Protect My Heart

Protect My Heart
Part 16



Dua hari sebelum rencana Saly mempertemukan Ken dan Kim.


Perusahaan Ellieston, jam 2 siang.


Ken kembali kesal karena Kim tidak masuk kerja dan menghilang begitu saja. Dia mengerakkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Kim, tetapi tetap saja keberadaan Kim tidak dapat di temukan oleh Ken dengan mudah.


“Kalian tidak boleh berhenti sampai Kim di kutemukan!” bentak Ken pada anak buahnya yang berbaris di hadapannya itu.


“Baik Tuan.” seru salah satu dari mereka yang bertubuh besar dan kekar dengan pakai serba hitam lengkap dengan kacamata hitam.


“Kalian cari sekarang sampai ketemu.” Perintah Ken pada anak buahnya tersebut.


Melihat Bosnya yang marah karena Kim tidak bisa di temukan membuat Grece sangat khawatir pada Kim. dia merasa bersalah karena tidak membukakan pintu untuk Kim malam itu. Grece takut terjadi sesuatu terhadap Kim.


Tok...tok...tok.


“Masuk.” Teriak Ken.


Grece pun masuk dan berjalan mendekati Bosnya itu dengan berkata “Tuan.”


“Katakan ada apa?” tanya Ken tanpa ekspresi dengan suara datarnya.


“Tuan aku takut terjadi apa-apa pada Kim.” kata Grece yang mengutarakan kekhawatirannya.


“Tidak perlu khawatir, Nona Kim cepat atau lambat akan di temukan.”


“Bagaimana jika tidak di temukan?” tanya Grece yang langsung membuat mata Ken menatap Grece dengan tajam.


“Kenapa kamu berkata seperti itu?” tanya Ken pada sekretarisnya itu.


“Maaf Tuan aku tidak bermaksud apa-apa, hanya saja Kim bukan seperti wanita pada umumnya, dia sangat lemah dan mudah menarik perhatian orang untuk melakukan sesuatu yang tidak di inginkan terjadi padanya.”


“Aku tahu itu, kamu balik kerja sana biar aku yang atasi semuanya.” Kata Ken meminta Grece kembali bekerja.


Semua perhatian Ken tertuju pada Kim. semuanya sudah di gerakkan untuk mencari keberadaan Kim yang tidak bisa di lacak oleh Ken.


🌺🌺🌺


Kediaman Ellieston, jam 7 malam.


Kim tengah berada di kamar tamu di kediaman Ellieston yang besar mewah dan megah itu. Kim yang bosan tidak melakukan apa-apa, hanya berbaring di atas kasur yang besar dan empuk membuatnya sedikit merasa tidak nyaman karena dia tidak terbiasa tidur di tempat sebagus ini.


“Kim...” teriak Saly yang sedang menonton televisi di ruangan tengah.


“Ada apa?” teriak Kim yang bertanya.


“Kemari sebentar.” Pinta Saly pada Kim.


Kemudian Kim beranjak dari tempat tidurnya, saat Kim hendak berdiri tiba-tiba dada bagian kirinya terasa sangat nyeri, kim terduduk kembali di atas kasur seraya menahan sakit yang tak tertahankan.


“Aww....” rintihan Kim menahan sakit seraya menekan-nekan dada sebelah kirinya.


“Kim....” teriak Saly kembali.


Kim tidak menjawab, sesaat Kim tidak bersuara dia berusaha menekan rasa sakit yang dia rasakan. Setelah beberapa menit rasa sakit itu meredam dan menghilang. Dengan napas berat Kim mencoba berdiri untuk menghampiri Saly yang sedari tadi terus memanggil namanya.


Kim duduk di sampingnya Saly dengan perlahan, saat Saly melihat Kim yang duduk di sampingnya itu terlihat sangat pucat tidak ada bercak darah sedikit pun di wajahnya.


“Kim apakah kamu tidak apa-apa?” tanya Saly seraya menatap lekat wajah sahabatnya itu.


“Aku tidak apa-apa, kamu kenapa panggil aku dari tadi?” tanya Kim yang mengalihkan perhatian Saly padanya.


“Tidak ada apa-apa, aku hanya bosan saja sendirian dari tadi.” Kata Saly yang bosan.


“Hem.” Dengkus Kim yang terlihat sangat lelah dengan wajah pucatnya. “Jika tidak ada apa-apa, aku kembali ke kamar lagi ya, soalnya aku ingin istirahat karena sedikit pusing.” Kata Kim seraya berjalan kembali masuk ke kamar dengan perlahan.


🌺🌺🌺


Brakk


Pintu ruangan Ken terbuka dengan kasar. Saat melihat orang yang masuk Ken tidak jadi marah pada orang tersebut, karena dia adalah Marvin Ellieston yang datang menghampiri Ken dengan wajah yang sedikit kesal.


“Aku dengar kamu memberi perintah pada seluruh bodyguard untuk mencari seseorang wanita?” tanya Marvin dengan wajah yang terlihat marah.


“Benar Dad.” lirih Ken yang biasa saja.


Marvin yang mendengar jawaban dari Ken tiba-tiba raut wajahnya berubah tersenyum bahagia. “she’s your girlfriend?” tanya Marvin dengan wajah yang serius saat menunggu jawaban dari anaknya itu.


Ken diam sesaat, dia terlihat berpikir sebentar harus menjawab apa. “Calon pacar, bukan pacar.” jawab Ken yang datar.


Marvin langsung tersenyum saat mendengar jawaban dari Ken. tidak biasanya Ken bersikap berlebihan seperti ini jika menyangkut seorang wanita, saat Saly kabur dari rumah saja dia tidak peduli sama sekali, dan kali ini dia yang turun tangan hanya untuk menemukan seorang wanita. Marvin berpikir jika wanita ini adalah wanita yang sangat spesial bagi Ken.


“Apakah perlu bantuan Daddy?” tawar Marvin untuk membatu untuk mencari wanita yang ingin di cari oleh anaknya itu.


“Tidak perlu Dad.” Tolak Ken langsung.


“Baiklah kalau begitu, Daddy pamit balik lagi ke Korea.” Ujar Marvin yang hendak membalikkan badannya, tetapi Ken menghentikannya.


“Daddy datang ke mari hanya untuk bertanya itu saja?” tanya Ken yang bingung.


“Em...” angguk Marvin dengan kedua sudut bibir yang sedikit terangkat. “Ah.., jika kalian sudah resmi pacaran ajak dia makan malam bersama Daddy dan Saly nanti.” Sambung Marvin seraya melanjutkan langkahnya meninggalkan ruangan Ken.


Ken yang melihat kelakuan sang ayah hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak mengerti dengan jalan pikiran sang ayah yang terkesan lebih ke anak-anak, sedangkan dirinya adalah sosok pria yang tegas dan berwibawa.


🌺🌺🌺


Saat Ken pulang dari kerja, dia langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur yang empuk dan nyaman. Dia tidak bisa berpikir dengan tenang karena belum mengetahui keberadaan Kim sekarang. Ken menutup matanya dengan punggung tangan kanannya seakan sedang meredamkan pikirannya yang sedang kacau.


Drttt Drttt...


Ponsel Ken berbunyi. Saat Ken melihat layarnya nama yang keluar adalah Saly, dia sudah tahu maksud dan tujuan sang adik menghubunginya.


“Katakan?” kata Ken yang langsung ke poin pembicaraan dengan suara yang sangat datar.


“My dear Brother, sangat tahu apa yang aku inginkan.” Saut Saly yang terdengar sangat jauh.


“Apa maksudmu?”


“Masa lupa dengan janji kita.” Kesal Saly dalam telepon.


“Kan masih dua hari lagi Saly.” Balas kesal Ken pada Saly.


“Saly hanya mengingatkan, kali saja Ken lupa dengan janji yang kita buat.” Balas sewot Saly.


“Mana mungkin aku lupa, sedangkan alarm yang aku kasih nama Saly selalu berbunyi setiap hari.” Ucap Ken yang kesal dengan Saly dan langsung memutuskan sambungan teleponnya dan melemparkan ponselnya begitu saja di atas tempat tidurnya.


“Nasib buruk apa yang menempahku selama ini? Punya adik perempuan posesif amat.” Gerutu Ken yang semakin pusing.


🌺🌺🌺


Ken mengambil kembali ponsel yang sempat di lemparkannya itu. Dia menekan beberapa tombol dan langsung menempelkan benda itu di telinganya.


“Nona Grece, apakah Kim menghubungimu?” tanya Ken pada Grece.


“Tidak Tuan.” Jawab Grece singkat dan jelas.


“Baiklah, Ah....Nona Grece tolong kamu bawa semua barang-barang milik Nona Kim ke apartemenku sekarang.” pinta Ken pada Grece.


“Baik Tuan.” Jawab Grece yang terdengar sangat jauh.


Kemudian Ken kembali mematikan Ponselnya dan kembali menutup matanya dengan punggung tangan kanannya.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍