
Wajah semeringah Kim memutar bola matanya menatap wanita yang memanggil namanya, dia berlari menghampiri wanita tersebut “Saly.” Teriak Kim dengan tersenyum.
“Kim, I Miss you so Much.” Ucap Saly seraya memeluk Kim dengan lembut.
“I Miss you, too.” Saut Kim yang senang dengan kedatangan Saly untuknya.
“Kamu kenapa bisa ada di sini?” tanya Saly seraya melihat penampilan Kim dari kaki sampa atas kepala.
“Ceritanya panjang, sekarang aku sangat butuh bantuanmu apakah kamu bisa membantuku?” tanya Kim pada Saly sahabatnya itu.
“Tentu saja boleh Kim sayang.” Jawab Saly yang tidak bisa menolak sahabatnya itu, dia malah dengan senang hati membatu Kim. selama mereka berteman Kim tidak pernah meminta bantuan pada Saly dan ini kali pertamanya Kim meminta bantuan pada Saly, tentu saja di sambut dengan senang hati oleh Saly.
“Baiklah Kim sayang kamu ingin aku lakukan apa?” tanya Saly seraya memainkan rambut bergelombang Kim yang tergerai.
“Aku butuh menginap di tempatmu untuk beberapa waktu apakah boleh?”
Saly tersenyum dengan lebar saat mendengar apa yang di katakan Kim padanya. dia sangat menyukainya jika Kim tinggal bersama walaupun untuk seumur hidupnya karena Saly selalu merasa kesepian tinggal di rumah yang sangat besar sendirian.
“Tunggu apa lagi? ayo kita berangkat sekarang ke rumahku.” Cetus Saly yang semangat. “Tunggu sebentar, mana kopermu jika ingin tinggal bersamaku?” tanya Saly yang menghentikan langkah kakinya karena bingung.
“Sebenarnya semua barangku tertinggal aku tidak bisa kembali untuk mengambilnya, jika tidak aku__” Kim menghentikan pembicaraannya.
“Kim sayang, kamu tenang saja aku punyai banyak uang tinggal pilih saja dari milikku.” Kata Saly merangkul bahu Kim seraya mereka berjalan masuk ke dalam Mobil yang di miliki Saly.
🌺🌺🌺
Ken bersikap tenang karena dia berpikir jika Kim akan kembali padanya. dia tidak mengetahui kalau Kim tidak akan kembali padanya karena dia sudah bersama Saly Ellieston.
Sudah jam 2 malam Kim tak kunjung kembali. Ken sangat marah karena wanita itu sangat keras kepala.
“Wanita ini sangat keras kepala sekali, tidak pernah sekali pun dia mematuhi perkataanku.” Gerutu Ken dengan kesal.
Ken terus menunggu berharap Kim datang kembali padanya, tetapi apa yang di terima oleh Ken, Kim tidak pernah datang hingga matahari terbit.
“Shit, dia pergi ke mana semalaman? Lihat saja jika dia datang bekerja nanti, aku akan bikin perhitungan dengannya, sehingga membuatku menunggunya semalaman.”
Ken pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat kerja dan ingin menangkap Kim secepat mungkin. Pikir Ken.
🌺🌺🌺
Saat di kantor pun Kim tidak datang bekerja. Ken semakin kesal, selama di kantor Ken tidak bisa bekerja dengan benar karena terus-terusan memikirkan Kim yang pergi entah ke mana tanpa membawah apa pun bersamanya.
“Nona Grece Tolong ke ruanganku sekarang.” kata Ken dalam telepon menggunakan telepon kantor.
“Baik Tuan.” Saut Kim seraya menutup teleponnya.
Tok...tok...tok.
“Masuk.” Teriak Ken pada Grece.
Grece pun masuk ke dalam ruangan Bosnya itu dengan berkata “Tuan memanggilku, ada apa?”
“Apakah Nona Kim menghubungimu?” tanya Ken yang duduk santai di kursi kerjanya.
“Tidak Tuan, Ponselnya saja ketinggalan di apartemenku.” Lirih Grece.
“Jika Nona Kim menghubungimu tolong beritahu padaku.”
“Baik Tuan.”
“Kamu boleh pergi sekarang.” pinta Ken pada Grece.
Setelah Grece keluar dari ruangannya, Ken langsung uring-uringan karena memikirkan Kim. dia tidak mengerti kenapa wanita itu tidak patuh padanya, sedangkan dari sekian banyak wanita yang pernah dekat dengannya tidak ada satu pun yang tidak patuh padanya, hanya Kim yang tidak patuh padanya.
🌺🌺🌺
Di sisi lain Kim bersenang-senang bersama Saly. Sesaat dia melupakan semuanya termasuk bolos kerja.
“Saly apakah tidak apa-apa aku bolos kerja hari ini?”
“Kamu tenang saja, jika kamu di pecat kamu bisa bekerja di perusahaan keluargaku.” Kata Saly yang tidak mengetahui jika Kim bekerja di perusahaan keluarganya.
“Mana bisa begitu, aku tidak bisa melakukannya Saly.” Lirih Kim yang duduk di Sampingnya Saly.
“Kenapa tidak bisa?” tanya Saly seraya meminum jus jeruk.
“Kamu tidak tahu saja seperti apa Bosku sekarang, jika kamu tahu pasti kamu tidak akan pernah bilang seperti itu.”
“Kakak? Memang kamu mempunyai kakak?”
“Em....” angguk Saly pada Kim. “Sebenarnya aku ingin sekali menjodohkan kamu dengannya.” Sambung Saly pada Kim.
Kim membulatkan matanya saat mendengarkan perkataan Saly padanya. dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, Jika benar Saly ingin menjodohkannya dengan kakaknya, maka dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika ketahuan oleh Bosnya.
“Saly maaf nih, bukannya aku tidak suka kamu jodohkan dengan kakakmu tetapi aku tidak bisa karena sudah ada pria yang aku sukai.”
Saly langsung memutar bola matanya, melihat Kim yang menolak usulannya. Dia langsung tidak bersemangat saat Kim menolak perjodohan yang dia atur sejak lama, dan kali ini adalah kesempatan pertamanya untuk mempertemukan Kim dengan sang kakak, tetapi malah di tolak oleh Kim dan juga oleh sang kakak berkali-kali.
“Saly kamu jangan sedih begitu, aku jadi merasa bersalah.” Lirih Kim mendudukkan kepalanya.
“Jika kamu merasa bersalah bagaimana jika kamu berkenalan dulu dengan My Brother, bagaimana?” tanya Saly yang memanfaatkan keadaan.
Kim yang pasrah menerima permintaan dari Saly begitu saja. “Baiklah, tetapi hanya berkenalan saja tidak lebih.” Ucap Kim yang tidak bersemangat.
“Baiklah Kita sepakat, nanti aku akan kasih tahu My Brother untuk pulang ke rumah untuk bertemu denganmu.” Kata Saly yang sangat antusias sekali.
“Em.....baiklah.” anggukan Kim pada Saly.
🌺🌺🌺
Saly yang sangat bersemangat langsung menelepon sang kakak meminta untuk pulang. Ketika telepon tersambung.
“Ada apa?” tanya Ken yang marah tidak jelas di dalam telepon.
“Bisa tidak marah-marahnya di tunda sebentar? Jadi orang jangan marah-marah terus entar cepat jadi kakek-kakek mau?”
“Katakan apa maumu?” tanya Ken yang langsung ke poin pembicaraan dan mengabaikan omongan sang adik.
“Apakah kamu bisa pulang ke rumah sekarang?” tanya Saly pada Ken.
“Aku tidak bisa pulang sekarang, karena ada banyak pekerjaan.”
“Terus kapan Ken bisa pulang ke rumah?” tanya Saly yang memelankan suaranya agar tidak di dengar oleh Kim yang tengah menonton televisi.
“Katakan kenapa kamu menyuruhku untuk pulang ke rumah?” tanya Ken yang menyadari jika sang adik menginginkan sesuatu terhadap dirinya.
“Tidak ada, aku hanya kesepian saja di rumah sendirian.” Bohong Saly pada Ken.
“Baiklah tiga hari lagi aku akan pulang, setelah pekerjaanku semuanya selesai.” Kata Ken yang langsung mematikan teleponnya begitu saja.
Saly yang kesal karena sikap sang kakaknya berkata “Dasar kakak gila.” Gerutu Saly pada ponselnya.
Kemudian Saly beranjak dari kursinya dan menghampiri Kim yang sedang asyik menonton televisi.
“Kim, apakah bisa kamu menginap di sini selama tiga hari lagi?” tanya Saly seraya memepet Kim.
“Tiga hari? Kenapa harus tiga hari, rencananya malam ini aku akan kembali ke apartemen Grece.”
“Untuk tiga hari saja, aku mohon, Please....” mohon Saly dengan wajah yang sering dia perlihatkan pada sang kakak.
“Baiklah hanya untuk tiga hari, tidak kurang dan lebih.”
“Oke janji, tetapi selama tiga hari kamu tidak boleh pergi ke mana-mana termasuk bekerja.” Pinta Saly pada Kim.
“Kenapa?”
“Karena aku takut My Brother pulang kamu tidak ada di rumah.” Saut Saly.
“Kan Bisa saat aku pulang kerja bertemunya.”
“Tidak bisa, jika kamu tidak ada maka akan sulit bertemu dengannya, karena dia orang yang sangat sibuk sekali.” Jawab Saly dengan urat hijau di lehernya hampir keluar.
“Baiklah.” Kata Kim yang tidak berkata-kata lagi.
Saly sangat senang sekali dengan rencana yang di buat olehnya. Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar lagi selain mempertemukan sang kakak dengan sahabatnya yang secara tidak langsung membuat jarak di antara Kim dan Ken semakin erat saja.
.
.
.
Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍