
“Aku tidak akan membiarkan apa yang kau katakan terjadi. Aku janji akan membuatmu terus bisa melihatku kapan pun kau mau.” Ken mengatakan sesuatu yang sedikit mustahil bagi diri Kim saat ini.
Di sela-sela rasa sakitnya Kim tertawa kecil mendengar apa yang di katakan pria ini padanya. Dia tidak bisa menahan tawanya karena seorang Kenley Ellieston mengatakan sesuatu yang tidak akan pernah dia katakan jika dalam keadaan sadar.
“Bisakah kau katakan lagi yang barusan kau katakan padaku,” pinta Kim pada Ken yang masih memeluknya.
Ken melepaskan pelukannya dan menatap tajam Kim. “Aku sudah lupa apa yang barusan aku katakan.” Ken beralasan untuk menolak permintaan Kim.
“Aku mohon satu kali saj__” Kim menghentikan perkataannya dan tiba-tiba dia meremas dadanya.
“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Ken yang khawatir dengan keadaan Kim.
“Ken,” ucap Kim.
“Ssst…jangan berbicara lagi. Aku tidak akan membiarkan apa yang kau katakan terjadi. Aku janji akan membuatmu terus bisa melihatku kapan pun kau mau.” Ken mengatakan apa yang ingin di dengar oleh Kim. Terukir jelas senyuman di wajah Kim dan pada akhirnya dia hilang kesadaran.
“Kim apakah kau baik-baik saja?” seru Ken yang panik. Mengambil langkah tindakan darurat Ken memberikan pertolongan pertama CPR. Kemudian dia mengangkat tubuh Kim untuk di bawah ke Rumah Sakit.
Aku mohon bertahanlah sebentar lagi. Aku mohon padamu Kim bertahanlah demi diriku. Kata Ken seraya berlari mengendong tubuh Kim. Dia menahan air matanya sepanjang perjalanan. Ken pikir bukan saatnya bagi dirinya untuk menangis, keadaan Kim lebih penting dari segalanya dan dia harus bisa mengontrol emosinya supaya tidak menghambat jalannya untuk menyelamatkan wanita yang dia cintai dari kematian yang ingin merengutnya.
♥♥♥
“Ken kau perlu menyiapkan dirimu mulai sekarang.” Kata Andrew. “Kita tidak tahu kapan jantungnya akan berhenti seperti yang terjadi barusan. Jika kau tidak melakukan CPR padanya mungkin dia tidak selamat.”
Ken mengusap wajahnya dia tidak mengira waktu yang dia takut-takutkan datang begitu cepat. Selama satu minggu dia berusaha mati-matian menyiapkan segalanya untuk menyelamatkan Kim. Seluruh Rumah sakit sudah dia datangi untuk menemukan cara menyelamatkan orang yang dia cintai dari kematian.
“Semua dokter spesialis jantung sudah aku datangi dan akhirnya aku menemukan cara untuk menyelamatkan Kim dari kematian, tetapi cara tersebut memiliki efek samping yang akan semakin merusak jantungnya walaupun dia bisa bertahan hidup. kematian bisa datang kapan pun setelah melakukan cara ini.” Kata Ken pada Andrew. Dia tidak yakin akan melakukannya atau tidak karena melakukan atau tidak semuanya sama saja.
“Apa kau yakin akan menggunakan cara tersebut?” tanya Andrew. “Yang aku tahu cara ini memang membuat jantung Kim lebih kuat dan menekan rasa sakit saat mendapat serangan, tetapi dengan seiringnya waktu jantung Kim akan rusak dan jika itu terjadi tidak ada cara lain lagi untuk menyelamatkannya dari kematian.” Andrew menjelaskan keadaan yang akan terjadi jika memang Ken memutuskan untuk melakukan cara tersebut.
“Aku tidak bisa memutuskannya tetapi Kimlah yang harus memutuskan untuk memilih melakukannya atau tidak. Dan jika dia memilih untuk melakukannya aku akan terima.” Kata Ken yang pasrah.
“Ok, semisalnya jika Kim mau melakukan cara tersebut apa yang akan kau lakukan untuk menghentikan kematian yang di akibatkan karena telah melakukan cara tersebut?” tanya Andrew yang serius.
“Aku akan terus berjuang untuk mencari cara dan menciptakan alat medis dan teknologi medis terbaik di dunia untuk menyelamatkannya kembali dari kematian. Selama dia masih bisa bertahan aku akan terus berusaha mencari cara untuk membuatnya hidup kembali.” Ucap Ken yang yakin sepenuh jiwa raganya.
Andrew tersenyum mendengar hal yang mustahil dari mulut sahabatnya itu. Selama ini yang Andrew tahu, Ken bukanlah tipe orang yang seperti itu. “Aku tidak mengira Jika Kim bisa mengubahmu menjadi seperti ini.” Ucap Andrew dengan tersenyum.
Sebenarnya di dalam hati Ken dia tidak yakin akan menerima keputusan yang akan diambil oleh wanita yang dia sayangi itu. Karena dia tidak tahu apa yang di pikirkan Kim saat ini. Rasa tidak percaya dirinya Ken berjalan memasuki bangsal yang di tempati oleh Kim. Di sana Kim sudah terbangun dan tersenyum saat Ken menatapnya. Seketika saat Ken melihat senyuman di wajah Kim membuatnya sedikit percaya diri dan berani untuk mengatakan sesuatu pada wanita itu. “Apakah kau baik baik-baik saja?” seru Ken mendekati Kim dan mengelus pipi pucat yang di miliki wanita itu.
“Emm…aku baik-baik saja,” angguk Kim tersenyum pada Ken.
“Boleh kita berbicara sebentar?” seru Ken duduk di tepian tempat tidur Kim.
Ada rasa ragu di dalam hatinya Ken. Tapi dia tidak ada pilihan lain selain mengatakannya jika tidak semuanya akan terlambat karena waktu yang di miliki wanita yang ada di hadapannya ini tidak banyak. “Sebenarnya selama satu minggu berada di New York aku menghabiskan waktu untuk mencari cara untuk pengobatanmu, dan akhirnya aku menemukannya tapi__” Ken menghentikan kata-katanya dan diam sejenak seraya menunduk ke bawah.
Kim menarik dagu pria itu dengan ujung jari lentiknya, dia tersenyum ringan dengan menatap dalam mata pria itu. “Katakan saja, aku akan mendengarkannya.” Ucap Kim tersenyum ringan dengan mata yang berbinar-binar.
Ken melihat mata Kim yang berbinar-binar langsung memeluknya erat dengan berkata. “Aku tidak bisa mengatakannya,” suara serak Ken terdengar pelan di telinga Kim.
“Kenapa?” tanya Kim pelan dan menepuk-nepuk punggung Pria itu dengan pelan.
“Karena cara yang aku temukan akan berakibat patal terhadap jantungmu dan aku ingin kau__” Ken kembali menghentikan kata-katanya.
“Katakan saja tidak usah khawatir,” kata Kim meremas baju Ken. Dia tahu pasti sangat menyakitkan baginya untuk mengatakannya.
“Aku tidak bisa mengatakannya,” tubuh Ken mengeras karena menahan air matanya. Dia tidak ingin membuat wanita yang dia sayangi mengikuti apa yang dia inginkan.
“Ayolah, katakan saja.” Kesal Kim yang langsung melepaskan pelukannya. Dia tidak benar-benar kesal pada Ken tetapi dia harus lakukan itu karena dia harus membuat pria ini mengatakan apa yang ingin dia katakana.
Susah paya Kim membuat Ken untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan, pada akhirnya Kim berpura-pura marah dan meminta Ken untuk keluar sekarang juga. Tetapi pria itu tetap saja diam dan tetap di tempatnya. “Jika kau tidak mau mengatakannya lebih baik kau pergi saja dan tidak usah kembali lagi,” bohong Kim.
Seketika Ken mendongkrakkan kepalanya menatap mata Kim. Dia sedikit kesal karena wanita ini sungguh membuatnya gila. “Baiklah akan aku katakan,” kata Ken.
“Baiklah katakan sekarang,” pinta Kim dengan tatapan tajam.
“Aku tidak ingin melihatmu menderita lagi oleh karena itu aku harap kau mau mencoba cara tersebut.” Sejenak melihat wajah Kim Ken kembali berkata. “Aku tidak akan memaksamu dan aku akan terima apa pun yang kau putuskan.” Ken berbohong walaupun sebenarnya hatinya egois karena menginginkan Kim mau mencobanya.
Sejenak Kim membisu dan hatinya tertatih. “Maafkan aku Ken, aku tidak bisa.” Jawab Kim yang langsung membuat Ken kecewa karena di tolak begitu saja. Ken menelan bulat-bulat kekecewaannya karena dia tidak ingin membuat wanitanya sedih dan khawatir.
“Apakah kau yakin tidak ingin mencobanya?” tanya Ken meyakinkan wanitanya itu.
Sebenarnya aku sudah lama mengetahui pengobatan yang kau maksudkan. Dulu sekali Daddy juga pernah mencoba cara tersebut demi diriku. Karena setelah bertahun-tahun aku di vonis menderita gagal jantung sehingga membuatnya terpaksa melakukannya walaupun dia tahu apa yang akan terjadi pada dirinya nanti. Setelah menjalani cara tersebut Daddy memang bisa menambah waktunya untuk bertahan selama satu tahun tetapi pada akhirnya Daddy mengalami penderitaan yang sangat amat menyakitkan setelah bertahan selama satu tahun. Dan akhirnya dia meninggal setelah mengumpulkan banyak uang untuk biaya pengobatan dan biaya kuliahku. Batin Kim.
Kim tidak ingin merasakan apa yang di rasakan Daddy-Nya. Rasa sakit yang pernah Kim saksikan waktu dulu membuatnya mundur karena dia tidak mau mengingat rasa sakit yang sangat menyakitkan itu. Dan Kim tidak ingin Ken merasakan apa yang dia rasakan saat melihat Daddy-Nya tersiksa di masa lalu.
.
.
.
Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍