
Prancis.
Sudah dua hari Ken dan Kim melakukan perjalanan bisnis di Prancis. Semakin hari mereka semakin sibuk karena menjelang harinya Ken harus menyiapkan semuanya dengan sempurna karena proyek yang di kerjakan bernilai milyaran dolar.
Kim yang tidak pernah tertidur di kamarnya sendiri selalu bergadang di kamar Bosnya Ken. Membantu bosnya itu memeriksa segala sesuatu dan memenuhi semua kebutuhan Bosnya tersebut oleh karena itu dia berada di Prancis bersama bosnya itu. Tenaganya sangat di butuhkah.
Setiap detiknya kim tidak pernah duduk di kursi lebih dari satu menit karena Ken selalu memanggilnya dan meminta asistennya itu untuk melakukan perintahnya.
"Nona Kim periksa berkas ini."
"Nona Kim buatkan Kopi."
"Nona Kim siapkan makan siangku."
"Nona Kim siapkan makan malam."
"Nona Kim rapikan tempat ini sebelum aku keluar dari kamar mandi."
"Nona Kim siapkan kemeja yang harus aku pakai hari ini."
"Nona Kim turun ke lobi ambil berkas penting di resepsionis."
"Nona Kim cepat, klien sudah menunggu kita."
Tidak ada hentinya Ken memerintahkan asistennya tersebut tanpa menanyakan "Nona Kim apakah kamu sudah makan?" Untuk satu kali pun tidak.
Kim yang belum makan dari kemarin malam harus bertahan. Tetapi tubuhnya berkata lain semakin lama tubuh Kim melemah.
Saat melihat Bosnya berhenti bekerja dan masuk ke dalam kamarnya dengan cepat Kim pergi ke dapur mengambil sepotong roti yang hanya tersisa satu di atas meja makan.
Dengan tersenyum Kim mengambilnya dan bersembunyi di pojokkan dengan posisi duduk jongkok supaya Bosnya tidak melihatnya sedang memakan sepotong roti.
Dengan lahap Kim memakan sepotong roti tersebut tanpa Kim sadari ternyata Bosnya Ken sudah keluar dari kamarnya. Ken juga melihat Kim yang sedang bersembunyi di pojokkan dapur Seraya memakan sepotong roti.
"Apakah dia belum makan?" Tanya Ken dalam hatinya seraya melihat Kim yang tersenyum bahagia hanya dengan memakan sepotong roti di tangannya.
Ken yang baru menyadari jika asistennya itu belum makan sama sekali sejak kemarin malam. Dia melupakan jika asistennya itu juga manusia, sebagai manusia jika belum makan seharian penuh pasti sangat menderita karena menahan lapar.
Ken yang tidak pernah telat makan, istirahat penuh tubuhnya masih merasakan lelah di tambah banyak maunya, sedangkan Kim yang tidak makan, tidak istirahat bisa bertahan hanya dengan sepotong roti.
Kim yang menyadari jika Bosnya Ken melihatnya memakan sepotong roti menghentikan aktivitasnya. Kim langsung berdiri menyembunyikan roti tersebut di belakangnya.
"Tuan" Kata Kim yang terkejut melihat Ken yang ada di dekatnya.
"Nona Kim sedang apa?" Tanya Ken yang berpura-pura tidak mengetahuinya.
"Tidak Tuan, apakah Tuan perlu sesuatu untuk di makan?" Tanya Kim.
"Iya aku sangat lapar." Jawab Ken.
"Baiklah Tuan aku akan pesankan makanan." Kata Kim yang hendak bergerak tetapi di hentikan oleh Ken.
"Tidak perlu Nona Kim, aku akan makan di luar."
"Baiklah Tuan, aku akan kembali ke kamarku jika begitu." Kata Kim seraya berjalan melewati Ken.
"Nona Kim, ikut denganku makan di luar." Ucap Ken yang tiba-tiba.
"Apa?" Seru Kim yang terkejut mendengarnya.
Tanpa basa-basi Ken menarik tangannya Kim untuk pergi makan di luar Hotel. Kim yang tidak sempat menjawab hanya bisa mengekori Bosnya itu dari belakang.
πΊπΊπΊ
"Nona Kim mau makan apa?" Tanya Ken pada Kim yang duduk di depannya itu.
Saat melihat menu yang di berikan pelayan yang berdiri di samping antara Kim dan Ken yang sedang sibuk membola-balik menu yang ada di tangan mereka masing-masing. Kim yang tidak yakin apakah bisa dia memakannya atau tidak dia memberanikan diri menunjuk makanan yang di inginkannya pada Bosnya itu.
"Tuan apakah boleh aku memakan Steak daging?" Tanya Kim pada Ken yang menatapnya dengan tajam sehingga membuat Kim menundukkan kepalanya.
Dengan tersenyum dalam hati Kim menyilangkan kakinya dengan postur tubuh di tegakkan sedikit karena merasa tidak sabar menunggu Steaknya di hidangkan di hadapannya. Sedikit tersenyum Kim membuat Bosnya merasa bingung padanya karena tiba-tiba bersikap aneh.
"Nona Kim mengapa?" Tanya Ken pada asistennya itu.
Kim yang menyadari sikapnya berlebihan hanya karena hari ini dia bisa memakan Steak secara gratis membuat dirinya hilang kendali. Kim bersikap seperti tidak terjadi apa-apa tetapi saat Steak di hidangkan di atas mejanya Kim tidak bisa menahan senyumnya itu di hadapan Bosnya. Ken yang melihatnya yang tersenyum melihat Steak tersebut bertanya pada Kim.
"Apakah begitu bahagianya Nona Kim melihat Steak ini?" Tanya Ken kembali seraya memotong daging Steak miliknya.
"Em..." Angguk Kim yang tidak menyadari tingkah lakunya yang sedikit kanak-kenakan.
Ken yang melihat Kim yang menganggukkan kepalanya seperti anak kecil itu membuat Ken merasa tersentuh karena baru pertama kalinya baginya melihat seorang wanita yang sangat bahagia karena makanan yang dia belikan.
"Apakah kamu tidak pernah makan Steak sebelumnya?" Tanya Ken pada asistennya itu.
"Pernah saat berusia 15 tahun, dan ini pertama kalinya aku memakan Steak saat dewasa." jawab Kim yang polos dan tidak menyadari apa yang dia katakan tetapi malah tersenyum lebih lebar.
Ken yang melihatnya kembali tersentuh dan sedikit tersenyum karena tingkah laku asistennya itu. Dia tidak menyadari jika dirinya ikut-ikutan bertingkah seperti anak-anak.
Setelah Steak yang ada di piringnya Kim habis, dia meraih gelas yang berisi Wine menyadari jika dia tidak minum Wine.
"Tuan apa boleh aku memesan Jus?" Tanya Kim seraya sedikit menjodongkan tubuhnya dan sedikit berbisik.
"Mengapa kamu tidak suka Wine?" Tanya Ken seraya menggoyang-goyangkan gelasnya yang berisi Wine merah.
"Bukan tidak menyukainya tetapi aku tidak minum Wine." Jawab Kim seraya berbisik.
Ken langsung memanggil pelayan meminta jus untuk asistennya itu karena dia sangat menghormati gaya hidup Kim yang tidak Minum Wine, dan menurutnya Kim sedikit lebih menarik setelah mengetahui sedikit tentangnya.
Mereka pun selesai makan dan hendak pergi dari restoran tersebut. Saat mereka berada di pintu keluar tiba-tiba ada seseorang pria menghentikan mereka.
"Sorry, apakah kamu Kenley Ellieston?" Tanya seorang pria pada Ken.
Ken yang melihat pria itu kemudian tersenyum dan menjawab "Apakah kamu Nelson Scott?" Tanya Ken balik pada pria itu.
"Tentu." Sahut pria itu seraya memeluk Ken yang juga memeluk pria itu.
Nelson Scott adalah sahabat karibnya Ken. sudah satu tahun penuh mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Saat Nelson melihat Kim di samping Ken langsung melepaskan pelukannya dengan berkata "Apakah kamu pacarnya Ken?" Tanya Nelson pada Kim yang kemudian di jawab langsung oleh Ken.
"Bukan, dia adalah asistenku."
"Asistennya kamu Ken?" Tanya Nelson yang tidak percaya.
"Em.." Ken menganggukkan kepalanya.
"Sejak kapan kamu memiliki asisten Ken? Apa lagi wanitanya sangat cantik sekali sepertinya." Kata Nelson seraya menepuk bahu Ken yang tegap itu.
Ken hanya mengabaikan apa yang di katakan sahabatnya itu dengan berkata "Apa pun yang kamu katakan aku tidak akan peduli." Seraya menjauhkan tangan Nelson dari bahunya.
"Wow... ternyata kamu tidak berubah sama sekali, tetap dingin seperti dulu." Kata Nelson seraya kembali meletakkan tangannya di atas bahunya Ken.
Kim yang hanya diam saja melihat mereka yang asyik berbicara tiba-tiba Nelson berpindah tempat ke sisinya.
"Nelson Scott, Kamu?" Tanya Nelson pada Kim seraya mengulurkan tangannya pada Kim.
"Kimberli Clark, senang bertemu denganmu." Jawab Kim seraya menyambut uluran tangan Nelson dengan tersenyum.
"Apakah kalian berdua tidak sibuk sekarang?" Tanya Nelson seraya melepaskan tangannya dari tangannya Kim. "Jika tidak kita pergi ke klub saja sekarang, karena sudah lama sekali kita tidak bertemu." Sambung Nelson berkata pada Ken yang berdiri tegap di sampingnya Kim.
Mendengar kata klub Kim langsung berkata pada Bosnya untuk meminta izin untuk kembali ke hotel tetapi Nelson tidak memperbolehkan Kim untuk balik ke hotel. Tanpa bisa menolak dan Bosnya itu hanya diam saja saat di ajak pergi ke klub malam, terpaksa Kim ikut pergi dengan mengekori dua pria yang ada di depannya tersebut.
.
.
Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.β€π§‘πππππ€π€π€