Protect My Heart

Protect My Heart
Part 10



Pagi-pagi sekali Kim sudah tiba di kantor, dia sudah mulai bekerja melakukan semua yang di perintah oleh Bosnya itu. Hal yang terakhir di lakukan Kim adalah menyeduh  Kopi panas sebelum Ken tiba di meja kerjanya.


Seperti biasa setelah melakukan tugasnya, Kim selalu pergi ke toilet untuk bermake up. Kim berjalan di lorong menuju toilet seraya mengobrak-abrik isi tasnya. Dia mencari sesuatu yang bisa di bilang sedikit kecil dan benda itu adalah soflens mata, Kim memiliki mata yang minus harus memakai soflens saat bekerja, selebihnya dia menggunakan kacamata bulat minusnya.


Sibuk mengobrak-abrik tasnya, Kim tidak menyadari jika Bosnya sudah datang dan berjalan di depannya. Sibuk dengan tasnya, Kim tidak sengaja menjatuhkannya sehingga semua isinya terkeluar. Kim langsung jongkok menghimpun barang-barangnya yang berserakan di lantai.


Ken yang menyadari wanita yang ada di depannya itu adalah Kim, dia langsung mendekat dan berkata “Nona Kim.”


Kim yang mengenali suara tersebut langsung berdiri dan membiarkan barang-barangnya di lantai. “Iya Tuan.” jawab Kim yang berdiri tegap di depan Bosnya itu.


Ken yang melihat Kim menggunakan kacamata bulat menatap lekat wajahnya Kim, dia mengira jika dirinya salah orang tetapi tidak wanita itu benar adalah asistennya. Hanya saja yang membedakan Kim yang sekarang adalah kacamata bulat yang di kenakannya.


“Apakah kamu benar Nona Kim?” tanya Ken seraya tidak yakin dengan apa yang dia lihat.


“Benar Tuan, ada apa?” tanya Kim balik seraya membetulkan kacamata bulatnya.


“Tidak ada, tolong bereskan barang-barangmu sekarang karena aku tidak suka melihatnya.” kata Ken dingin seraya melangkahkan kakinya melewati Kim begitu saja.


Kim hanya diam saja, dengan cepat dia membereskan barang-barangnya itu kemudian dia pergi ke toilet. Saat Kim berada di dalam toilet dengan menghadap kaca besar Kim langsung merapikan dirinya, terutama melepaskan kacamata bulatnya diganti dengan soflens minusnya.


Kim POV.


Sikapnya semakin dingin saja terhadapku, apakah dia masih marah padaku? Ada apa dengan diriku? kenapa aku bisa terbawah perasaan begini? ini tidak boleh terjadi dia sangat jauh untuk aku gapai.


Lihat dirimu Kim. Untuk bermake up saja harus di toilet tidak seperti wanita lainnya yang datang ke kantor sudah rapi dan cantik, sedangkan dirimu hanya bisa begini tiap harinya.


Apakah kejadian malam itu tidak ada artinya baginya? padahal itu adalah ciuman pertamaku. Gara-gara ciuman itu aku berpikir berlebihan begini. Ingat Kim ciuman itu adalah kesalahan, bukan karena dia menyukai dirimu. Kataku.


Aku yang berbicara pada diriku sendiri yang ada di kaca toilet, membuatku meratapi diri seperti orang gila.


Author POV.


Kim mulai menyadari jika dirinya memiliki sedikit perasaan terhadap Bosnya itu. Tetapi rasa percaya dirinya Kim mengalahkan perasaannya tersebut, sehingga membuat Kim untuk melupakan perasaannya itu.


Di sisi lain Kim tidak tahu apakah dia bisa lepas dari perasaannya sendiri. Kenyataannya banyak sekali wanita seperti Kim memiliki perasaan terhadap Ken lebih memilih untuk melupakan sepetinya, tetapi sebagian besar wanita-wanita tersebut tidak bisa melupakan perasaan mereka begitu saja terhadap Ken. butuh banyak waktu untuk melupakan sosok dingin dan cuek seperti Ken, karena daya tarik yang di miliki oleh Ken tidak dapat di tolak oleh wanita mana pun termasuk Rose salah satunya.


🌺🌺🌺


Ken yang keluar dari Meeting Room dengan wajah yang menakutkan. Standar kerja yang di harapkan Ken tidak sesuai dengan hasil kerja tim yang barusan di presentasikan di hadapannya, sangat tidak memenuhi standar yang dia inginkan.


Saat tiba di ruangan kerjanya, Ken marah dan menghempaskan berkas-berkas yang ada di tangannya di atas meja dengan Keras sehingga kepala tim yang mengikutinya sangat terkejut.


“Hasil kerja yang segini mana bisa menang Tender!” cetus Ken dengan nada tinggi pada kepala Tim tersebut.


Kepala tim tersebut hanya diam saja mendengarkan ocehan Ken yang tidak menyukai hasil kerja timnya. Hingga akhirnya Ken berkata “Aku akan berikan kesempatan Kedua, jika kali ini tidak bagus, siap-siap kalian semua akan di pecat.” kata Ken yang sangat marah seraya menunjuk pintu keluar. Secara tidak langsung Ken meminta kepala tim itu keluar dan menyuruhnya memperbaiki kerja timnya.


Kim yang mendengar Bosnya itu sangat marah membuat tubuhnya sedikit bergetar karena takut terkena imbasnya. Sebagai asistennya, kemungkinan besar Bosnya itu akan melampiaskan amarahnya padanya, pikir Kim yang duduk di kursi panjang yang menjadi kursi kerjanya secara tidak langsung.


“Nona Kim.” teriak Ken memanggil Kim.


“Tolong belikan minuman yang bisa membuat kepalaku menjadi dingin.” kata Ken seraya melemparkan kartu pada Kim.


Tangkapan yang bagus, Kim menangkap dengan tepat kartu tersebut dengan berkata “Baik Tuan.” ujar Kim yang langsung pergi keluar untuk membeli apa yang di inginkan Bosnya itu.


Sepuluh menit kemudian. Kim kembali dengan plastik hitam di tangannya. Di dalam plastik hitam tersebut berisi air kelapa muda berserta kelapanya. Ken yang melihat kelapa tersebut sangat terkejut dengan apa yang di beli oleh asistennya itu.


“Apakah ini minuman yang kamu beli?” tanya Ken yang datar.


“Iya Tuan, apakah Anda tidak menyukainya?” tanya Kim pada Bosnya itu.


Ken yang pada awalnya ingin menolak tetapi malah mencobanya karena setiap apa yang di beli oleh Kim untuknya selalu membuatnya tidak percaya akan rasanya. Untuk pertama kalinya Ken tidak menolak apa yang sudah di beli oleh asistennya itu.


Saat mencobanya ternyata, rasanya sangat menyegarkan dan di tambah es batu yang ada di dalam kepala mudah tersebut. Ken yang meminum air kelapa muda tersebut langsung menghabisnya dengan sekali minum. Saat habis Ken menatap Kim seakan ingin memintanya untuk membelinya lagi, tetapi Kim sudah akan mengira jika Bosnya itu akan menyukainya, oleh karena itu dia membeli beberapa buah kelapa muda sekaligus.


“Tunggu sebentar Tuan.” kata Kim pada Bosnya itu.


Ken yang penasaran apa yang akan di lakukan oleh asistennya itu, mengernyitkan wajahnya. Saat Kim kembali dengan berkata “Silakan masuk.” kata Kim terhadap seseorang yang ada di luar ruangan tersebut.


Pintu terbuka dan yang masuk seorang pria tua yang berpakaian lusuh dengan membawa kelapa muda. Di letakkannya kelapa itu di hadapan Ken satu-persatu hingga memenuhi meja tersebut dan kemudian pria tua itu pergi setelah menghidangkan kelapa muda di hadapan Ken.


“Terima kasih.” ucap Kim pada pria tua itu.


Ken yang sedikit jual mahal meminta Kim untuk keluar dari ruangannya “Nona Kim bisa kamu keluar sekarang.” Pinta Ken dengan nada suara yang terkesan datar itu.


“Baiklah Tuan.” saut Kim seraya meninggalkan Bosnya itu sendirian di ruangannya.


Setelah Kim keluar, dia berkata “Bilang saja jika kamu malu untuk minum kelapa muda itu semua sendirian.” gerutu Kim seraya berjalan menuju kursinya yang menjadi tempat persinggahan Kim.


Setelah Kim keluar, Ken langsung menegakkan kelapa muda tersebut hingga habis. Dia tidak menyadari jika jasnya basah terkena tumpahan air kelapa muda yang di minumnya itu. Setelah menghabiskan semua kelapa muda yang ada di hadapannya itu, Ken merasakan jika kepalanya sudah dingin kembali dan melupakan emosinya terhadap kerja tim terburuk menurutnya.


“Nona Kim.” panggil Ken seraya mengganti jasnya yang basah.


“Ya Tuan.” kata Kim yang sudah ada di hadapan Bosnya itu.


“Sekarang tugasmu untuk membersihkan ruangan ini, dan setelah itu kamu boleh pulang.” kata Ken seraya berjalan keluar meninggalkan Kim sendirian di ruangan tersebut.


“Baik Tuan.” jawab Kim seraya menunduk sembilan puluh derajat.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍