Protect My Heart

Protect My Heart
Part 11



Kediaman Ellieston.


Seperti biasanya, ketika Ken pulang dari kerja Saly langsung nimbrung masuk kamar dan berbaring di tempat tidurnya sang kakak.


"Kenapa lagi?" tanya Ken dengan raut wajah yang masam.


"Soal kemarin kamu bilang sudah ada wanita Lain, siapa dia?" Tanya Balik Saly seraya terlentang di atas kasur sang kakak.


Ken hanya mengabaikan pertanyaan dari Saly, lalu dia masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai Ken keluar dari kamar mandi, dia melihat jika sang adik masih berada di kamarnya. Ken yang menyerah menghelakan napasnya dan berkata "Baiklah kamu mau apa?" tanya Ken seraya duduk di samping Saly berbaring.


Saly yang melihat sang kakak menyerah terhadapnya langsung tersenyum lebar di bibirnya.


"Siapa wanita itu?" tanya Saly yang beranjak duduk.


"Sebenarnya aku tidak memiliki perasaan apa pun terhadapnya, lebih tepatnya aku menganggapnya sebagai teman itu saja." kata Ken yang terlihat jujur.


"Mungkin dia jelek ya? Jika dia secantik temanku pasti kamu sudah mau dengannya." Sindir Saly seraya menatap lekat wajah Ken dengan senyuman yang licik.


"Rose tidak jelek."


"Ow....jadi namanya Rose." saut Saly seraya bibirnya ke depan.


Ken yang menyadari sikap adiknya itu berkata "Kamu jangan macam-macam terhadapnya, aku tahu apa yang kamu pikirkan sekarang."


"Aku tidak lakukan apa-apa, apakah dia memiliki nama panjang?" Tanya Saly yang memanfaatkan kelengahan sang kakak.


"Roseline Wiley." jawab Ken yang tidak sadar akan pertanyaan dan jawabannya.


Saly yang mendengarnya langsung berlari keluar dari kamarnya Ken, seraya berteriak "Terima kasih atas infonya."


Ken sudah mengetahu apa yang akan di lakukan oleh Saly terhadap Rose. Setiap ada wanita yang mendekatinya pasti dia selalu mencari tentang wanita tersebut untuk di banding-bandingkan dengan temannya yang ingin di jodohkan dengan sang kakak. dari sikap Saly tersebut juga menguntungkan karena Ken bisa mengetahui seperti apa wanita-wanita yang sedang dekat dengannya itu, oleh karena itu Ken selalu menggonta-ganti teman wanitanya sebelum bertemu Rose yang dianggapnya sebagai gadis penolongnya di masa lalu.


🌺🌺🌺


Grece apartemen.


Kim yang baru pulang dari mencari tempat tinggal, dengan hasil yang sia-sia. Uang yang dimiliki Kim tidak cukup untuk bisa menyewa tempat tinggal untuk dirinya, meskipun ukurannya sangat kecil Kim tidak dapat membayarnya.


Masalah uang membuat Kim kesulitan mendapatkan tempat tinggal. mau tidak mau Kim harus bekerja dua kali lipat dari sebelumnya, Kim bekerja di sebuah klub malam milik teman ibunya Linsy. Tanpa sepengetahuan Linsy, Kim menemui teman Ibunya itu untuk bisa bekerja di klub malam menjadi seorang pelayan.


"Kim kenapa? Pulang-pulang langsung mengapar di sofa." Tanya Grece seraya menikmati segelas Wine.


"Habis dari kerja."


"Bukannya jam pulang kerja di Ellieston jam 7 malam tadi?" tanya Grece kembali.


"Kamu benar, tetapi aku punya tempat kerja lain selain perusahaan Ellieston."


"Kamu punya dua pekerjaan? Apakah Linsy mengetahuinya?" tanya Grece yang terkejut.


"Jangan pernah kamu bilang padanya jika aku memiliki dua pekerjaan, bisa-bisa di terbang ke New York malam ini juga jika mendengarnya." ujar Kim yang beranjak duduk.


"Baiklah, aku tidak akan memberitahunya tapi kamu harus kasih tahu aku kamu bekerja dimana?" tanya Grece yang membuat Kim kesal karena banyak sekali pertanyaan yang dia ajukan padanya sejak dari tadi.


Kim beranjak dari tempat duduknya untuk masuk ke dalam kamarnya tanpa menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu, tetapi Grece tidak membiarkannya lolos begitu saja.


"Kim jika kamu tidak memberitahuku di mana tempat kerjamu itu, aku akan menghubungi Linsy sekarang." ujar Grece seraya memegang ponsel di tangannya.


Kim yang mendengarnya, membalikkan badan melihat ke arah Grece. Dengan santai Kim berkata "Klub malam milik teman Mama." seraya berjalan masuk ke dalam kamar tamu yang dia tempati sekarang.


🌺🌺🌺


Satu minggu kemudian.


Setelah pulang dari kantor Kim langsung bekerja di klub malam. Pada awalnya Kim merasa sangat tidak nyaman, tetapi seiringnya waktu Kim bisa menyesuaikan diri di tempat kerjanya tersebut.


Kim yang berparas cantik banyak sekali pelanggan pria yang tertarik padanya, walaupun merasa tidak nyaman Kim tetap bertahan dan terus bekerja. Beragam perlakuan yang di terima oleh Kim selama bekerja di klub malam, hingga di rendahkan oleh pria yang bermata keranjang karena menolak menuruti kemauannya.


"Nona, tolong kemari." ujar seorang Pria yang meminta Kim untuk melayaninya.


Sebagai pelayan Kim mendatanginya dengan berkata "Ya Tuan, mau pesan apa?" Tanya Kim seraya memegang pena dan kertas di tangannya.


"Nona kamu sangat cantik." kata pria itu seraya meraih tangannya Kim.


Kim hanya menyingkirkan tangan pria tersebut dan kembali bertanya "Taun mau pesan apa?"


Pria itu tidak peduli akan pertanyaan yang di ajukan oleh Kim padanya, dia hanya melakukan hal yang tidak sopan terhadap Kim.


Merasa perlakuan pelanggan tersebut semakin tidak sopan, Kim mulai melawan dengan cara yang sopan. Menerima penolakan dari Kim, pelanggan tersebut tidak terima dengan bersikap kasar dan berkata kasar pada Kim.


"Maaf Tuan, tolong jangan bersikap seperti ini." Kata Kim terhadap pelanggan tersebut.


Tidak peduli yang di katakan Kim, pelanggan tersebut membuat Kim malu di hadapan semua pelanggan lainnya yang ada di dalam klub.


"Nona, kamu di gaji dari uang kami, kenapa sikapmu sangat tidak sopan terhadap pelanggan." kata pelanggan tersebut dengan keras, sehingga musik di klub malam tersebut di hentikan begitu saja.


"Tuan tolong maafkan dia." ujar manajer tempat kim bekerja yang datang menghampiri.


"Kamu siapa?" tanya pelanggan tersebut dengan kasar mendorong manajer tersebut ke lantai.


Setelah mendorong manajer tersebut, pelanggan pria itu kembali bersikap kasar pada Kim dengan menarik rambutnya ke belakang seraya berkata "Kamu sangat sok sekali Nona, sebagai pelayan kamu harus turuti apa kemauan pelanggan bukanya menolak."


Kim yang kesakitan langsung menginjak kaki pria tersebut sehingga dia terlepas dari cengkeraman pria tersebut. Merasa kesal mendapat perlawanan dari Kim, pria itu sangat marah dan hendak menampar wajahnya Kim tetapi datang seorang pria yang menahan tangan pria tersebut saat mendarat menyentuh wajahnya Kim.


"Sebaiknya kamu berhenti dan pergi dari sini." kata Pria yang ada di depannya Kim.


"Kamu siapa? Ikut campur urusanku." marah pria tersebut terhadap pria yang menolong kim.


"Dia memang bekerja sebagai pelayan di sini, tetapi dia tidak melayani nafsu kotormu itu."


Mendengarnya Kim mengenali suara tersebut dengan jelas. Dan ya, dia adalah Bosnya Kenley Ellieston.


Saat Ken menoleh ke arah Kim, pria tersebut mengambil botol Bir untuk menghantam kepala Ken menggunakan botol tersebut, tetapi Nelson datang menghentikan pria itu dengan berkata "Apakah kamu mau mati!"


Melihat Nelson yang datang ikut campur, pelanggan tersebut langsung kabur karena dia mengenali sosok seorang Nelson.


"Nona Kim apakah kamu tidak apa-apa?" tanya Ken pada Kim terduduk di lantai.


"Ti-tidak apa-apa Tuan." saut Kim yang tubuhnya bergetar karena ketakutan.


"Kemari biar aku bantu berdiri." kata Ken yang membantu Kim beranjak berdiri.


Ken yang merasa kesal dengan apa yang terjadi di depan matanya itu, berkata pada Kim "Kamu kenapa bekerja di tempat yang tidak cocok untukmu?" tanya Ken dengan suara sedikit keras karena kesal.


Kim hanya diam saja mendengar pertanyaan yang di lontarkan Ken terhadapnya dan malah meminta maaf pada Bosnya itu. Kemudian Kim kembali bekerja saat manajernya meminta bekerja.


Kim melangkah menjauh dari Bosnya itu, tetapi Ken malah menahannya dengan berkata "Kamu berhenti bekerja di sini sekarang." ujar Ken yang menahan emosionalnya.


"Maaf Tuan, sekarang di luar jam kerja jadi Anda bukan Bosku sekarang, tolong lepaskan tanganku." ujar Kim yang menahan bendungan air matanya.


Ken marah karena Kim tidak mendengarkan perkataannya. Tetapi Nelson menghentikan Ken dengan berbisik di telinganya "Lepaskan dia Ken, dia hanya bersikap profesional sekarang, kamu jangan permalukan dia lagi di hadapan semua orang." bisik Nelson pada Ken.


Kemudian Ken melepaskan cengkaman tangannya terhadap Kim. Saat Kim pergi dan kembali bekerja salah satu teman Ken berkata "Apakah kalian berdua mengenalnya?"


Mendengar pertanyaan tersebut Ken dan Nelson melihat ke arah temannya itu dan berkata "Apakah kau mengenalnya?" tanya Ken pada temannya itu.


"Tentu saja, aku tidak pernah lupa padanya." ucapnya.


"Maksud kamu apa?" Nelson bertanya.


"Aku kira dia akan menjadi wanita sukses dan bermartabat, tetapi nyatanya sangat berbeda dengan dugaan." ujarnya kembali.


Ken yang kesal pertanyaannya di abaikan dengan sedikit marah dia kembali bertanya pada temannya itu "Aku bilang apakah kamu mengenalnya?"


"Tentu saja aku mengenalnya, dia adalah Kimberli Clark. Dia adalah wanita yang pernah menolakku dulu saat kita masih kuliah." jawabnya.


"Menolakmu? Apa maksudmu?" tanya Nelson yang menarik temannya itu duduk untuk berbicara lebih serius.


"Apakah dia satu Universitas dengan Kita?" tanya Ken seraya ikut duduk di samping temannya itu karena penasaran terhadap ceritanya.


"Apakah kalian berdua tidak mengenalnya saat kita masih kuliah dulu?"


Ken dan Nelson menggelengkan kepala mereka bersamaan karena mereka berdua benar-benar tidak tahu sama sekali tentang Kim yang juga kuliah di universitas Harvard.


Temannya tersebut melanjutkan ceritanya dengan serius karena kedua temannya itu sangat ketinggalan zaman sekali sehingga tidak mengenali Kimberli Clark saat masih kuliah.


"Kimberli Clark adalah seorang gadis populer yang berparas cantik, pintar dan yang paling penting dia sangat baik. Aku pernah menyatakan cinta padanya dan di tolak begitu saja tanpa mengetahui siapa aku yang sebenarnya, jika dia tahu pasti dia tidak akan menolakku."


"Kamu jangan bercanda, lanjutkan ceritamu dengan benar." ucap Ken.


"Pernah semasa Kuliah dulu, dia di permalukan oleh seseorang pria_"


"Kenapa?" potong Nelson.


Ken yang kesal berkata "Tolong kamu diam saja dan dengarkan dia berbicara dulu."


"Lanjutkan." pinta Nelson pada temannya tersebut.


"Alasan Kimberli di permalukan di depan umum karena dia menolak pria tersebut, dan pria itu tidak terima oleh sebab itu dia melakukan itu terhadap Kimberli. Dan kalian tahu gara-gara kejadian itu Kimberli menghilang selama dua tahun lamanya, dan aku dengar dia kembali melanjutkan kuliahnya dan selesai tiga tahun lalu. Begitulah akhir dari ceritanya."


Cerita tentang Kim membuat Ken semakin penasaran terhadap asistennya itu. Tetapi ada yang menganjal di dalam hatinya Ken, kemudian dia bertanya pada temannya itu.


"Apakah kau mengenal pria itu?" tanya Ken yang membuat Nelson yang berada di sampingnya tersenyum.


"Kenapa kamu bertanya tentang pria itu? Apakah kamu ingin membalaskan dendam Nona Kim terhadapnya?" tanya Nelson yang menatap lekat sahabatnya itu dengan curiga.


Ken hanya diam saja dan mengabaikan pertanyaan yang di lontarkan Nelson terhadapnya. Kemudian teman mereka menjawab pertanyaan dari Ken tersebut "Kalau tidak salah Pria itu anak dari pemimpin perusahaan cabang Ellieston, dan nama pria itu adalah Alexander."


Ken yang mendengarnya tersenyum licik saat mendengar bahwa pria itu anak dari pimpinan di perusahaan cabang miliknya. Ken berdiri dari tempat duduknya, sesaat dia menatap Kim dengan tatapan tajam.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.β€πŸ§‘πŸ’›πŸ’šπŸ’™πŸ’œπŸ€ŽπŸ–€πŸ€