Protect My Heart

Protect My Heart
Part 24



Sudah dua minggu semenjak kematian Marvin Ellieston.


Selama dua minggu terakhir ini Ken sangat sibuk sekali karena harus menghandle perusahaan sendirian tanpa sosok sang ayah. Semenjak kematian sang ayah Ken menjadi lebih dingin dari sebelumnya tanpa senyum di wajah tampannya.


Semenjak kematian sang ayah Ken tidak pernah pulang ke apartemennya. Kim tidak lagi menjadi asistennya semenjak kematian Marvin. Selama dua minggu terakhir ini Kim tidak pernah bertemu dengannya sama sekali, hingga satu hari Ken pulang ke apartemennya dengan keadaan mabuk berat.


Sekian lama tidak pulang pada akhirnya Ken pulang dengan penampilan yang tidak terawat sama sekali. Rambutnya sedikit panjang dengan janggut yang sedikit lebat di garis wajahnya.


“Apakah kamu tidak apa-apa?” seru Kim yang khawatir padanya.


“Lepaskan tanganmu dariku!” bentak Ken dalam keadaan mabuk berat.


“Aku tidak bisa melepaskanmu, nanti kau akan ambruk ke lantai.” Jawab Kim yang masih menopang tubuh Ken yang layu dan tak seimbang.


“Lepaskan! Aku bisa berjalan sendiri.” Seru Ken membentak dan menepis tangannya Kim darinya.


Kim sangat terkejut karena perlakuan Ken padanya. dia tidak yakin Ken akan bersikap kasar padanya dalam keadaan sadar, dia sangat yakin Ken bersikap kasar padanya hanya karena dia dalam keadaan mabuk.


Kim hanya membiarkan Ken berjalan masuk ke dalam kamarnya, dia hanya mengikutinya dari belakang sampai Ken benar-benar masuk ke dalam kamarnya.


Apakah dia baik-baik saja? Aku sangat khawatir padanya, sudah dua minggu lebih  semenjak kematian ayahnya. Batin Kim seraya memandangi Ken berjalan ke arah kamarnya.


 


🌺🌺🌺


 


Ken terbangun dari tidurnya dengan kepalanya yang terasa sangat berat dan pusing karena mabuk berat semalam. Saat dia beranjak dari tempat tidurnya dia  melihat Kim yang sedang berdiri di depan jendela kaca yang besar di dalam kamarnya yang sedang memandanginya.


“Apa kau sudah baikkan?” tanya Kim dengan tersenyum pada Ken.


Ken hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Kim padanya. kemudian dia beranjak dari tempat tidurnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa memandang ke arah Kim sama sekali.


Kim tersenyum canggung saat melihat pria itu mengabaikannya begitu saja, tetapi dia tidak akan menyerah untuk membuat pria yang dia cintai berbicara padanya.


Saat menunggu Ken selesai mandi Kim menyiapkan semua yang di perlukan Ken mulai dari sarapan pakaian kerja dan sepatu. Dengan semangat Kim menyiapkan semuanya tanpa mengeluh sedikit pun selayaknya asistennya.


Setelah semuanya sudah siap Ken keluar dari kamar mandinya dengan menggunakan handuk putih yang menyelimuti bagian pinggangnya hingga lututnya. Ken berjalan dengan perlahan hingga pada akhirnya dia berkata pada Kim.


“Kau sedang apa di kamarku?” seru Ken yang sangat dingin.


“Ah...aku sedang menyiapkan baju kerjamu dan sarapan untukmu.” Jawab Kim yang tersenyum canggung karena suasa yang dia rasakan seperti saat dia baru pertama kali bekerja dengan Ken.


Tidak ada jawaban dari Ken, dia hanya diam saja dengan wajah datarnya yang dingin membuat Kim sangat terintimidasi karenanya.


“Jika sudah selesai bisakah kau keluar dari kamarku.” Cetus Ken dengan nada datarnya.


“Baiklah, jika perlu sesuatu panggil saja aku.”


Kemudian Kim keluar dari kamar Ken dengan perasaan yang sedikit kecewa karena perlakuan Ken padanya.


Kim sengaja duduk di ruangan tamu hanya untuk menunggu Ken keluar dari kamarnya. Saat Ken keluar dari kamarnya dan melihat dengan menatap tajam Kim seperti menyimpan rasa benci, pada akhirnya dia pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Kim walaupun dia melihat Kim sedang menunggunya.


🌺🌺🌺


Lima menit menunggu pada akhirnya Saly datang dan langsung menyapa Kim dengan memeluknya. “Hai, apa kabar kamu?” seru Kim dengan lembut seraya memeluk balik Saly.


“I am good, ada apa sehingga kamu ingin bertemu denganku?” tanya Saly setelah melepas pelukannya.


“Sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu padamu.”


“Tentang apa?” tanya Saly yang menatap serius wajahnya Kim.


“Tentang Ken.”


“Tanyakan saja.”


“Apakah Ken baik-baik saja?” tanya Kim dengan pelan seraya menatap ke bawah.


“Bukannya kalian tinggal bersama?” seru Saly yang bingung.


“Semenjak kematian Tuan Marvin dia tidak pernah pulang ke apartemennya.”


“Dia juga tidak pulang ke rumah semenjak kematian Daddy, sebenarnya apa yang terlah terjadi Kim?” tanya Saly seraya meraih tangan Kim yang terletak di atas meja.


“Sebenarnya dia pulang ke apartemen semalam dalam keadaan mabuk berat dan aku sangat khawatir padanya, dia terlihat sangat kacau sekali.” ucap Kim mengungkapkan apa yang ada dalam benaknya tentang Ken.


“Kamu tenang nanti akan aku cari tahu apa yang telah terjadi padanya, aku akan membantumu.” Kata Saly yang menenangkan Kim dengan menggenggam erat tangannya.


“Aku sangat khawatir padanya, aku tidak bisa melihatnya seperti itu, dia memang terlihat seperti Ken yang dulu tetapi Ken yang sekarang sedikit berbeda, dia lebih dingin dan kasar.” Kim meneteskan air matanya.


Saly menyekat air mata Kim dengan menggunakan jarinya dan berkata “Aku akan membantumu Kim, karena aku juga tidak ingin melihat My Brother seperti itu, aku tidak suka.”


Kim menggenggam erat tangannya Saly seraya air matanya menetes di pipi mulusnya. Jika cara ini tidak berhasil memujuk Ken tidak ada yang bisa Kim lakukan lagi selain menunggu Ken kembali seperti dulu.


Apa yang di pikirkan Ken tidak ada yang tahu. Kekhawatiran dan kegelisahan menetap di dalam dirinya Kim, dia takut jika pria yang dia cintai akan terluka dan menderita lebih lama lagi jika pria itu terus-terusan seperti itu.


Melihat sahabatnya menangis Saly merasa bersalah karena penyebab menangisnya sahabatnya itu adalah kakaknya sendiri. Tidak ada cara lain untuk membuat sahabatnya melupakan segalanya adalah dengan cara menghiburnya dengan mengajaknya pergi ke suatu tempat.


“Kim hari ini kau ikut denganku saja untuk menenangkan pikiranmu.”


“Mau ke mana?” tanya Kim seraya menghapus sisa air matanya.


“Kamu ikut saja, nanti juga akan tahu.” Jawab Saly yang beranjak dari kursinya dan menarik Kim keluar dari Cafe tersebut, dan Kim hanya mengekori Saly dari belakang dengan terpaksa.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍