Protect My Heart

Protect My Heart
Epilog



Tujuh tahun kemudian.


New York, 02.00 AM


“Daddy ayo cepat bangun, kenapa masih tidur jam segini.”


Ken mendengar suara berisik Dean anak laki-lakinya yang mengguncang seluruh tubuhnya, tetapi Ken tidak bergeming sedikit pun dia terus menutup matanya dan melanjutkan tidurnya.


“Daddy, aku tahu kau sudah bangun.” Ucap Dean.


Dengan terpaksa Ken membuka matanya dan melihat wajah Dean. “Dean, biarkan Daddy tidur sebentar lagi.” Ucap Ken.


“Daddy lupa kalu hari ini adalah hari penting.” Ucap Dean sedikit kecewa. Seketika Ken membuka matanya dan beranjak duduk dari tidurnya. Sesaat pria itu tersadarkan.


“Dean, maafkan Daddy karena melupakannya.” Ucap Ken dengan menyesal. Dean memasang wajah cemberutnya karena ayah satu-satunya bisa melupakan hari pentingnya.


“It’s okey,” ucap Dean tersenyum. “Daddy siap-siap sekarang karena Auntie Saly sudah menyiapkan semuanya.” Tambah Dean meminta Ken untuk cepat. Ken tersenyum kemudian beranjak berdiri menuju kamar mandi.


“Dean tolong bantu Daddy, sampaikan pesan Daddy pada Auntie Saly kalau Daddy butuh seratus tangkai bunga mawar hari ini.” Kata Ken pada Dean. Dean memberi hormat untuk melaksanakan perintah Ken.


“Baik Daddy,” ucap Dean yang langsung pergi menemui Saly dan Ken menutup Pintu kamar mandinya.


***


Setelah Ken sudah siap kemudian dia turun ke bawah dan menuju taman di belakang Mansion. Sesampai di sana Ken melihat taman tersebut sudah terhias indah dengan balon-balon. Kenapa tidak karena hari ini adalah hari ulang tahunnya Dean anak semata wayang Ken satu-satunya yang dia miliki.


“Daddy ayo cepat kemari, acara tiup lilinnya akan segera di mulai.” Teriak Dean dari kejauhan. Ken tersenyum dan berlari kecil untuk menghampiri anaknya Dean.


“Kau selalu lupa hari ulang tahun anak mu sendiri, sampai kapan kau akan seperti ini?” tanya Saly saat Ken sudah berdiri di samping Dean.


“Berisik, kau lakukan saja tugasmu di sini. Kau di sini bukan untuk mengomeliku, tetapi untuk mengatur ulang tahunnya Dean.” Jawab Ken. Saly menatap Ken tidak senang karena sikap menyebalkan sang kakak.


“Sudah jangan ribut, kita mulai saja acara tiup lilinnya.” Timpal Andrew.


“Benar kita mulai saja acaranya.” Sambung Grace yang antusias.


“Party ini hanya di hadiri lima orang, kenapa kalian sangat berisik sekali?” terlihat wajah kesal Dean. Semuanya tertawa saat melihat Ken kecil yang marah.


“Baiklah kita mulai saja, nyalakah lilinnya sekarang.” ucap Ken. Saly langsung menyalakan pemantik api dan mengarahkannya ke lilin. Kemudian mereka berlima mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Dean.


Happy brithday to you


Happy brithday to you


Happy brithday, Happy brithday, Happy brithday to Dean.


“Make a Wihs Dean,” Ucap Ken tersenyum. Dean langsung menutup matanya dan mengapal kedua tangannya menjadi satu dia atas dadanya. Setelah beberapa detik kemudian Dean membuka matanya, tersenyum sesaat dan kemudian dia meniup lilinnya dengan sangat semangat.


“Yea...” sorak Ken, Saly, Andrew dan Grace secara bersamaan. Dean tersenyum bahagia melihat ayah, paman, dan Auntie-Nya bersorak untuknya. “Happy Brithday Dean.” Ucap mereka secara bersamaan.


“Thanks You…” jawab Dean dengan tersenyum lebar.


Setelah acara ulang tahun Dean selesai, Ken berjalan menghampiri Saly yang sedang berbicara asyik dengan Grace.


“Saly, mana bunga mawar yang aku minta?” tanya Ken dengan wajah seriusnya. Saly mengerutkan dahinya dan menatap wajah lelah wajah sang kakak.


“Tunggu sebentar, biar aku panggilkan pelayan untuk mengambilkannya untuk mu.” Ucap Saly.


“Baiklah,” jawab Ken singkat dan menunggu bunga mawarnya datang.


Beberapa saat kemudian datanglah seorang pelayan membawahkan seratus tangkai bunga mawar yang di minta Ken.


“Tolong kau berikan pada Ken bunganya.” Pinta Saly pada pelayan tersebut. Dengan hati-hati pelayan tersebut memberikan bunga itu kepada Ken.


“Ini Tuan,” ucap pelayan tersebut dan kemudian pergi meninggalkan area taman.


Setelah seratus tangkai bunga mawar berada di tangannya, Ken mulai melangkahkan kakinya meninggalkan party Dean. Dengan langkah berat Ken terus melangkah menjauhi Saly.


“Dia mau pergi ke mana?” tanya Grace. Saly menghelakan nafas lelahnya sembari menatap punggung Ken yang terlihat lelah itu.


Dengan nada sedih Saly menjawab pertanyaan dari Grace. “Dia pergi untuk menemui Kim.” Saly menundukkan kepalanya pelan dan menahan air matanya yang hendak jatuh.


“Dari caranya menjalani kehidupan, aku lihat sepertinya dia sudah melupakannya.” ucap Grace. Saly mengangkat kepalanya dan menoleh ke Grace.


“Dari luar dia memang terlihat seperti sudah melupakannya, tetapi kenyataannya tidak sedetik pun Ken tidak memikir dan merindukan Kim.” Jawab Saly dengan wajah yang sedih.


Dari kejauhan Ken menghampiri Dean dan berkata. “Dean, apakah kau mau ikut Daddy bertemu Mommy?”


***


“Hi Mom, apakah kau merindukan Dean?” diam sejenak kemudian Dean menyambung perkataannya. “Dean juga sangat merindukan Mommy. Hari ini Dean bertambah dewasa, tetapi Dean sedih karena Mommy tidak ada selama Dean bertambah dewasa.” Ucap Dean meneteskan air matanya di depan batu nisan Kim.


Ken mengelus puncak kepala Dean dengan lembut dan saat ini gilirannya untuk mengatakan sesuatu pada istri tercintanya itu. “Hi dear, lama tidak bertemu. Maafkan aku karena tidak pernah mengunjungimu selama ini, sebagai gantinya aku bawahkan seratus tangkai bunga mawar seperti yang kau minta padaku.” Ucap Ken tersenyum kecut. Ken memaksakan dirinya untuk terus tersenyum di depan batu nisan istrinya itu. Perlahan Ken menunduk untuk meletakan bunga mawar yang dia bawah untuk istrinya itu.


Ken maupun Dean terlihat sangat sedih di hari yang seharusnya membuat mereka bahagia, tetapi malah kesedihan yang amat terlalu menyakitkan yang mereka rasakan. Hari ini memang adalah hari yang sangat penting bagi Dean dan Ken, karena hari ini adalah hari Dean lahir ke dunia. Namun, di sisi lain hari ini juga adalah hari di mana Kim menghembuskan nafas terakhirnya setelah melahirkan Dean ke dunia.


Selama mengandung Dean sembilan bulan kondisi kesehatan jantung Kim memburuk. Sebenarnya sejak dari awal mengandung Kondisi Kim tidak mampu untuk mengandung, tetapi karena Kim keras kepala, dia mempertahankan kandungannya hingga sembilan bulan. Akibatnya saat melahir Dean Kim mengalami serangan jantung sehingga dokter meminta Ken membuat keputusan untuk menyelamatkan salah satu dari mereka.


Jika ingin menuruti hati nuraninya, sebenarnya Ken ingin sekali menyelamatkan istrinya. Namun, berkat janjinya terhadap Kim. Apa pun yang terjadi saat dia melahirkan nanti Ken harus menyelamatkan bayinya terlebih dahulu. Dengan berat hati Ken memutuskan untuk menyelamatkan bayinya, sampai saat ini bayi itu semakin hari semakin Dewasa seperti saat ini.


Sekilas Ken mengingat kenangan yang tak pernah dia lupakan di saat-saat terakhir kali Kim masih hidup. dengan hati yang terluka Ken menatap batu nisan sang istri dengan mengingat kembali kenangan itu.


“Sayang,” terdengar suara lemah Kim memanggil suaminya.


Ken yang berada di sampingnya menoleh. “Ada apa?” tanya Ken dengan wajah khawatirnya dengan keadaan Kim yang sedang mengandung delapan bulan. Kim berusaha bergerak mencari posisi yang nyaman baginya untuk duduk karena perutnya yang besar.


“Aku ingin kau berjanji padaku sekarang,” seru Kim yang terlihat lemah.


“Berjanji?” tanya Ken yang terlihat sedikit bingung. Kim menghelakan nafas lelahnya saat melihat wajah Ken yang seakan tidak mengerti maksudnya.


“Jika suatu saat aku melahirkan nanti, kau harus berjanji. Apa pun yang terjadi saat itu kau harus menyelamatkan bayi kita terlebih dahulu, walaupun itu membahayakan nyawa ku.” Ucap Kim dengan mengulurkan jari kelingkingnya ke arah Ken.


Ken membisu saat mendengar apa yang di katakan istrinya itu barusan, dia tidak akan mengira jika Kim akan membuatnya berjanji akan hal yang tidak bisa dia lakukan.


“Sayang,” panggil Kim. Seketika Ken tersadarkan, dia memaksakan senyumannya.


“Baiklah aku berjanji,” ucap Ken sembari merangkul jari kelingking Kim dengan kelingkingnya. Kim memberi senyum yang indah pada Ken. Sebaliknya Ken tersenyum kecut yang menyayat hatinya.


“Sayang ada satu lagi Yang aku inginkan darimu,” ucap Kim. Ken mengerutkan dahinya menatap Kim dengan bingung, kali ini apa yang akan diinginkan istrinya itu padanya.


“Katakan apa yang kau inginkan dariku?” tanya Ken penasaran.


“Aku ingin kau menganggapku sebagai kunang-kunang.” Kata Kim yang membuat Ken mengernyit kebingungan.


“Kenapa kunang-kunang?” tanya Ken menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak mengerti kenapa istrinya ingin menjadi kunang-kunang.


“Karena kunang-kunang hanya di berikan kesempatan untuk hidup cuma  sebentar.” Jawab Kim yang semakin membuat Ken menggaruk-garuk kepalanya tak mengerti.


“Terus apa hubungannya dengan keinginanmu padaku?” tanya Ken Bingung dan tidak mengerti.


“Ada,” terdengar suara Kim yang semakin melemah.


“Apa?”


“Aku ingin kau membuat semua kenangan tentang diriku seolah terjadi di satu hari. Dengan begitu  kau dapat melupakan semua tentang diriku dengan mudah, seperti kenangan yang hanya terjadi sebentar. Di mana hari itu kau hanya mengenalku di saat-saat terakhir kali aku bernafas.”


Kata-kata terakhir kalinya yang di ucapkan Kim pada Ken sebelum kepergiannya. Setelah mengingat kembali kenangan tersebut, Ken menghelakan nafas lelahnya dan menatap ke arah Dean yang tingginya hanya selutut.


“Apakah kau sudah selesai?” tanya Ken pada Dean. Dean mendongkak menatap Ken di sampingnya.


“Em…” angguk Dean dengan tersenyum. Ken tersenyum melihat saat Dean tersenyum padanya.


“Sayang kami tinggal pergi dulu, We Love you.” Ucap Ken tulus.


“Bye Mom, We Love you.” Tambah Dean.


Kemudian Ken dan Dean berpegangan tangan dan pergi meninggalkan makam Kim, saat mereka berjalan menuju Mobil Ken bertanya pada Dean. “Bagaimana kabar gadis manis yang bernama Holly?”


“Dad Please stop teasing me!” marah Dean tak terima. Ken tertawa geli melihat reaksi malu-malu Dean saat di tanya tentang gadis kecil bernama Holly.


.


.


.


THE END


Terima kasih untuk semua readers yang membaca Protect My Heart. Berkat kalian semua saya cerita ini akhirnya selesai juga. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.❤❤


Jangan lupa like, Vote dan coment ya...terima kasih🙏🙏