
Mata Kim terbuka tepat hari ketiga setelah dia menjalani operasi. Saat matanya terbuka Kim melihat Ken yang tertidur di sampingnya. Perlahan Kim mengerakkan tangannya untuk menyentuh kepala pria yang ada di sampingnya itu. dengan ujung jarinya Kim menyisikan rambut Ken yang sudah sangat gondrong.
“Kapan terakhir kali dia memotong rambutnya?” ucap Kim pelan. Kim mencoba untuk beranjak duduk, tetapi tiba-tiba bagian dadanya terasa begitu nyeri. “Aaahh..” rintihnya kesakitan.
Ken yang tertidur di sampingnya terbangun saat mendengar suara kesakitan Kim. “Sayang kau sudah bangun?” tanya Ken yang langsung beranjak duduk. “Sayang apakah kau tidak apa-apa?” tambah Ken yang khawatir melihat Kim merintih kesakitan.
“Di sini terasa sangat sakit sekali,” jawab Kim seraya menatap dadanya. Ken sangat panik saat Kim menatap dadanya.
“Sayang kau tunggu sebentar di sini, aku akan memanggilkan dokter untuk mu.” Ucap Ken yang panik. Kim mengulum senyum, dia tidak tahan melihat pria yang dia cintai ini terlihat sangat lucu sekali.
“Sayang, kau tidak perlu memanggilkan dokter.” Ujar Kim menahan Ken yang hendak pergi. Ken menatap balik ke arah Kim dengan wajah yang masih panik.
“Bukannya kau merasa kesakitan?” Tanya Ken dengan wajah Bingung. Kim tertawa kecil seraya menahan rasa sakit di dadanya.
“Sayang, aku tidak apa-apa.” Ucap Kim.
“Tapi ka_” kata-kata Ken terpotong karena Kim menertawainya dengan menahan dadanya yang sakit.
“Sayang dadaku sakit bukan karena serangan jantung, tetapi karena bekas luka operasi yang aku jalani. Aku sudah pernah mengalaminya sebelumnya, malah lebih dari satu kali.” Jawab Kim yang lemah.
Ken kembali menghampiri Kim, dia terlihat masih sangat khawatir dengan keadaan wanita yang dia cintai ini. “Apakah kau yakin tidak apa-apa?” tanya Ken yang kembali memastikan keadaan Kim.
“Em…aku sangat yakin sekali, malah aku merasa jantung ku sedikit lebih baik dari sebelumnya.” Ucap Kim seraya menatap lembut dada sebelah kirinya.
Akhirnya Ken dapat tersenyum lega setelah mendengar penjelasan Kim, kemudian dia menarik Kim ke dalam pelukannya seraya berkata. “Aku senang mendengar jika kau baik-baik saja, entah apa yang akan aku lakukan jika kau benar-benar mengalami serangan jantung. Aku tidak bisa membayangkannya.” Ken semakin mengeratkan pelukannya dan mengecup puncak kepala Kim dengan sangat dalam.
“Aku baik-baik saja sekarang, kau tidak perlu khawatir.” Ucap Kim menenangkan Ken yang sedang memeluknya.
***
Sudah satu bulan berlalu sejak kepulangan Kim dari rumah sakit. Kini jantung Kim mengalami peningkatan, kini jantung Kim sedikit lebih kaut dari sebelumnya. Selama satu bulan terakhir ini Kim tidak pernah mengalami serangan jantung lagi.
Selama masa pemulihan Kim selalu berada di Apartemennya Ken. Pria ini tidak pernah mengizinkan Kim untuk melakukan apa pun, termasuk pergi keluar Apartemen. Setiap hari Kim selalu berada di dalam kamar atau di depan TV seperti saat ini.
“Jam berapa dia akan pulang?” seru Kim. Setiap pukul empat sore Kim selalu duduk di depan TV untuk menunggu kepulangan Ken. Jika Kim tidak duduk di depan TV saat pria itu kembali, maka akan terjadi keributan di Apartemen ini. Setiap kali Kim tidak ada saat Ken membuka pintu Apartemen pria itu akan panik mencari keberadaan Kim.
karena masih tersisa waktu tiga puluh menit lagi Kim memutuskan pergi ke kamar mandi untuk memeriksa sesuatu. Saat Kim berada di dalam kamar mandi tiba-tiba Ken pulang ke Apartemen lebih awal dari biasanya, dengan semangat Ken membuka pintu Apartemennya dan saat pintu terbuka Ken tidak melihat Kim yang biasa menunggunya di depan TV. Ken panik seketika saat tidak melihat Kim di depan TV.
“Kim,” teriak Ken panik. Tidak ada jawaban karena suara teriakan Ken tidak terdengar dari dalam kamar mandi. “Kim…” teriak Ken kembali. Dengan cepat dan secara membabi buta Ken mencari keberadaan Kim di dalam Apartemen. Semua barang hancur dan berjatuhan di atas lantai.
Ken duduk di sofa dengan wajah frustrasi-Nya, dia hampir kehilangan akalnya karena tidak bisa menemukan Kim di mana pun. Sedangkan di sisi lain Kim keluar dari kamar mandi dan dia berjalan menuju ke ruangan tengah di mana dia selalu duduk menunggu Ken pulang. Saat keluar dari kamar Kim terkejut saat melihat semua barang-barang di Apartemen ini berjatuhan di lantai, Kim juga mendapati Ken yang duduk di sofa depan TV dengan penampilan yang sangat berantakan sekali.
“Kau dari mana saja?” tanya Ken yang panik. Kim terkejut tiba-tiba saja Ken bersikap aneh seperti ini.
“Aku habis dari kamar mandi, memangnya ada apa? Terus apa yang terjadi di sini?” tanya Kim Bingung. Ken mengeratkan pelukan.
“Saat aku tiba di Apartemen kau tidak ada, aku kira terjadi sesuatu padamu.” Ucap Ken yang membawa tubuh Kim dalam dekapannya. Kim tersenyum.
“Sayang aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir.” Kim mencoba untuk menenangkan pria yang mendekapnya itu. Dia tahu jika saat ini Ken merasa sangat ketakutan sekali saat dia tidak ada. “Ken, lepaskan aku sebentar,” pinta Kim. Ken menolak untuk melepaskannya dan malah semakin memeluk erat tubuh Kim.
“Marry Me,” ucap Ken tiba-tiba. Kim mengerjapkan matanya, dia tidak percaya dengan ucapan Ken barusan.
Kim melepaskan dirinya dari pelukan Ken. “Ken apa maksud dari yang kau ucapkan barusan?” tanya Kim yang tak yakin.
Ken mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dari saku jasnya, perlahan dia berjongkok di hadap Kim dengan membukakan kotak kecil yang berisi cincin berlian. “Will you Marry me?” tanya Ken sangat serius.
Kim menutup mulutnya, dan disertai air mata yang mengalir lembut di pipinya. Tanpa berpikir panjang Kim menganggukkan kepalanya, dia mengiyakan lamaran Ken. perlahan Ken memasangkan cincin berlian tersebut ke jari manis Kim, dia terlihat sangat bahagia sekali setelah memasangkan cincin tersebut di jari wanita yang sangat dia cintai.
Kemudian Ken kembali memeluk erat tubuh Kim dalam dekapannya, dan mengecup bibir manis Kim. Rasa bahagia yang menyelimuti kedua insan tersebut hingga ke dalam hati. Tidak ada yang lebih membuat Kim bahagia saat ini, menikah dengan Ken adalah sebuah kebahagiaan terbesar yang di milikinya.
“Ken, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.” Ucap Kim. Ken mengerjapkan matanya penasaran.
“Apa itu?” tanya Ken dengan wajah yang serius. Kim tersenyum.
“Kemarilah,” Pinta Kim. Ken mendekatkan telinganya pada Kim. “I am pregnant.” Bisik Kim di telinga Ken.
“Apa!” Ken kaget saat mendengar apa yang di bisikan Kim di telinganya. “Sayang, Apakah kau serius?” tanya Ken.
“Em…sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah.” Jawab Kim dengan tersenyum.
Ken tidak bisa berkata-kata lagi, dia tidak bisa mengungkapkan perasaan bahagianya dengan kata-kata. Dia langsung menghujani Kim dengan puluhan kecupan di wajahnya dan mengangkat tubuh Kim ke atas tubuhnya. “Aku akan menjadi seorang ayah.” Teriak Ken sepuasnya. Kim tertawa bahagia dengan membentangkan kedua tangannya di udara.
.
.
.
Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍