Protect My Heart

Protect My Heart
Part 28



Malam dan jalanan yang sepi hanya lampu jalanan yang menerangi perjalanan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Dia menghitungi langkah kakinya yang lebih dari ratusan kali sudah melangkah tanpa lelah dan tanpa tujuan yang jelas.


Aku harus bagaimana? Hatiku sudah sering tersakiti tetapi kenapa hati ini juga yang tak bisa melupakannya. Batin Kim. Dia terus berjalan dan mata yang menatap kosong.


Drttt...Drttt...Drttt


Ponsel Kim bergetar di dalam saku celananya. Dengan kurang bersemangat Kim mengambil ponselnya.


“Hallo Kim ini Aunty,” terdengar suara wanita di ujung sana.


“Ya Aunty ada apa?” tanya Kim.


“Kim, Aunty mau kasih tahu kamu jika Linsy sedang berada di Rumah sakit karena sakit jantungnya kambuh lagi.” kata Aunty yang langsung menyadarkan Kim dari lamunannya.


“Aunty apakah Mama baik-baik saja?” suara Kim terdengar khawatir dengan keadaan Linsy.


“Kim, kau harus datang ke Chicago sekarang karena keadaan Linsy sangat buruk dan kata Dokter Linsy tidak bisa bertahan lebih dari satu minggu.” Kata Aunty-Nya Kim yang terdengar sedikit bergetar.


Langkah Kaki Kim terhenti, matanya memanas secara perlahan air matanya mengalir membasahi pipinya, bibirnya bergetar saat ingin mengatakan sesuatu tetapi dia tidak bisa berbicara lagi. Teleponnya terputus begitu saja, kakinya terasa lemas dan tidak bertenaga, sehingga Kim terduduk di atas aspal yang kasar dan keras.


Tangis Kim pecah dalam beberapa detik. Kini hati yang telah terluka dan sekarang tersayat oleh benda yang tak berwujud.


🌺🌺🌺


Kim berdiri begitu lama di depan pintu Apartemen Ken, berpikir untuk masuk atau tidak. Beberapa detik kemudian ada yang datang, secara tak langsung Kim menoleh ke belakannya, di sana dia bisa melihat dengan jelas jika Ken yang datang, tetapi dia tidak sendirian melainkan bersama seorang wanita yang berbeda dari yang sebelumnya.


Mata Kim semakin memanas melihat Ken membawa wanita lain pulang ke apartemennya. Sakit dan sakit yang di rasakan oleh Kim sekarang, tidak ada obat untuk menyembuhkan luka di hatinya yang belum sempat mengering, kini luka itu kembali terluka karena pria ini tidak ada habisnya membuat Kim tersakiti.


“Sedang apa kau berdiri di sini?” seru Ken yang melihat Kim berdiam diri di depan pintu Apartemennya.


“Apakah bisa Kita berbicara serius berdua?” tanya Kim yang tidak bersemangat sama sekali.


Awalnya Ken ingin menolak tetapi saat menatap Kim yang serius dan terlihat sangat putus asa Ken mengiyakan dan menyuruh wanita yang bersamanya tadi untuk pergi dari Apartemennya sekarang juga.


Setelah mereka masuk Apartemen Kim langsung bertanya pada Ken tanpa basa-basi sedikit pun. “Apa aku bagi dirimu?” mata merah Kim menatap tajam mata Ken.


Sesaat Ken hanya diam saja dan suara Kim kembali berkata padanya. “Jawab aku Ken!!!” teriak Kim yang kehilangan kesabaran.


“Kau hanya tetasan air hujan yang sempat menghalangi perjalananku. Sesaat aku terpesona dan merasa hujan itu indah tetapi sekarang aku sadar dan tidak peduli dengan keindahannya karena aku tahu hujan tidaklah penting dan hanya penghalang bagi perjalananku.” Jawab Ken yang begitu menusuk.


Mata Ken meredup seketika saat mendengar apa yang barusan dikatakan Kim padanya. seperti ada yang menghancurkan dinding pertahanannya, tidak ada kata yang bisa keluar dari mulut Ken karena apa yang dikatakan Kim padanya sangat menghancurkan dinding keras yang telah dibangun dalam dirinya.


“Maaf sebelumnya telah menghalangi perjalananmu, mulai sekarang aku akan berhenti menghujani perjalananmu.” ucap Kim yang melangkah pergi dari hadapan Ken.


“Kau mau pergi ke mana?” tanya Ken yang menahan legan Kim dengan kuat.


“Apa pedulimu? Aku hanya tetesan hujan yang tak berarti bagi dirimu.” Sindir Kim menepis tangannya Ken dari lengannya.


“Kau tidak boleh pergi dari sini__” kata Ken terpotong karena Kim berkata padanya.


“Tenang saja, aku hanya mau masuk ke dalam kamarku.” Kata Kim yang langsung masuk ke dalam kamarnya. Kim menutup pintu kamarnya dan langsung menangis di baling pintu tersebut karena dia tahu jika kata-kata yang dia katakan pada Ken sangat menghancurkannya.


Setelah berpikir panjang Kim memutuskan pergi diam-diam, keputusan telah di buat hanya menunggu waktu tengah malam dia akan pergi. Sebelum pergi Kim hanya meninggalkan sebuah memo kecil di atas nakas sebagai kata perpisahannya terhadap Ken.


Setelah waktu tengah malam Kim menjalankan aksinya untuk pergi. Sebelum pergi Kim sudah menyiapkan semuanya, termasuk alasan yang bisa membuat Ken tidak mencari keberadaannya.


“Selamat Tinggal Ken, aku mencintaimu.” Kim menutup pintu Apartemennya dengan perlahan dan langsung menuju bandara dengan menggunakan identitas yang berbeda.


🌺🌺🌺


Hampir lima belas menit menunggu penerbangan, Kim kembali mendapat kabar dari Aunty-Nya tentang keadaan Linsy yang semakin memburuk. Pada awalnya Kim berat untuk pergi meninggalkan semuanya tetapi sekarang tidak  ada lagi keraguan dalam dirinya karena Linsy adalah segalanya bagi Kim. hanya Linsy satu-satunya yang di milikinya setelah kematian sang ayah.


Perhatian, para penumpang Asia Pacific Airlines dengan  nomor penerbangan CA94526 tujuan Chicago dipersilakan naik ke pesawat udara melalui pintu A12.


Kim berdiri dari kursi tunggunya untuk menaiki pesawat. Saat penjaga bandara memeriksa paspor, ponsel Kim berdering menandakan jika ada yang menghubunginya. Tertulis jelas nama yang muncul di layar ponselnya Kim adalah Grece, tanpa ragu-ragu Kim langsung mematikan telepon tersebut. Maafkan aku Grece. Batin Kim.


Setelah paspor di kembalikan kepada Kim kemudian dia melangkah masuk menuju pesawat. Detik-detik terakhir Kim hendak mematikan ponselnya, ada telepon dari Saly yang hanya di abaikan oleh Kim. Maafkan aku Saly, karena tidak bisa menepati janjiku padamu. Batin Kim, kemudian dia mematikan ponselnya dan mengeluarkan sim card dari ponselnya.


Kini Kim duduk di kursi ekonomi dengan meneteskan air matanya seraya berkata dalam hatinya. “Setelah semua yang terjadi, aku tidak yakin bisa kembali lagi. aku tidak sanggup untuk kembali lagi ke sini, aku hanya bisa pergi tanpa mengucapkan kata perpisahan pada semua orang yang aku sayangi. Terima kasih dan selamat tinggal semuanya.”


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍