
01:00 PM. Di Apartemen Kim.
Kim yang tertidur pulas di kamarnya terbangun karena dering ponselnya yang berbunyi yang menandakan telepon masuk. Mata Kim yang tidak mau terbuka tetapi tangannya merespons dan menjawab panggilan tersebut.
"Hallo, ini siapa?" Yerdengar suara Kim yang mengantuk.
"Nona Kim ini aku." Jawab seorang pria yang terdengar sangat jauh.
Mendengarnya membuat Kim langsung tersadarkan dan matanya langsung terbuka. Kemudian Kim melihat jam, menunjukkan jam satu malam, Kim mendesah kesal karena jam segini siapa yang mampu untuk menelepon seseorang kecuali orang tersebut gila. Tetapi dalam benak Kim mengatakan jika Bosnya tersebut adalah Bos yang gila tentu saja dia melakukan apa saja yang dia inginkan.
"Iya Tuan ada apa?" Tanya Kim dengan tegas.
"Nona kim harus bersiap-siap malam ini karena besok kamu ikut aku bertemu klien di Prancis." Kata Ken yang tanpa basa-basi.
Mendengarnya membuat Kim terkejut dan tidak percaya akan yang di katakan Bosnya itu. "Mengapa aku harus ikut Tuan?" Tanya Kim seraya berdiri.
"Untuk sementara waktu kamu menggantikan posisi sekretarisku untuk perjalanan bisnis besok oleh karena kamu harus bersiap-siap, besok jam 5 subuh kita berangkat." Jelas Ken yang memindahkan ponselnya ke telinga kiri ke kanan.
"Tetapi Tuan, aku tidak memiliki paspor." Ujar Kim yang dalam hatinya menolak.
"Bagaimana bisa kamu tidak memilikinya? sudah jangan dipikirkan nanti aku suruh seseorang yang membuatkannya, kamu siap-siap saja nanti jam 5 subuh aku jemput kamu." Kata Ken yang langsung menutup teleponnya begitu saja tanpa mendengar perkataan Kim.
Saat teleponnya terputus Kim mengeram kesal karena sikap Bosnya itu sangat keterlaluan dan menurut Kim tidak ada etitudenya sama sekali walaupun dia adalah seorang CEO di perusahaan besar.
"Dasar Bos gila." Ucap Kim pada ponselnya setelah telepon terputuskan.
Kim mulai berkemas apa saja yang ingin dia bawah nantinya. Saat berpikir Kim tidak mengetahui berapa lama perjalanan bisnis tersebut. Dalam benak Kim berkata pasti Cuma dua hari perjalanan bisnis yang mereka lakukan, Kim yang berpikiran seperti itu hanya membawa sedikit baju sebagian besar baju tersebut adalah baju kerjanya dan sepatu hak tinggi. Setelah selesai Kim kembali tidur dan memasang alarm supaya tidak telat bangun.
πΊπΊπΊ
Jam lima subuh. Ken sudah berada di depan rumah Kim, Ken yang menunggu Kim di dalam mobil sport hitam mewahnya terlihat sangat tidak sabar menunggu Kim yang tidak kunjung keluar dari rumahnya.
Saat Ken kesal dan hendak turun untuk menghampiri Kim yang kian tak muncul-muncul akhirnya Kim keluar dengan penampilan tanpa polesan apa pun di wajahnya serta rambut panjang bergelombangnya di ikat berantakan lengkap dengan baju Kaus putih lengan pendek di padukan dengan celana olahraga abu-abu yang modern serta sepatu kets putih yang terlihat sangat selaras dengan apa yang dikenakan Kim di tubuhnya itu.
Ken yang melihatnya langsung keluar dari Mobil sport mewahnya dengan pandangan yang seperti sangat menyukai dengan penampilan Kim yang berjalan menghampirinya selayaknya Fashion show busana olahraga. Pandangan Ken tidak lepas dari Kim yang sudah ada di hadapannya.
"Tuan kita berangkat sekarang?" Tanya Kim pada Bosnya itu yang masih tenggelam dalam lamunannya.
Menyadari jika Kim berbicara padanya, Ken langsung menggoyangkan kepalanya seakan ingin membuang jauh-jauh apa yang ada di kepalanya itu.
"Iya, Nona Kim masukkan saja Kopernya di Begasi." Sahut Ken langsung masuk ke dalam mobil sport mewahnya.
Ken yang melihat Kim yang matanya tidak berhenti menelusuri seluk beluk mobilnya itu berkata "Nona Kim tolong pakai sabuk pengamannya." Kata Ken seraya menyadari jika Kim yang tidak menyadari perkataannya itu.
Memiliki inisiatif sendiri Ken mendekatkan tubuhnya ke arah asistennya itu, sehingga Kim terkejut dan tubuhnya keluh saat Bosnya itu mendekatkan wajahnya seakan ingin menciumnya. Kim langsung menutup matanya saat wajah bosnya itu semakin dekat dengan wajahnya. Saat Kim menutup matanya terasa napas berat Ken yang mengenai wajahnya membuat Kim semakin membeku dan tidak bernapas sama sekali dan sesaat kemudian "Tolong pakai sabuk pengamannya jika tidak kamu akan terluka." kata Ken yang tiba-tiba membuat Kim membuka matanya dan melihat Bosnya itu mulai menyetir mobil mewahnya.
Kim berkata dalam hatinya "Apa yang aku pikirkan sehingga menutup mata begini, sangat memalukan sekali." Ucap Kim seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya itu dan menghadapkan tubuhnya ke kaca mobil.
Ken POV.
Mengapa aku lakukan itu pada Nona kim?
Mengapa aku merasa jika Nona Kim sangat menarik hari ini dengan penampilan polosnya.
Aku akui jika selama Nona Kim bekerja denganku, aku hanya memperhatikan kakinya yang memakai sepatu hak tinggi saja tanpa memperhatikan wajahnya seperti yang aku lakukan tadi pada Nona kim.
Hari ini dia sangat berbeda dengan penampilan sederhananya itu dan menurutku dia terlihat sangat manis tanpa make-up dan matanya itu sangat indah seperti lautan biru yang tenang.
Aku harus fokus menyetir jangan berpikir yang bukan-bukan karena ini tidak benar. Lebih baik aku mencoba untuk belajar membuka hati untuk Rose yang sudah berjasa dalam kehidupanku.
Author POV.
Ken yang fokus menyetir melaju kencang karena mengingat penerbangan mereka dalam 30 menit lagi. tanpa berpikir panjang Ken menginjak Gas penuh sehingga membuat Kim berpegangan sangat kuat karena sangat takut dengan mobil kecepatan 100 ampere.
πΊπΊπΊ
Saat berada di dalam pesawat Kim yang tertidur karena kurang tidur, Kim melanjutkan tidurnya yang terganggu semalaman membuatnya sangat pulas sehingga dia tidak memedulikan Bosnya yang berada di sampingnya itu.
Melihat Kim yang tertidur pulas tanpa mengenakan selimut membuat Ken mengambil selimut yang ada di punggungnya itu dan menyelimutkannya di tubuh Kim secara perlahan supaya Kim tidak terbangun dari tidurnya.
Kim yang tertidur mengelisi saat Ken menyelimutinya sehingga seluruh tubuh Ken keluh sesaat karena wanita ini sangat nyaman sekali memegang tangannya.
Dengan waktu bersamaan jantung Ken berdetak tidak karuan karenanya, tetapi Ken mengabaikannya dan melepaskan pegangan Kim darinya. Waktu yang singkat Ken kembali menjadi dirinya yang kaku dan dingin seperti batu Es. Sesaat kemudian Ken juga menyusul Kim ke dalam dunia mimpi.
.
.
Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.β€π§‘πππππ€π€π€