
Flashback.
lima bulan yang lalu.
Ken datang di kediaman Rose, saat dia sampai di sana seorang pria separuh baya membukakan pintu.
“Anak muda, ingin bertemu siapa?” Tanya pria itu.
“Apakah Rose ada?”
“Anak muda, ada perlu apa dengan anak perempuanku?” Tanya pria separuh baya itu pada Ken.
“Ah, Anda pasti Tuan Robert Hilton.” Seru Ken seraya tersenyum ramah.
Pria separuh baya itu bingung ketika Ken menyebut namanya Robert Hilton. “Maaf anak muda, Anda salah orang aku bukan Robert Hilton.” Seru Pria itu pada Ken.
“Maaf Tuan, apakah benar Anda ayah dari Roseline Wiley?” tanya Ken memastikan.
“Benar Roseline adalah anakku, tetapi aku bukan Robert Hilton dan namaku adalah Adam Wiley.” jawab Adam yang merupakan ayah dari Rose yang sebenarnya.
Semenjak kejadian hari itu Ken merasa curiga pada Rose karena nama pemilik dari Rekening yang lima tahun lalu yang menyelamatkan keluarganya adalah Robert Hilton walaupun seseorang gadis yang memberikan uang tersebut padanya.
Saat Ken hendak pergi dari ke diaman Wiley dia melihat di tempat sampah, Ken melihat sebuah dompet hitam persegi empat sama sisi yang sangat di kenali Ken terletak di dalam sampah, Ken memungut dompet tersebut saat dia membukanya ternyata benar apa yang di pikirkan oleh Ken dompet itu adalah dompet yang dia berikan pada Rose dua tahun lalu.
Ken sangat marah tetapi dia masih bisa mengontrol emosinya. Kemudian Ken meminta asistennya Grece untuk mencari tahun pemilik dari rekening tabungan tersebut.
“Nona Grece tolong kamu cari tahu seluruh tentang pemilik dari rekening buku tabungan ini. Apa pun itu jangan sampai ada yang tertinggal.” Seru Ken yang sedikit emosi karena merasa tertipu.
Saat Grece membuka buku tabungan itu, dia mengenali nama itu Robert Hilton. “Mungkin ini orang lain.” Ucap Grece pelan. Tetapi dia sangat yakin jika nama itu adalah nama ayah dari sahabatnya Kimberli Clark.
Setelah mencari tahu dan apa yang di kira Grece benar pemilik rekening tersebut adalah ayah dari sahabatnya Kimberli Clark.
🌺🌺🌺
Tok! Tok! Tok!
“Masuk.” Teriak Ken.
Dengan yakin Grece masuk dengan membawa semua berkas tentang keluarga sahabatnya sendiri untuk di berikan pada Bosnya.
“Tuan ini semua berkas tentang Tuan Robert Hilton yang Anda minta.” Seru Grece seraya meletakkan berkas tersebut di atas meja kerja bosnya.
“Terima kasih.” Ucap Ken yang sibuk bekerja.
Grece ragu-ragu melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Bosnya itu, karena dia sangat ingin mengetahui kenapa Bosnya itu ingin mengorek tentang keluarga sahabatnya itu. Sebagai sahabat Kim, Grece tidak mau Bosnya itu melakukan sesuatu yang bisa menyakiti sahabatnya.
“Maaf Tuan, Boleh aku bertanya pada Anda?” tanya Grece yang panas dingin.
Ken menghentikan pergerakan tangannya dan menatap sekretarisnya itu. “Katakan?” tanya Ken yang menatap tajam Grece.
“Kenapa Tuan ingin mencari tahu tentang Tuan Robert Hilton?” tanya Grece yang gugup setengah mati.
“Kenapa kamu bertanya? Apakah Nona Grece mengenal Robert Hilton?”
Grece tersekat mendengar pertanyaan dari Bosnya itu, tetapi Grece dengan berani mengakui jika dia mengenal sosok pria yang dia cari tentangnya.
“Dia adalah ayah dari sahabatku Tuan.” Seru Grece dengan menelan ludahnya.
“Apakah aku tidak salah dengar Nona Grece yang barusan kamu katakan?”
“Em...” Grece menganggukkan kepalanya yang berarti benar.
“Siapa nama temanmu itu?”
“Kimberli Clark.” Grece menyebutkan nama sahabatnya itu.
Di sisi lain Ken tidak memberitahu Rose jika dirinya sudah mengetahui semua kebohongan yang di lakukan oleh Rose terhadapnya. Ken hanya membiarkan Rose bersikap seakan dia yang telah menolongnya selama ini, tetapi kenyataannya Ken hanya ingin berbaik hati terhadap Rose, itu saja tidak ada maksud lain tetapi Grece malah mengharap lebih dari Ken.
Flashback off.
Satu hari sebelum pertemuan Ken dan Kim di kediaman Ellieston.
Ken mendapat berita jika Kim telah menghubungi Grece memberitahukan jika dirinya tengah berada di rumah salah satu temannya, kini Ken bisa bernapas lega karena dia bisa mengerjakan semua pekerjaannya dengan tenang setelah mendapat kabar dari Kim.
Saat Ken bertanya pada Grece dimana rumah teman yang dia maksudkan, ternyata Grece tidak tahu karena Kim tidak memberitahunya sama sekali tentang temannya itu.
Dengan terpaksa Ken harus bersabar sampai Kim kembali. Tapi sialnya Ken sudah terlalu merindukan wanita itu ada di sisinya.
“Shit kenapa aku sangat merindukannya.” Seru Ken yang sudah tidak tahan ingin bertemu dengan Kim.
🌺🌺🌺
Ken terbang ke jepang untuk bertemu dengan kolega Bisnisnya di sana. Setelah selesai Ken pulang ke New York menaiki Jet pribadinya karena dia sudah merasa sangat lelah sekali seharian penuh bekerja tanpa henti.
Setelah tiba di New York jam 5 pagi, dia langsung pulang ke diaman Ellieston tanpa sepengetahuan Saly dan Kim.
Ken yang datang langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidurnya tanpa melepas sepatu dan jas yang dia kenakannya. Ken tidur dengan pulas di kamarnya.
Drttt Drttt...
Ponsel Ken bergetar menandakan jika ada yang menghubunginya. Saat Ken meraih ponselnya yang ada di dalam saku jasnya, dia melihat jika Saly yang meneleponnya pagi-pagi sekali. Dengan mata yang setengah terbuka Ken menjawab telepon tersebut.
“Kamu ada di mana sekarang?” tanya Saly yang sangat berisik dalam telepon.
“Aku di kamar sekarang, ada apa?” tanya Ken dengan suara seraknya yang seksi.
“Baiklah.” Seru Saly yang langsung memutuskan teleponnya begitu saja.
Beberapa detik kemudian Saly masuk ke dalam kamarnya Ken dengan mengusik tidurnya Ken dengan alasan meminta sang kakak untuk membuatnya terlihat tampan di hadapan sahabatnya itu.
“Ken bangun.” Seru Saly seraya mengguncang tubuh Ken yang terbaring di atas tempat tidur.
Ken membuka matanya dan menatap tajam Saly. Dia sangat kesal dengan sikap Saly yang seenaknya mengganggu tidurnya.
“Shit apa yang kamu lakukan sekarang?”
“Ken bangun sekarang, kamu harus siap-siap dan harus terlihat sangat tampan sekarang.” seru Saly yang merasa tak berdosa.
“Untuk apa?” kesal Ken.
“Aku ingin kamu bertemu dengan teman wanitaku yang sering aku ceritakan padamu.” seru Saly memaksa dan menarik-narik tubuhnya Ken.
“Baiklah aku bangun sekarang!” kesal Ken.
Setelah Ken bersiap-siap dan terlihat sangat tampan dengan baju Kaus putih selengang dengan celana Jeans.
Kemudian Saly memaksanya untuk mengantarkan Teh hangat di kamar wanita yang di maksud Saly yang tak lain adalah Kim.
Ken mengetok pintu kamarnya Kim, tetapi tidak ada jawaban dari Kim karena Kim masih terlelap. Saat Ken mencoba membuka pintu kamar tersebut ternyata tidak terkunci, tanpa permisi Ken masuk ke dalam kamar tersebut karena Ken merasa ini adalah rumahnya dia tidak perlu meminta izin untuk masuk, pikir Ken.
.
.
.
Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍