik tersayang.


Sesuai saran dari Saly Kim datang ke kantornya Ken dengan membawa bekal makan siang di tangannya. Sebelum masuk ke dalam ruangan Ken, Kim terlebih dahulu mendatangi meja kerjanya Grece.


Melihat Grece yang duduk di depan komputernya Kim berencana untuk mengejutkan sahabatnya itu, tetapi saat hendak mengejutkan Grece Nelson terlebih dahulu menyapanya.


“Hai...Nona Kim.” sapa Nelson yang berada di belakangnya.


Mendengar suara Nelson, secara bersamaan Kim dan Grece menatap ke arah yang sama. Mata Kim tertuju pada Nelson sedangkan mata Grece tertuju pada Kim.


“Hai...Tuan Nelson.” Kim menyapa balik dengan tersenyum tipis padanya. kemudian Kim langsung berbalik menatap Grece yang ada di depannya. “Grece, kamu baik-baik saja?” tanya Kim pada sahabatnya itu.


“Ah...aku baik-baik saja.” Jawab Grece dengan gugup dan tegang di hadapan Kim.


“Kau yakin Baik-baik saja?” saut Nelson seraya mendekat di meja kerjanya Grece.


“Kim, ada apa datang kemari?” tanya Grece yang mengabaikan Nelson begitu saja.


“Aku datang kemari untuk menemui Ken dan membawakan bekal makan siang.” Kata Kim yang tersenyum manis seraya mengangkat Paper bag yang ada di tangannya.


“Kebetulan aku juga ingin menemui Ken, apa boleh aku ikut kalian makan bekal itu?” sela Nelson menghadap Kim.


“Tentu saja boleh jika Ken tidak keberatan.” Jawab Kim dengan kedua sudut bibirnya yang terangkat ke atas.


Melihat Kim tersenyum Nelson mengajukan pertanyaan pada Kim. “Nona Kim, apakah kau dan Ken berkencan?” dengan malu-malu Kim menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.


“Wow...selamat untukmu Nona Kim.” ucap Nelson seraya mengulurkan tangannya pada Kim untuk berjabat tangan.


Saat Kim hendak menyambut tangannya Nelson, tiba-tiba Grece berkata pada mereka berdua. “Kalian berdua tidak bisa menemui Tuan Ken sekarang.”


“Kenapa?” seru Kim yang sedikit kecewa.


“Ka__karena Tuan Ken sedang ada rapat dan tidak bisa di ganggu untuk sekarang.” jawab Grece terbata dan terlihat sangat gugup. “Lebih baik kalian pulang sekarang.” sambung Grece yang meminta Kim dan Nelson untuk pergi.


Tanpa bertanya Kim menuruti apa yang dikatakan sahabatnya itu. “Grece tolong berikan bekal ini pada Ken setelah rapatnya selesai.” Pinta Kim pada Grece seraya memberikan Paper Bag yang ada di tangannya itu.


“Baiklah akan aku berikan pada Tuan Ken.” kata Grece  yang terlihat sedikit lega karena Kim akan pergi.


“Baiklah jika memang Ken tidak bisa diganggu aku pergi dulu.” Kata Nelson yang langsung pergi.


“Maafkan aku Tuan Nelson, nanti akan aku sampaikan pada Tuan Ken jika Anda datang menemuinya.” Kata Grece pada Nelson yang sudah pergi. “Terus kamu belum pergi sekarang?” seru Grece pada Kim.


“Setalah aku dari Toilet.” Kata Kim seraya menuju toilet yang sering dia gunakannya saat masih menjadi asistennya Ken.


🌺🌺🌺


Lima menit kemudian.


Kim keluar dari toilet, dari jauh dia melihat Ken dan seorang wanita masuk ke dalam lift. Secara perlahan Kim berjalan mendekati pintu lift yang hampir tertutup, di sana terlihat sangat jelas Ken sedang berciuman dengan wanita yang tak asing baginya, Rose.


Air mata membendung di matanya Kim, waktu terasa terhenti begitu saja. Kim merasa kepalanya terasa kosong hanya satu ingatan yang berputar di kepalanya, di mana ingatan tersebut baru terjadi beberapa detik yang lalu.


“Kim apakah kamu baik-baik saja?” seru Grece yang melihat Kim menyaksikan apa yang barusan Kim lihat.


“Apakah ini alasan Kau membohongiku?” mata Kim terus menatap pintu lift yang sudah tertutup.


“Maafkan aku Kim, aku tidak ingin kamu melihat semua ini.” Lirih Grece seraya menggenggam erat tangannya Kim.


“Sudah berapa lama dia bersama dengannya?” tanya Kim kembali pada Grece dengan air mata yang tertahan.


“Kenapa Kau tidak memberitahuku.” Suara Kim bergetar menahan tangis dalam dirinya. Sesaat Grece hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari Kim. “Jawab aku Grece, apakah Ken yang menyuruhmu untuk tutup mulut?” sambung Kim.


“Itu tidak benar Kim, dia tidak menyuruhku sama sekali.” Jawab Grece yang tidak membenarkan apa yang di katakan oleh Kim.


“Terus kenapa Kau tidak memberitahuku!” bentak Kim pada Grece.


“Karena aku tidak ingin kau terluka!” Grece membalas dengan berteriak pada Kim.


Suasana hening seketika, Kim diam seribu bahasa karena apa yang di katakan Grece padanya benar. Dia telah terluka.


“Kim, tolong maafkan aku.” Kata Grece memohon seraya memegang erat kedua tangan Kim. “Kim tolong jawab aku, jangan diam saja seperti ini.” Sambung Grece yang khawatir.


“Aku kira kita sahabat, tapi kenyataannya kau menganggapku seperti tidak ada sama sekali. Aku sangat kecewa padamu Grece.” Cetus Kim seraya melepaskan tangan Grece dari tangannya.


“Apa maksudmu berkata seperti itu?” seru Grece yang tidak mengerti.


“Tolong biarkan aku sendiri, aku butuh waktu.” Kata Kim pada Grece. Dan Kim pergi meninggalkan Grece sendirian.


🌺🌺🌺


Lima belas menit kemudian.


Ken kembali ke ruangannya. Saat baru mendaratkan bokongnya di kursi kerjanya, Grece datang menghampiri Ken dengan berkata. “Tuan ada yang ingin aku katakan.”


“Katakan, ada apa?” seru Ken dengan nada datarnya dan terlihat jelas bekas lipstik di bibirnya Ken.


“Tuan tadi Kim datang menemuimu dan menitipkan bekal ini untuk Anda.” Kata Grece menatap tajam Bosnya itu.


“Oke baiklah, kau boleh pergi.” Kata Ken yang seolah tidak peduli dan meminta sekretarisnya itu untuk pergi.


Melihat reaksi dari Bosnya itu Grece sangat kesal dan marah padanya. “Dia melihat semua yang Anda lakukan bersama Nona Rose di dalam lift!” marah Grece dengan nada suara yang tegas dan mendalam.


Ken menghentikan gerakan tangannya dan pena yang ada di tangannya terlepas begitu saja dia atas berkas yang hendak dia tanda tangani. Hening sesaat dan akhirnya Ken berkata. “Dia akan baik-baik saja.” Suara Ken yang terdengar biasa saja.


“Apakah Tuan yakin?” seru Grece yang emosi tetapi dia hanya menahannya.


“Emm...” Angguk Ken dan kembali mengerakkan tangannya untuk menanda tangani berkas penting.


“Tuan, boleh aku katakan sesuatu padamu?” Grece memberanikan dirinya untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan.


“Kataka saja.” Suara datarnya Ken membuat emosi Grece semakin memuncak.


“Untuk pertama dan terakhir kalinya aku katakan pada Tuan, jadi dengarkan baik-baik apa yang aku katakan.” Kata Grece dengan suara yang sedikit bergetar karena menahan emosinya.


“Katakan apa yang ingin kau katakan.” Ken menatap tajam matanya Grece dengan tatapan membunuh.


“Sebagai sahabatnya Kim, aku sangat kecewa pada Tuan. Aku tidak peduli jika tuan akan memecatku atau tidak, suatu saat Tuan akan menyesali apa yang Tuan lakukan pada Sahabatku. Ada saatnya Tuan akan kehilangan Dirinya untuk selamanya. Aku tidak percaya Tuan mengatakan Jika Kim akan baik-baik saja setelah apa yang Tuan lakukan padanya, aku tahu Kim dan aku sangat mengenalnya, jadi Tuan berhentilah mengatakan Jika dia akan baik-baik saja. Jadi aku mohon pada Tuan berhenti bertingkah seakan Tuan tidak peduli padanya.”  Grece berhenti berbicara karena dia ingin menangis di hadapan Bosnya itu, tetapi dia memilih pergi dari ruangan tersebut.


Setelah Grece pergi hanya keheningan yang ada di ruangan tersebut. Ken diam seribu bahasa, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍