Protect My Heart

Protect My Heart
Part 43



Memiliki waktu yang singkat Kim memilih untuk di rawat di rumah saja. Hampir dua hari dia berada di apartemen yang di sediakan Ken untuknya. Dan hampir dua hari juga Ken bersikap aneh setelah Kim memutuskan tidak ingin melakukan cara yang satu-satunya menjadi harap Ken membuat wanitanya bisa bertahan hidup sampai dia benar-benar siap jika suatu saat Kim pergi jauh meninggalkannya.


Butuh waktu begitu lama bagi Ken mempersiapkan dirinya untuk menerima kenyataan yang menyayat hati. Bisa di bilang Ken tidak akan pernah bisa siap jika suatu saat dia akan kehilangan wanita yang sangat dia cintai. Setelah sekian lama Ken hidup. Dia tidak pernah memiliki seseorang yang sangat ingin dia lindungi sampai akhir hayatnya. Saat dia memiliki seseorang yang sangat dia ingin lindungi ternyata sebentar lagi orang tersebut akan pergi meninggalkannya sendirian dan pergi jauh sehingga dia tidak bisa mengapainya kembali.


"Apa ada yang kau pikirkan akhir-akhir ini?" seru Kim memasuki ruangan kerja Ken.


Untuk beberapa saat Ken mengabaikan wanitanya itu dan tangannya terus bekerja menekan tombol Keyboard komputernya.


"Apa yang kau lakukan sehingga kau mengabaikan aku?" seru Kim kembali seraya mendekati Ken.


"Tidak ada," Ken langsung mematikan komputernya saat Kim mendekatinya.


Kim mengerutkan keningnya seraya berdecak kesal karena sikap yang di tunjukan Ken padanya. Rasa marah membuat Kim pergi begitu saja dari ruangan kerja Ken, sehingga pria itu menyesali sikapnya itu. Dia tidak tahu harus melakukan apa, tidak ada satu pun yang dapat Ken kerjakan karena terlalu banyak yang dia pikirkan dalam beberapa hari ini. Sehingga tanpa dia sadari dia sedikit kurang memperhatikan emosi wanitanya akhir-akhir ini.


Merasa geram terhadap Ken yang tidak melakukan apa-apa saat dirinya marah, dengan mengentakkan kakinya kesal. Terdengar suara bel apartemen berbunyi Kim berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu apartemen.


"Hi...I Miss you so Much." Saly langsung memeluk Kim ketika pintu terbuka.


Keterkejutan Kim melihat kedatangan Saly yang begitu tiba-tiba sedikit aneh. Kim mencium bau mencurigakan terhadap kedatangan Saly yang tiba-tiba.


"Kenapa tidak bilang kalau kau akan datang?" seru Kim yang curiga.


Saly tidak menjawab dan dia langsung masuk ke dalam apartemen. "Kamarmu di mana?" tanya Sely pada Kim.


"Di sana," Kim mengangkat jari telunjuknya mengarah ke pintu kamarnya. Kim berjalan mengangkuti Saly dari belakang dengan menatap aneh sahabatnya itu. Dia datang tanpa memberitahunya terlebih dahulu dan juga dia datang tanpa membawa barang apa pun. Sepertinya dia hanya mampir sebentar. pikir Kim.


"Kim malam ini aku tidur denganmu ya," Saly berbaring di tempat tidur dengan nyaman tanpa melepas sepatunya.


"Baiklah malam ini kau tidur denganku, tapi kamu harus melepas sepatumu terlebih dahulu kalu lagi di tempat tidur. Dasar jorok." Kim duduk di samping sahabatnya berbaring.


"Oke baiklah aku mau mandi dulu, aku pinjam T-shirt milikmu ya." Setelah mengambil T-shirt milik Kim di dalam lemari Saly langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


β™₯β™₯β™₯


Keheningan memenuhi setiap sudut di dalam kamar di mana Kim dan Saly berbaring di atas tempat tidur. Mereka berdua berbaring seraya menatap langit-langit dengan nuansa keabu-abuan. Sedikit terasa canggung di antara keduanya karena hampir satu tahun mereka tidak bertemu.


"Kim," Saly mulai membuka pembicaraan terlebih dahulu.


Kim menolehkan wajahnya menghadap sahabatnya itu. Sedangkan Saly tetap menatap langit-langit. "Ada apa?" tanya Kim menatap sahabatnya itu.


"Boleh aku berbicara serius denganmu?" Saly mengalihkan pandangannya pada Kim.


"Tentu saja, kau ingin berbicara serius tentang apa?" tanya Kim menatap Saly sangat serius.


"Apakah kau masih ingat dengan janjimu?" Saly mengingatkan Kim akan janjinya yang belum pasti Kim masih mengingatnya dengan jelas.


"Janji apa?" seakan Kim lupa seraya mengarut kepalanya yang tidak gatal.


"Dulu kau pernah berjanji padaku bahwa kau akan menjaga Ken untukku. Tapi kau belum menepati janjimu itu." Saly membuat Kim kehilangan kata-kata. "Dan sekarang aku ingin kau menepatinya dengan selalu bersama Ken untuk selamanya." Kim membisu. Dia menatap kembali langit-langit untuk beberapa saat sebelum menghelakan nafas panjangnya. Tidak ada jawaban atas kata-kata yang di katakan Saly padanya dan pembicaraan mereka berdua putus begitu saja.


Kim larut dalam pikirannya sehingga dia tidak bisa tertidur. Saly yang berada di sampingnya sudah tertidur lelap. Kenapa tiba-tiba wanita ini ingin aku menepati janjiku?. Seru batin Kim seraya menatap Saly yang tertidur.


Terlintas di benaknya kemungkinan besar ada seseorang yang meminta Saly melakukannya. Kim beranjak dari tidurnya kemudian dia turun dari kasur dan keluar dari kamar tanpa mengeluarkan suara. Setelah keluar Kim berjalan ke kamarnya Ken yang berada di seberang kamarnya.


Kim berjalan di dalam kegelapan hingga berada di depan pintu kamar Ken. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Kim langsung membuka pintu dan berjalan mendekati Ken yang sedang tertidur di kasurnya. "Ternyata dia sudah tertidur," Kim duduk di tepian kasur di samping Ken berbaring. Dia membenarkan rambut Ken yang berantak seraya berkata. "Aku tahu jika kau yang mengirim Saly padaku, maafkan aku karena sudah membuatmu Khawatir." Kim mengecup kening Ken dengan lembut. Kemudian Kim beranjak untuk pergi tetapi Ken terlebih dulu menarik Kim hingga jatuh dalam pelukannya di atas kasur.


"Tapi bagaimana dengan Saly di kamarku," kata Kim yang terbenam dalam pelukan Ken.


"Biarkan saja dia di sana dan kau tidur saja di sini bersamaku." Ken semakin mengeratkan pelukannya sehingga wajah Kim terbenam dalam dada bidangnya itu.


Hening seketika hanya ada suara nafas Ken yang mengenai kepala Kim.


Keduanya tidak ada yang bisa tertidur, mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Kim tahu jika Ken tidak tertidur dan dia juga tahu jika prianya ini banyak menyimpan sesuatu yang tak bisa dia katakan.


"Boleh aku katakan sesuatu?" seru Kim membuka pembicaraan.


"Apakah kau perlu izin dariku untuk mengatakannya." Ucap Ken yang masih menutup matanya.


"Aku tahu jika kau meminta Saly untuk membujukku." Kim mendongkrakkan kepalanya untuk melihat wajah Ken yang berada di atas kepalanya.


Apakah Saly berhasil membujuknya?. Seru batin Ken. "Aku tidak memintanya untuk membujukmu. Memang apa yang dia katakan padamu?" Ken membuka mata seraya beranjak duduk dari tidurnya.


"Dia ingin aku menggantikannya untuk menjagamu dan tidak meninggalkan kamu sendirian." Ucap Kim yang masih berbaring dengan menggenggam tangannya Ken.


"Terus apa jawabanmu?" tanya Ken yang menyimpan rasa penasarannya dalam hati dan bersikap seolah-olah dia bersikap biasa saja.


"Aku tidak menjawabnya." Kim memejamkan matanya dan memeluk lengang Ken dengan erat.


"Apakah kau masih memikirkan jawabannya?" Ken masih bersikap santai dan biasa saja.


"Aku tidak perlu memikirkannya karena jawabannya sudah ada hanya aku saja yang memilih tidak menjawab."


"Bisa kau beritahu aku apa jawabanmu?" Ken berbaring kembali dan menghadapkan wajahnya di depan wajah Kim.


"Tentu saja aku tidak bisa menggantikannya untuk menjagamu." Kim tersenyum kecut.


"Kenapa tidak bisa?" Ken terus melontarkan pertanyaan yang membuat Kim semakin terbuka terhadap yang dia pikirkan.


"Karena aku tidak bisa memenuhi apa yang di inginkan Saly padaku. Aku sungguh tidak ingin memberi harapan yang tidak mungkin aku bisa penuhi nantinya." Lirih Kim.


"Kau bisa," Ken menegaskan suaranya.


"Tidak mungkin," Kim menepis kata-kata Ken.


"Kau bisa jika kau mau melakukan pengobatan yang sempat aku bicarakan padamu." Ken mengatakan jalan keluar dari permasalahan Kim.


"Bukannya aku sudah katakan jika aku tidak ingin melakukannya," kata Kim yang kembali menolak.


Ken hening. Dia tidak tahu harus lakukan apa lagi supaya wanitanya ini mau mengubah keputusannya. "Apakah kau sungguh-sungguh ingin meninggalkan aku?" suara serak Ken memecahkan kebisuan di antara mereka berdua.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.β€πŸ§‘πŸ’›πŸ’šπŸ’™πŸ’œπŸ€ŽπŸ–€πŸ€