Protect My Heart

Protect My Heart
Part 13



Ken dan Kim tiba di sebuah apartemen mewah yang terletak di lantai paling atas. Kim hanya berdiam diri di depan pintu dengan menggigiti kuku jari tangannya.


“Dag...dig...dug.” suara jantung Kim yang tak karuan.


Kim tidak tahu harus lakukan apa di apartemen Bosnya itu. Dia ingin sekali pulang ke apartemen Grece yang kebetulan berada satu gedung dengan milik Bosnya. Kim memutar tubuhnya untuk membuka pintu untuk keluar dari apartemen itu, tetapi Bosnya itu menyadari jika dirinya hendak melarikan diri.


“Nona Kim, mau ke mana?” tanya Ken seraya mendekati Kim dan menariknya masuk ke dalam sebuah kamar.


Kim semakin gugup, jantungnya semakin berdetak tak karuan. Apa yang terjadi pada dirinya adalah hal yang tidak wajar dan apa yang di lakukan Bosnya juga tidak wajar bagi Kim, apa yang terjadi pada malam ini adalah sebuah kesalahan besar.


“Tuan kenapa Anda melakukan ini padaku?” tanya Kim yang tidak mengerti.


“Kamu akan tetap di sini sampai kamu menuruti keinginanku.” Jawab Ken dengan datar tetapi terdengar emosional.


“Maksud Tuan berhenti bekerja di Klub malam?”


“Em..” Ken menganggukkan kepalanya.


“Sebenarnya Tuan tidak perlu lakukan semua ini, karena pada hari itu aku sudah dipecat dari sana.” Kata Kim yang sontak membuat Ken terdiam.


Ken tidak menjawab apa pun karena dia merasa malu dengan sikapnya sekarang. dia sadar jika dirinya bersikap berlebihan pada Kim karena sebuah alasan yang sepele. Ken tidak tahu kenapa dia bersikap seperti ini, dia sangat mengkhawatirkan Kim sehingga dia sangat sensitive jika menyangkut soal Kim.


“Tuan apa boleh aku pulang sekarang? aku tidak ingin jika temanku khawatir padaku.” kata Kim yang langsung membuka pintu kamar.


“Tunggu sebentar Nona Kim.” kata Ken seraya mendekati Kim. “Apa boleh aku katakan sesuatu padamu?” tanya Ken seraya semakin mendekati Kim.


“Katakan saja Tuan.” Saut Kim seraya melangkah mundur dari Bosnya itu.


“Apa boleh aku menciummu lagi?” tanya Ken yang langsung membuat Mata biru laut Kim membulat karena terkejut.


Bibir Kim keluh, dia tidak bisa berkata apa-apa. Kim yang Diam membuat Ken berpendapat jika Kim diam berarti dia mengizinkannya untuk menciumnya.


Secara perlahan Ken mendekati Kim yang sedang memegangi gagang pintu, dan Kim hanya diam seperti patung saat Bosnya itu mendekatinya. Diamnya Kim berarti dia juga menginginkannya, dan kali ini Bosnya itu meminta izin darinya untuk menciumnya.


Bibir Ken sudah hampir mendarat di bibirnya Kim, tetapi tiba-tiba Kim berubah pikiran dengan melengoskan wajahnya dari wajah Bosnya itu, secara tidak langsung Kim menolak untuk di cium. Tetapi Ken tidak membiarkan kesempatannya lepas begitu saja, dengan cepat dia menahan wajah Kim dengan kedua tangannya dan langsung mencium bibir merah milik Kim dengan lembut, secara perlahan Ken ******* Bibir itu dan kemudian dia berhenti dengan berkata “I Love You.”


Kim yang mendengarnya sontak terdiam dengan mata yang hampir keluar. “Dag...dig...dug.” suara detak jantung Kim yang tak karuan.


“Tuan Anda bilang apa barusan?” tanya Kim yang tidak percaya.


“I Love You, Nona Kim.”


Mata biru laut Kim membulat setelah mendengar perkataan sang Bos terhadapnya. Kim berpikir jika Bosnya hanya bercanda padanya, alhasil Kim hanya mengabaikan perkataan sang Bos terhadapnya.


“Tinggallah bersamaku” kata Ken kembali yang semakin membuat Kim tidak bisa berkata apa-apa.


“Nona Kim aku tidak bercanda dengan apa yang aku bilang barusan, jadi tolong pikirkan apa yang barusan yang aku katakan padamu, aku akan menunggu jawabanmu besok sampai jam 12 malam.” Kata Ken seraya berjalan mendekati Kim.


“Maaf Tuan, aku harus pulang sekarang.” ujar Kim yang mengabaikan perkataan Bosnya tersebut dan meninggalkan apartemen Bosnya itu.


🌺🌺🌺


Hanya perlu turun dua lantai Kim sampai di apartemennya Grece. Saat di dalam kamar Kim memikirkan apa yang baru saja di katakan oleh Bosnya itu padanya.


Kim POV.


“Apakah dia serius dengan ucapannya? Kenapa aku merasa dia tidak serius dengan apa yang dia katakan padaku.” gerutuku sendiri di dalam kamar dengan lampu kamar di matikan.


Aku mulai merasakan getaran yang tidak aku mengerti, karena getaran ini sungguh terlambat untuk berdebar. Seharusnya aku merasakan debaran ini pada saat Tuan Ken melakukannya tadi, tetapi kenapa harus terlambat begini.


“Apakah aku menyesali apa yang aku katakan tadi pada Tuan Ken? aku akui jika diriku memiliki perasaan padanya, tetapi ini tidak mungkin bagiku untuk bersamanya.” Kataku yang bergelut di tempat tidur.


Aku bisa merasakan jika wajahku mulai panas dan memerah saat memikirkan apa yang terjadi barusan. Rasa yang aku rasakan sekarang sangat tidak aku mengerti dengan nalarku. Di tambah hubunganku dengan Tuan Ken sanggatlah rumit, tidak mudah untuk di pahami.


“Jika dia bilang ingin menikah denganku, mungkin aku bisa percaya dengannya, tetapi kenyataannya dia Cuma terbawah suasana saja mengatakan itu padaku, lebih baik aku melupakannya.” Kataku kembali seraya masuk ke dalam kamar mandi.


Author POV.


Apa yang terjadi hari ini di anggap oleh Kim hanya angin lalu, dia tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya dan Bosnya. Mungkin saja mereka hanya melakukan kesalahan saat mereka berdua lagi emosional.


Ken tahu betul jika dirinya sedang membuat Kim tidak nyaman dengan apa yang dia lakukan sekarang. tetapi yang pasti Ken tahu apa yang dia inginkan untuk dirinya, apa yang dia anggap benar dia akan terus maju tanpa mundur.


Tetapi yang jadi masalahnya adalah pada Ken sendiri. Apakah benar apa yang dia rasakan terhadap Kim adalah cinta yang tulus atau hanya sebuah kemauannya untuk menaklukkan Kim saja.


Dunia Ken sanggatlah tidak pasti jika menyangkut soal wanita dan cinta. Kehidupan yang di jalani Ken seperti permainan waktu, jika saat ini dia menganggap dia mencintai Kim tetapi di lain waktu dia bisa saja salah karena mencintai seseorang itu membutuhkan waktu untuk memahami apa yang dirasakan terhadap orang yang di anggap berharga baginya.


Berbeda halnya dengan kehidupan yang di jalani oleh Kim. Kim hidup dengan adanya kepastian, jika tidak pasti dia akan melupakannya, dengan mencari kehidupan yang sudah pasti dia yakini akan membuat hidupnya pasti, bukan seperti permainan waktu yang kapan saja bisa berubah-ubah.


Kim yang menginginkan seseorang pria yang benar-benar serius terhadapnya, bukan seseorang pria yang senang bermain dengan perasaannya.


Mungkin waktu dapat menjawab semuanya. Jika waktunya sudah tiba mungkin Ken menyadari apa yang di rasakannya, sedangkan Kim menyadari jika Ken adalah seorang pria yang baik untuknya. Dunia ini tidak ada yang pasti, tetapi satu yang pasti tuhan itu ada untuk menciptakan manusia berpasang-pasangan, yang di sebut dengan ‘JODOH’.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍