Protect My Heart

Protect My Heart
Part 19



Saly berlari keluar dari kamar tamu yang di tempati oleh Kim. dia berlari menuju kamar sang kakak, tanpa mengatur napas Saly langsung duduk di samping Ken dengan berkata. “Ken aku tahu siapa pria yang Kim cintai.” Saly menarik napasnya setelah berkata.


“Cool down, katakan siapa dia?”


“Pria itu adalah Bosnya di tempat dia bekerja.” Seru Saly yang langsung membuat Ken tersenyum bahagia.


Ken hanya diam saja tidak mengatakan apa-apa pada Saly yang dari tadi menunggunya mengatakan sesuatu padanya, tetapi ternyata sang kakak tidak sedikit pun berkomentar.


“Kenapa kamu hanya diam saja?” Saly yang heran dengan sang kakaknya.


“Your wish will come true.” Seru Ken seraya meninggalkan Saly menuju kamar tamu yang di tempati oleh Kim.


Saat di depan pintu, ternyata Kim membuka pintu untuk keluar dari kamar. Kim yang melihat Ken yang ada di depan pintu kamarnya, dia sangat terkejut dan tiba-tiba wajahnya mulai panas. Apa yang di pikirkan Ken, Kim tidak tahu sama sekali.


“Ada apa lagi?” seru Kim yang bersikap seakan biasa saja, walaupun kenyataannya dia sangat gugup sekali.


Tanpa menjawab Ken mendorong Kim masuk kembali masuk dalam kamarnya dan menutup pintu dengan menggunakan kakinya. Kim yang gugup tidak tahu harus melakukan apa? Tubuhnya tidak bisa bergerak dan juga bibirnya keluh hanya matanya yang terus menatap mata Ken yang seakan ingin membunuhnya.


“Apa yang kamu inginkan padaku?” tanya Kim yang gugupnya setengah mati.


“I want you to be mine.” Seru Ken terus mendekati Kim.


Mendengarnya wajah Kim mulai memerah, mata hitamnya membulat, detak jantungnya semakin cepat dan keras, napasnya terasa berat karena dia merasa udara di dalam kamar ini mulai habis.


“Aku tidak bisa Tuan.” Seru Kim yang tiba-tiba.


“Why?” tanya Ken yang meraih pinggangnya Kim dengan tangan kanannya.


“Because I Love someone Else.”  Ujar Kim yang menunduk ke bawah.


Ken tersenyum mendengarnya, dia tahu orang yang di maksudkan Kim adalah dirinya. Ken mengangkat dagunya Kim dengan salah satu tangannya dan satu tangannya lagi masih melingkar di pinggangnya kim.


“Aku juga mencintaimu.” Kata Ken yang menjawab Kim. dia terbelalak mendengar apa yang di katakan Ken padanya.


“Kamu__” ucapan Kim terhenti karena Ken langsung menciumnya dan berkata.


“Aku tahu orang yang kamu cintai adalah diriku.” Ucap Ken yang percaya diri.


Wajah Kim memerah karena malu. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena rahasianya sudah ketahuan oleh Ken.


“Kenapa kamu diam?” tanya Ken melingkarkan kedua tangannya di pinggangnya Kim. “Jika kamu diam berarti benar, mulai sekarang kamu milikku.” Seru Ken yang langsung ******* bibir Kim dengan lembut, sesaat Ken melepaskan ciumannya tetapi dia melanjutkannya karena Kim diam saja dan tidak menolak ciumannya. Ken terus mencium Kim dengan lembut, hingga akhirnya Kim membalas ciumannya.


Tidak ada kata-kata yang bisa Kim jelaskan apa yang dia rasakan saat ini. Semua yang di rasakan Kim adalah cinta yang begitu besar dan tulus sehingga tidak ada kata-kata yang tepat untuk menggambarkan rasa cinta yang dia miliki untuk Ken.


KEN POV.


Aku tidak pernah mengira jika aku benar-benar jatuh cinta pada Kimberli Clark. Sebelumnya aku tidak mudah untuk mencintai seorang wanita, tetapi dia bisa membuatku peduli padanya dan yang lebih aku tidak bisa aku mengerti aku tidak bisa jauh-jauh darinya walaupun hanya untuk sesaat. Aku tidak tahu bagaimana jika dia pergi meninggalkan aku untuk selamanya, bisa-bisa aku akan gila.


Aku bisa merasakan getar dalam diriku saat bersama dengannya, aku bisa merasa lumpuh hanya dengan tatapnya, aku bisa merasakan kehangatan saat memeluknya, aku juga bisa merasakan jika aku tidak bisa hidup tampahnya. Begitulah yang aku rasakan saat ini.


Dia bagaikan kesempurnaan yang harus aku capai dalam hidup ini dan yang harus aku jaga sampai akhir hayat hidupku. I believe he is the World in My Love.


Author POV.


Ken membawah Kim kembali ke apartemennya, sesampai di sana Kim menolak tinggal di apartemennya Ken walaupun mereka sudah resmi pacaran.


“Kenapa kamu tidak mau tinggal bersamaku?” seru Ken menggarut kepalanya yang tidak gatal.


“Aku tidak bisa.” Saut Kim dengan wajah yang memerah seraya menundukkan kepalanya.


Melihatnya Ken menyadari jika pacarnya itu sangat gugup dengan tangan melintir-lintar bawah baju.


“Apakah tidak apa-apa aku tinggal bersamamu di sini?” tanya Kim yang malu-malu.


“Tidak ada yang bisa melarangmu untuk tinggal bersamaku.” Seru Ken yang yakin akan dirinya sendiri.


“Kamu melewatkan satu orang.” Saut Kim yang mengangkat kepalanya karena dia tidak percaya jika pria yang ada di hadapannya ini sangat percaya diri sekali.


“Siapa yang bisa melawan keinginanku?” seru Ken dengan nada sombongnya itu.


“My Mom.”


Ken langsung terdiam saat mendengarnya, karena ibunya berhak penuh atas dirinya Kim, bukan dirinya. Ken mengarut kepalanya yang tak gatal dengan berkata. “Aku harus menikahimu supaya aku bisa berhak penuh atas dirimu, bukan ibumu lagi.”


Kim terkejut dengan perkataan pria yang ada di hadapannya itu. Dia tidak percaya secara langsung Ken melamarnya begitu saja.


“Apakah barusan kamu melamarku?” seru Kim yang tersipu malu.


“Apakah kamu ingin aku melamarmu?” goda Ken.


“Tidak.” lirih Kim yang kecewa. “Di mana kamarku?” seru Kim yang mengalihkan pembicaraan.


“Apakah kamu marah padaku?” tanya Ken yang meraih jari jemari Kim.


Kim mulai salah tingkah dengan wajah yang panas karena gugup dengan sikap Ken yang tiba-tiba sangat impulsif terhadap dirinya.


“Tidak.” Seru Kim yang tak menatap wajahnya Ken.


“Apakah kamu kecewa padaku?” seru Ken kembali.


Lagi-lagi Kim menjawab “Tidak.”


“Apakah kamu tidak keberatan menikah denganku sekarang?”


“Tidak.” Jawab Kim yang tidak menyadari apa yang di tanyakan Ken padanya barusan. Saat dia menyadarinya Ken langsung berkata.


“Baiklah kita menikah sekarang.” seru Ken yang hendak menarik tangan Kim keluar dari apartemennya.


Tetapi Kim menghentikannya dengan berkata “Are you crazy!” kesal kim terhadap Ken yang semakin mengesalkan.


“Aku memang Gila karena mencintaimu.” Gombal Ken yang terkesan kaku dan dingin.


Bukannya terharu Kim malah tertawa geli mendengar perkataan Ken padanya. dia merasa jika Ken tidak cocok menggombal seperti itu.


“Kenapa tertawa?” tanya Ken yang bingung, karena menurutnya apa yang dia katakan itu sangat susah sekali bagi dirinya untuk berkata seperti itu.


“Tidak apa-apa, hanya saja baru kali ini aku melihatmu seperti itu.” Seru Kim dengan tertawa kecil di hadapan Ken.


Ken sangat malu sekali, sehingga dia langsung masuk ke kamarnya meninggalkan Kim yang masih berada di ruangan tengah.


“Apakah seperti itu sisi manisnya?” seru Kim sendiri dengan tertawa geli karena mengingat kejadian barusan, dan hal itu sangat langkah untuk terjadi lagi.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍