Protect My Heart

Protect My Heart
Part 34



Wajah Kim terlihat sangat kesal, dia tidak habis pikir sudah hampir tiga puluh menit dia dan Andrew menunggu orang yang ingin Andrew kenalkan padanya. kim juga meminta pada Andrew untuk menghubungi orang tersebut tetapi orang tersebut tidak mengangkatnya.


“Kata kamu dia adalah orang yang perfeksionis dan tidak suka keterlambatan, tetapi kenapa malah dia yang telat? Sangat tidak profesional.” Ucap Kim yang menatap tajam Andrew karena merasa waktunya terbuang sia-sia oleh sahabatnya ini.


“Sorry Kim, biasanya dia tidak pernah telat seperti ini dan biasanya dia selalu datang lebih awal dari yang di janjikan.” Suat Andrew beralasan yang sangat klasik bagi Kim.


“Tidak usah membelanya seperti itu, sudah jelas dia terlambat masih saja berkata seperti itu.” Sindir Kim.


“Kau tidak mengenalnya jadi kau tidak tahu dia orang yang seperti apa, jangan menilai orang sebelum mengenalnya, jadi aku minta sama kamu untuk berhenti berbicara buruk tentangnya.” Cetus Andrew meminta Kim berhenti berbicara.


Mendengar apa yang di katakan sahabatnya itu membuat Kim semakin kesal. “Baiklah, tetapi aku tidak janji akan bersikap ramah padanya saat dia datang nanti.” Ucap Kim dengan mata yang melotot ke arah Andrew.


Andrew hanya mengabaikannya dan dia terus melihat ke arah pintu masuk restoran memantau kedatangan  orang yang sangat dia ingin kenalkan pada wanita yang duduk di hadapannya ini. sedangkan Kim merasa sangat bosan dengan posisi bersandar di belakang kursinya dan kepalanya di tutupi dengan menu.


“Apakah masih lama lagi? kapan dia akan datang? Aku sudah sangat bosan berada di sini.” Rutuk Kim dengan wajah di balik menu.


Andrew terkekeh melihat perilaku sahabatnya itu, dia tidak habis pikir kenapa wanita ini sangat manis sekali dan rasanya Andrew ingin sekali menggodanya sekarang tetapi tidak dia lakukan karena wanita yang menurutnya manis ini tidak suka jika dia menggodanya.


“Aku rasa sebentar lagi dia akan datang, kamu yang sabar.” Ucap Andrew yang tersenyum melihat Kim yang tetap pada posisi wajah yang tertutup oleh menu.


“Oke baiklah aku akan tunggu untuk beberapa saat lagi, jika orang itu tidak muncul-muncul juga aku akan pergi dari sini dan aku minta sama kamu Andrew jangan coba-coba untuk melarangku untuk pergi.” Ucap Kim dengan nada suara yang sedikit di kuatkannya.


“Of course.” Kata Andrew menyetujui keinginan Kim.


Setelah beberapa detik kemudian ada yang datang dengan berkata. “Sorry, I am late.” Andrew yang melihat kedatangan orang tersebut langsung berdiri dan memeluknya.


“It’s okay, nice to meet you.” Ucap Andrew seraya melepas pelukannya dan menendang kaki kursi Kim.


“Apa yang kau lakukan__” kata-kata Kim terhenti ketika melihat sosok Ken di hadapannya.


“Ken perkenalkan ini Kimberli Clark sahabatku.” Kata Andrew pada Ken.


“Nice to meet you Mr. Ellieston.” Ucap Kim seolah-olah tidak mengenalinya seraya mengulurkan tangannya ke arah Ken.


Ken menatap Kim dengan tatapan membunuhnya karena wanita itu bersikap tidak mengenalinya. “Nice to meet you too Mrs. Clark.” Ken menggenggam erat tangan Kim saat berjabat tangan, keduanya memiliki tatapan yang berbeda untuk satu sama lain. Ken dengan tatapan emosionalnya dan Kim dengan tatapan keraguannya.


“Baiklah kalian berdua mau pesan apa?” seru Andrew pada mereka berdua.


Dengan gugup Kim berkata. “Andrew aku mau ke toilet sebentar,” Kim meraih tasnya lalu berjalan melewati Ken yang sedang duduk seraya menatapnya tajam.


❄❄❄


Menatap diri dalam cermin membuat Kim merasa sangat gelisah apa yang terjadi barusan, dia tidak mengira jika Ken adalah sahabat dari sahabatnya. Apakah ini hanya kebetulan atau memang sudah takdir. Batin Kim.


“Sampai kapan kau akan bersembunyi seperti ini?” terdengar suara yang sangat tidak asing bagi Kim. dia menoleh ke arah pintu Toilet dan di sana ada sosok Ken yang sudah bersandar di balik pintu Toilet.


“Sedang apa kau di sini?” seru Kim yang panik melihat Ken berada di dalam toilet wanita, sedangkan pintu di tutup rapat olehnya sehingga tidak ada yang bisa masuk ke dalam toilet.


“Bukannya sudah jelas aku berada di sini untuk berbicara padamu.” Saut Ken seraya melangkah mendekati Kim.


Kim melangkah mundur dari Ken yang terus melangkah maju ke arahnya. Bukan berarti dia takut pada Ken melainkan dia takut tidak bisa mengontrol emosinya jika dia berada di dekat Ken.


“Berhenti jangan mendekatiku,” ujar Kim seraya melangkah mundur.


“Apakah kau takut berada di dekatku?” seru Ken yang tidak mendengar apa yang di katakan Kim padanya.


“Aku tidak takut,”


“Terus kenapa kau terus menjauh dariku?” Ken hampir meraih Kim, tetapi Kim lebih dulu menghentikan pergerakannya.


Ken mengepal ke dua tangannya setelah mendengarkan apa yang dikatakan Kim padanya. dia sangat marah mendengar wanita ini sangat membencinya sehingga tak ingin berada di dekatnya.


“Kenapa wanita sepertimu membenci orang sepertiku, bukannya kau sangat suka berada di dekat orang kaya sepertiku,” Ken mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Kim.


“Apa yang kau katakan?” Kim berusaha menghindari kontak fisik dengan Ken.


“Bukanya kau hanya mengincar hartaku, seperti kau mendekati My Daddy.” Ucap Ken yang tiba-tiba membuat Kim terkejut dengan apa yang dia katakan.


“Apa maksudmu berkata seperti itu?” seru Kim yang tidak mengerti apa yang di katakan Ken padanya.


Ken merogoh saku jasnya dan mengambil ponsel, dia menghidupkan ponselnya sesaat dan kemudian dia memperlihatkan layar ponselnya kepada Kim dengan berkata. ”Apakah kau bisa melihat ini?” seru Ken menunjukkan sebuah foto pada Kim.


Terlihat jelas di layar ponsel Ken menujukan foto Kim bersama Marvin Ellieston. Di mana foto tersebut di ambil enam tahun yang lalu di Rumah sakit saat Marvin masih hidup.


“Kau dapat dari mana foto ini?”


“Kenapa? Apakah kau takut rahasiamu terbongkar?” seru Ken yang menunjukkan wajah kebenciannya kepada Kim.


“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan,” Kim semakin tidak mengerti dengan apa yang di katakan dan yang di pikirkan Ken sekarang tentang dirinya.


“Jangan berpura-pura tidak mengerti dengan apa yang aku katakan padamu, karena aku tahu tentang hubunganmu dengan Daddy,” semakin Ken berbicara semakin membuat Kim tidak mengerti dengan jalan pikiran Ken. apa yang di katakannya membuat Kim berpikir bahwa ada sebuah kesalahpahaman yang tidak dia ketahui.


“Sungguh aku tidak tahu apa yang kau katakan dan hubungan apa yang kau maksud?” seru Kim yang kebingungan.


“Aku minta kau mengakui semuanya sekarang atau tidak kau akan menyesalinya.” Ujar Ken yang semakin memojokkan tubuh Kim di sudut dinding.


“Apa maksudmu dan mengakui apa? Aku tidak mengerti sama-sama sekali,” kata Kim yang frustasi karena tidak mengerti sama sekali apa yang di katakan Ken padanya.


Wajah Ken berubah sangat menakutkan saat melihat Kim yang masih keras tidak mengakui apa yang dia katakan. Kemudian kedua tangan kekarnya menarik kerah baju Kim sehingga membuatnya berjinjit ke atas.


“Aku tahu jika kau memiliki hubungan dengan My Daddy, selama ini kau hanya memanfaatkan aku sajakkan?” kata Ken yang membuat Kim terkejut.


“Apa yang kau katakan Ken? aku tidak seperti yang kau katakan barusan.” Saut Kim yang membantah tuduhan Ken padanya.


“Kau tidak usah berbohong padaku, karena buktinya sudah ada jadi aku minta kau mengakuinya!!” bentak Ken seraya menarik kerah baju Kim yang semakin membuat Kim tercekik.


“Tolong lepaskan aku,” ujar Kim yang menahan sakit di sekitar lehernya. “Le_paskan aku Ken, aku tidak bisa ber_nafas sama sekali.” Kim berusaha bernafas seraya memegangi kedua tangan Ken yang mencengkeram di lehernya.


“Kau jawab dulu! Baru aku lepaskan!” terdengar suara Ken yang sangat menyeramkan untuk di dengar oleh Kim.


Semakin Ken tidak bisa mengontrol emosinya, dia semakin menarik tubuh Kim ke atas sehingga kaki Kim mengantung. Kim tidak bisa berbicara lagi karena cengkeraman di lehernya dan melihat tatapan pria yang dia cintai sangat membuatnya sakit hati, semakin Kim menatap mata itu hatinya semakin hancur karena melihat Ken yang sangat membencinya.


Air mata yang di tahan oleh Kim dari sejak tadi kini mengalir membasahi pipinya, dia tidak bisa mengatakan jika apa yang dipikirkan Ken tentang dirinya tidaklah benar. Air mata Kim terus mengalir hingga menetes di tangannya Ken, melihat Kim menangis Ken mulai sadar jika apa yang dia lakukan sekarang menyakiti Kim. secara perlahan dia mulai menurunkan tubuh Kim yang mengantung dan melepaskan cengkeramanya di leher wanita itu.


Setelah bisa bernafas Kim melangkah menjauh dari Ken seraya memegangi leher dan dadanya, kakinya terasa sangat lemas dan bergetar setelah melihat kemarahan Ken padanya. saat hendak membuka pintu toilet Kim menghentikan pergerakannya karena dia mendengar Ken menangis, Kim menoleh ke belakang dan melihat punggung pria itu yang menunduk ke bawah seraya menahan isak tangisnya.


Melihat Ken menangis seperti itu membuat Kim menyadari jika pria itu sangat menderita selama ini dan bukan hanya dirinya saja yang mengalami kesulitan, tetapi Ken juga mengalami masa-masa sulit.


Seberapa menderitanya Kamu sehingga menangis seperti itu. Batin Kim. rasanya ingin sekali Kim memeluk pria itu, tetapi dia tidak bisa karena dia tidak ingin semakin menyakitinya.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍