Protect My Heart

Protect My Heart
Part 18



Brakk


Ken membuka pintu kamar, dia melihat seorang wanita cantik tertidur pulas dengan posisi seperti bayi dalam kandungan. Saat mendekat Ken sangat terkejut karena wanita itu adalah Kimberli Clark, dia tidak menyangka jika selama ini wanita yang sering Saly jodohkan dengannya adalah wanita yang sangat dia rindukan selama empat hari ini.


Kedua sudut bibir Ken terangkat melihat Kim yang tertidur dengan posisi seperti membuat lingkaran.


“Shit kenapa dia terlihat sangat cantik saat tidur seperti ini.” Batin Ken saat melihat Kim yang tertidur pulas di atas kasur putih yang empuk.


Perlahan Ken duduk di samping Kim yang tertidur, Ken menatap lekat wajah cantik Kim dengan tersenyum, dia mengecup kening berpindah kelopak mata, hidung dan yang terakhir Ken mengecup bibir Kim dengan lembut. Kemudian Ken berbaring di samping Kim yang tertidur dengan melingkarkan kedua tangannya yang kokoh di pinggangnya Kim.


“Aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Bisik Ken di telinga Kim yang tertidur.


🌺🌺🌺


Satu jam kemudian Kim terbangun dari tidurnya, dia merasa sangat nyaman dan hangat seperti ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Shit benaran ada yang memeluknya dari belakang, Kim langsung berteriak “Aaarhhgg!”


“Kenapa Kamu berteriak Nona Kim?”


Terdengar suara yang tidak asing di telinga Kim dan bau wangi ini seperti wangi tubuh Bosnya. Kim membalikkan tubuhnya menghadap ke orang yang sedang memeluknya itu, dan ternyata benar yang memeluknya adalah Kenley Ellieston.


“Ka-kau kenapa bisa ada di sini?” seru Kim yang terkejut melihat pria itu ada di hadapannya sekarang.


Ken tersenyum saat mendapat pertanyaan seperti itu di rumahnya sendiri. “Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu.” Saut Ken seraya menarik tubuh Kim merapat ke tubuhnya.


“What do you mean?” seru Kim yang bingung.


“I mean this is My home.” Ujar Ken yang semakin mengeratkan pelukannya pada Kim.


“Rumahmu?”


“Em....My home.” Ken mengecup bibi Kim dengan lembut.


“Come on aku tidak minta untuk di cium olehmu.” Geram Kim yang berusaha melepaskan diri dari dekapan Ken.


“I Miss You beautiful.” Bisik Ken yang semakin kuat pelukannya.


Kim hanya diam saja dengan wajahnya yang memerah dengan jantung berdetak cepat yang tak beraturan. Aku bisa merasakan detak jantungku sangat aneh, batin Kim.


“Apakah kamu tidak merindukanku?” tanya Ken pada Kim yang gugup setengah mati di dalam pelukannya.


“Apakah kau adalah kakaknya Saly?” tanya Kim balik tanpa menjawab pertanyaan Ken.


“Oh Come on, jawab dulu pertanyaan dariku.” Gerutu Ken.


“Ya sudah jika tidak mau jawab, aku pergi dulu.” kata Kim yang melepaskan pelukan Ken dengan mudah.


“Kamu mau ke mana?”


“Aku mau mandi, please leave The room because I need privacy.” Pinta kim seraya mengambil baju gantinya.


“Tidak akan.” Seru Ken semakin bergelut di tempat tidur.


Sial pria ini sangat keras kepala sekali, apakah dia tidak tahu Kim sangat gugup setengah mati karena dia ada di dalam kamar ini. Dengan menutupi rasa gugupnya Kim memaksa dan menarik-narik tubuh Ken untuk keluar dari kamarnya, dengan sekuat tenaga tetap saja tubuh Ken tidak bergerak sama sekali di atas tempat tidur, sehingga Kim menyerah dan menyekat keringat di keningnya.


“Kau butuh tenaga lebih untuk mengusirku dari kamar ini.” Kata Ken tertawa lepas karena melihat Kim yang tak berdaya untuk memaksanya keluar.


“Terserah, lakukan sesukamu di sini.” Gerutu Kim yang pergi ke kamar mandi dengan membawa baju gantinya.


“Apa boleh aku ikut mandi?” Goda Ken dengan tersenyum licik.


“Are you crazy, Of course not!” kesal Kim seraya mengacungkan jari tengahnya seraya masuk ke dalam kamar mandi dan membanting pintu dengan keras.


Ken tertawa lepas karena wanita itu sangat manis sekali jika sedang marah, apalagi jika sedang gugup seperti tadi. Ken sangat ingin sekali menciumnya karena Kim sangat menggoda walaupun memakai baju lengkap di tubuhnya.


🌺🌺🌺


KIM POV.


“Apakah kamu tahu? Aku sangat senang sekali jika teman wanita Saly adalah Kamu.” Bisikan Ken terasa sangat hangat di telingaku.


Aku berbalik menghadap Tuan Ken dan berkata. “Aku tidak yakin jika aku senang kamu adalah kakak dari sahabatku Saly yang baik.” Seruku dengan sinis.


“Kenapa kau berkata seperti itu?” tanya Tuan Ken seraya melingkarkan kedua tangannya di pinggangku.


“Karena sifat kalian berdua sangat berbeda jauh, Saly orang yang sangat ramah dan murah senyum, sedangkan Tuan sangat dingin, keras kepala, dan pemarah.” Kataku dengan menatap matanya tanpa ada rasa takut sedikit pun.


“Owh, apakah kamu ingin aku bersikap seperti itu padamu?” tanya Tuan Ken yang semakin mengeratkan kedua tangannya di pinggangku.


Aku merasa wajahku sangat panas sekali, dan jantungku berdetak sangat cepat sekali, tetapi ritmenya tidak beraturan. Aku sangat gugup setengah mati karena kedua tangan Tuan Ken memeluk pinggangku sangat erat sekali, tapi aku merasa sangat nyaman dan hangat di peluk olehnya.


“Tuan tolong lepaskan aku nanti Saly datang.” Seruku yang mengalihkan perhatian Tuan Ken.


“Kenapa Kamu selalu panggil aku dengan sebutan Tuan? Tidak bisakah kamu memanggilku Ken?” katanya dengan posisi yang sama.


“Maaf Tuan aku tidak bisa memanggilmu seperti itu.” Lirihku mencoba melepaskan kedua tangan Tuan Ken dari pinggangku, tetapi dia semakin mengeratkan kedua tangannya dengan berkata.


“Aku tidak akan melepaskanmu, sebelum kamu memanggilku dengan sebutan Ken.” ancam Tuan Ken padaku.


Aku tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginannya. “Baiklah Ken tolong lepaskan aku, Puas.”


“Oke aku sangat puas sekali, Emmuah...” serunya seraya mengecup bibirku, kemudian dia melepaskan kedua tangannya dengan tersenyum melihatku.


Aku kaget dan terdiam karena aku sangat gugup sekali, seakan aku terbang di udara karena sikap manisnya, aku sangat menikmati sikap manis dan kanak-kenakannya padaku.


Author POV


Ken pergi meninggalkan kamar tamu yang di tepati oleh Kim. Dengan tersenyum senang dia sangat puas sekali karena peluang bagi dirinya untuk mendapatkan Kim semakin dekat dan mudah. Dia yakin jika Kim juga mencintainya.


Saly yang melihat Ken keluar dari kamarnya Kim dengan cepat dia menyusul sang kakak di dalam kamarnya.


“Ken katakan bagaimana menurutmu tentangnya?” seru Saly dengan antusias.


“I Love her.” Lirih Ken dengan tersenyum.


Hem Saly melepaskan napasnya. Ken yang bingung pada sang adik heran kenapa dia malah tidak bersemangat padahal dia sangat menyukai teman wanitanya itu.


“Kenapa kamu terlihat tidak bersemangat begitu?” seru Ken menatap Saly yang lesu.


“Ken kau tahu? dia mencintai orang lain, kita terlambat.” Lirih Saly dengan mata yang sendu.


“Kau tenang saja, I Can make him fall in Love with me.” Saru Ken yang percaya diri.


“I fell unsure if you Can.” Lirih Saly.


“Why Not?”


“Kau tidak tahu jika Kim sudah mencintai orang lain, maka dia tidak akan pernah bisa mencintai orang lain selain orang yang di cintai.” Kata Saly yang membuat Ken langsung terdiam.


“Apakah kau tahu siapa orang yang dia cintai?” seru Ken yang tidak mau patah semangat.


“Aku tidak tahu.” Saut Saly dengan mengangkat kedua bahunya.


“Oke baiklah, begini saja, bagaimana jika kamu cari tahu siapa pria yang di cintainya dan kamu beritahu padaku siap dia, selebihnya serahkan padaku.” pinta Ken pada Saly.


“Siap laksanakan.” Saly langsung menuruti apa yang di suruh oleh sang kakak padanya tanpa banyak tanya dia melaksanakan tugasnya.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍