Protect My Heart

Protect My Heart
Part 25



Kim POV.


Aku di make over habis-habisan oleh Saly, aku tidak tahu apa tujuannya mendandaniku seperti ini. Aku bisa melihat jelas diriku dari pantulan kaca yang sangat besar, di sana aku sangat berbeda mengenakan gaun hitam yang pendeknya selutut tetapi tidak terlalu ketat di tubuhku dengan  High heels setinggi  10 cm dan rambutku yang bergelombang, aku terlihat sangat berbeda.


“Saly sebenarnya kita mau ke mana dengan berdandan seperti ini?” tanyaku.


“Sudah kamu ikut saja, aku yakin kamu akan menyukainya.” Kata Saly yang langsung masuk ke dalam mobil terlebih dahulu dariku. Aku hanya mengikuti apa yang dikatakan Saly padaku, kemudian aku ikut masuk ke dalam mobil. Setelah aku masuk Saly langsung tancap gas menuju ke tempat yang dia maksudkan.


Sekitar lima belas menit kami sampai tujuan, saat keluar dari mobil aku bisa melihat banyak sekali wanita dan pria dengan pakai modis dan terlihat jelas gaun semua wanita yang melintas di depanku lebih seksi dari gaunku.


“Kim ayo kita masuk.” Ajak Saly seraya menarik tangan kiriku.


Awalnya kami berjalan melewati lorong sempit yang sedikit gelap kemudian kami masuk ke sebuah ruangan yang sedikit tidak asing, seperti sebuah klub malam tetapi bukan klub malam, ini terlihat lebih mewah dan elegan dengan lampu disko yang berkelab-kelib, aku sangat yakin jika ini adalah Party orang kaya.


Kami duduk di kursi yang paling ujung dengan dinding kaca, aku bisa melihat diriku di sana. Saat duduk Saly langsung pergi menghampiri  Bartender yang tidak jauh di samping kami duduk.


“Hay handsome, please have Two Low alcohol drinks.” Kata Saly pada Bartender tersebut.


Saly kembali ke kursinya dengan membawa dua gelas minuman dengan warna biru laut dan aku tidak tahu itu minuman apa? Tapi yang pasti aku percaya pada Saly, tidak mungkin dia memberiku minuman yang berbahaya.


“Saly untuk apa kita datang ke tempat ini?”


“Tentu saja bersenang-senang sekalian menyelesaikan masalahmu.” Kata Saly yang membuatku bingung dengan kata-katanya.


“Maksudmu apa?” tanyaku yang bingung.


“Tunggu sebentar lagi dan kamu akan mengerti apa maksudku.” Kata Saly yang semakin membuatku tidak mengerti dengan kata-katanya.


Tiga puluh menit sudah berlalu aku menunggu seperti yang dikatakan Saly padaku. gelasku sudah kosong dan aku menatap kesal Saly karena dia mengabaikanku dari tadi, dia meninggalkan aku sendirian dan berbicara dengan Pria yang tidak aku kenal.


Aku berdiri dari kursiku, tiba-tiba ada seorang pria yang terlihat yang tidak asing sedang berpidato di depan kerumunan wanita-wanita seksi dan berkelas menurutku. Setelah berbicara panjang lebar kemudian pria itu mengangkat gelasnya ke atas untuk merayakan Party bersama para tamu yang datang.


Setelah kerumunan wanita-wanita seksi itu bubar aku bisa melihat dengan jelas pria tersebut adalah Nelson Scott temannya Ken. Sepertinya Nelson melihatku, dia berjalan menghampiriku.


“Nona Kim?” katanya menyebut namaku dengan sopan.


“Hai...” sautku dengan canggung.


“Wow.....Nona Kim kau terlihat sangat berbeda dari sebelumnya.” Nelson berjalan memutariku seraya memperhatikan penampilanku.


“Kau sedang apa?” seruku dengan mengerutkan keningku.


“Tidak melakukan apa-apa, hanya melihatmu yang sangat cantik malam ini.” Kata Nelson memujiku dengan kedua tangannya di atas dada.


“Terima kasih.” Lirihku malu.


“Nona Kim datang bersama siapa?” seru Nelson dengan mata yang melihat di sekitarku.


“Dia datang bersamaku, apa ada masalah?” Saut Saly yang datang menghampiri kami.


Mata Nelson terbuka lebar seperti kedua bola matanya seakan ingin keluar. Dia sangat terkejut dengan kehadiran Saly, aku tidak tahu kenapa dia seperti itu, tapi yang pasti ada hal yang di tutup-tutupi olehnya.


“Nelson kau kenapa?” tanya Saly padanya. merasa curiga dengan sikapnya, Saly mendekati Nelson seraya menatap tajam seperti matanya ingin menusuknya.


Dengan gugup Nelson menghindari tatapan Saly dengan berkata “Tidak ada apa-apa.” Nelson semakin menghindari tatapan Saly.


“Jika tidak ada apa-apa kenapa kau bersikap aneh seperti ini saat melihatku, Hah!” Saly semakin mendesak Nelson supaya dia mau berbicara sebenarnya apa yang telah dia sembunyikan.


“Ah...hahaha... ini sudah jam satu malam, apakah kalian tidak pulang?” Nelson mengubah topik pembicaraan, di saat waktu bersamaan aku juga melihat jam di ponselku ternyata sekarang memang sudah jam satu malam.


“Aku tidak peduli dengan waktu, yang aku pedulikan sekarang apa yang kau sembunyikan dariku. Jawab!!” bentak Saly seraya menarik kera baju Nelson.


“Kamu tenang saja, biarkan aku menyelesaikan urusanku dengannya.” kata Saly yang tidak mau melepaskan kera bajunya Nelson.


“Saly tolong lepaskan kera bajuku, orang-orang sedang melihat kita sekarang.” Nelson terlihat sangat malu karena di lihat banyak orang, sedangkan ini adalah Party-nya.


“Aku tidak peduli, jika tidak ingin di lihat banyak orang kamu jawab dulu pertanyaanku sekarang.” Saly memaksa Nelson untuk menjawab pertanyaannya.


“Aku tidak mengerti, sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari Saly, tuan Nelson? Jika tidak ada apa-apa kamu jawab jujur saja.” Aku mulai ikut berkata supaya masalah ini cepat selesai.


“Oke baiklah, aku tidak akan menjelaskan tetapi aku akan langsung menunjukkannya.” Kata Nelson yang langsung membuat kami bingung sekaligus penasaran apa yang di maksudkan Nelson.


“Baiklah tunjukkan.” Saly meminta Nelson menujukan apa yang ingin dia tunjukkan padanya.


“Pertama-tama kau lepaskan dulu kera bajuku sekarang.” pinta Nelson pada Saly. Kemudian Saly melepaskannya.


“Terima kasih.” Nelson langsung melangkah untuk pergi begitu saja.


Tetapi Saly langsung menahan lengannya. “Kau mau pergi ke mana, Hah!!” kata Saly dengan keras.


“Katanya kau ingin aku menunjukkan apa yang ingin aku tunjukkan padamu.” Jawab Nelson seraya menatap mata Saly.


“Oke baiklah.” Saly langsung melepaskan lengan Nelson. Kemudian Nelson berjalan menuju sebuah lorong kecil di mana di sana banyak sekali pintu.


Aku dan Saly berjalan mengikuti Nelson, hingga di ujung lorong dan pintu terakhir yang aku lihat, Nelson langsung membukanya dan meminta Saly dan aku terlebih dahulu yang masuk ke dalam ruangan tersebut. Dengan ragu-ragu aku mengikuti Saly yang tanpa rasa takut langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.


Aku yang berada tepat di belakangnya Saly tidak bisa melihat apa yang ada di dalam ruangan tersebut, sedangkan Saly hanya berdiam diri seperti patung, aku yang penasaran kemudian berjalan ke sampingnya walaupun sedikit sesak. Saat kedua mataku menatap ke depan aku sangat terkejut dan mematung seperti yang di lakukan oleh Saly barusan. Apa yang aku lihat sekarang adalah hal yang membuatku sangat sakit hati.


Aku melihat ada banyak sekali wanita seksi berjumlah sekitar enam orang dengan satu pria yang sangat aku kenal dan yang sangat aku cintai. Ken berpelukan dan berciuman di depan mataku, hatiku sangat hancur melihat Ken bersama dengan wanita lain dengan bebas melakukan hal yang tidak ingin aku lihat.


“KEN!!!!” teriak Saly memanggilnya. Ken terlihat terkejut dengan kedatangan aku dan Saly.


Ken terlihat berdiri dan menghampiri kami yang ada di depan pintu. Dengan tubuh yang tak seimbang dia berjalan ke arah kami dengan tatapan mata yang tidak bisa aku artikan. Dia tersenyum saat melihatku, tetapi hatiku sangat sakit melihat senyumannya yang di tunjukkannya padaku. Dia berjalan ke arahku dan menyentuh rambutku dari atas hingga ujung rambutku.


“Kau terlihat sangat berbeda malam ini, terlihat sangat cantik.”  Ken memuji penampilanku, tetapi kenapa hatiku terluka saat dia berkata seperti itu padaku.


“Ken apa yang sedang kau lakukan sekarang?” seru Saly padanya.


Dia hanya mengabaikan Saly dan hanya fokus padaku. dia semakin mendekat padaku dan berbisik di telingaku. “Apakah kau mencintaiku?”


Aku hanya diam saja dan meneteskan air mata mendengar apa yang di bisikan Ken di telingaku.


“Jawab aku sayang, apakah kau mencintaiku?” bisiknya kembali di telingaku.


Air mataku semakin menetes dengan deras karena hatiku tidak bisa berbohong, hatiku mengatakan aku sangat mencintainya. Dengan perlahan aku menganggukkan kepalaku mengakui jika aku mencintainya.


“Jika memang kau mencintaiku seperti yang kau akui sekarang maka kau akan melupakan semuanya yang kau lihat malam ini, oke.” Kata Ken yang semakin membuat hatiku terluka. Aku terus menangis dan tidak menjawabnya karena aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi dari mulutku.


“Apa yang kau katakan pada Kim, sehingga dia menangis seperti itu?” seru Saly menariku ke sisinya.


“Aku hanya menanyakan apakah dia mencintaiku, itu saja.” Jawab Ken dengan nada dinginnya.


mendengarnya aku semakin sakit hati, kemudian aku memutuskan pergi meninggal ruangan tersebut dengan berlari. Aku terus menangis seraya berjalan melewati pintu-pintu di lorong sempit dan gelap, aku terus berjalan terasa lorong sempit ini tak ada ujungnya, hingga akhirnya aku berhasil keluar dari tempat tersebut dengan hati yang terluka.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍