Protect My Heart

Protect My Heart
Part 26



Hati yang hancur Kim tak ingin pulang ke apartemen Ken untuk sementara waktu. Setelah melarikan diri dari Party dia langsung menghampiri apartemennya Grece walaupun jarak antara apartemen Grece dan Ken hanya beda satu lantai. Tempat satu-satunya yang bisa untuk melarikan diri adalah apartemen Grece.


Sambil menangis Kim mendatangi Grece dengan mata bengkak, rambut yang berantakan dan pakai yang terbilang seksi tanpa menggunakan alas kaki.


“Apa yang terjadi padamu?” seru Grece saat melihat Kim yang terlihat sangat kacau.


Bibir terasa kaku sehingga Kim tidak dapat membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Grece. Air mata yang terus mengalir membasahi pipi mulusnya, Kim menangis tanpa bersuara tetapi kedua tangannya bergetar hebat dan kedua kakinya yang luka-luka dan terasa berat untuk melangkah, hingga akhirnya tubuh Kim ambruk ke lantai jatuh pingsan.


🌺🌺🌺


Saat terbangun terakhir kali yang di ingat oleh Kim adalah saat dia berada di depan pintu apartemen Grece. Tetapi saat dia membuka matanya lebar-lebar dia menyadari kamar yang dia tempati sekarang tidak asing baginya, dia sangat mengenali kamar ini.


“Kau sudah bangun,” terdengar suara pria yang sangat di kenal Kim, dia sangat yakin suara tersebut adalah suara datarnya Ken.


Kim menoleh ke arah suara itu berasal dan apa yang Kim yakini ternyata suara tersebut adalah suara Ken.


“Kenapa aku bisa ada di sini?” seru Kim yang panik dan langsung beranjak bangun dari tempat tidur dan mengambil ponselnya yang terletak di meja sampingnya.


“Pertanyaan macam apa itu? Tidak seharusnya kau bertanya seperti itu.” ucap Ken datar.


Kim tidak menggubris sama sekali, dia hanya berjalan keluar tanpa menjawab pertanyaan Ken. saat membuka pintu, “Kau mau pergi ke mana?” seru Ken menghentikan Kim.


“Jangan pedulikan aku, untuk sekarang aku ingin sendirian dan jika aku sudah tenang aku akan kembali.” Kim berjalan pergi meninggalkan Ken yang hanya duduk santai dengan wajah yang sulit di artikan karena di wajah itu terdapat kekhawatiran dan kemarahan.


Kim yang berada di luar apartemen berpikir dua kali untuk pergi ke apartemen Grece karena dia tahu pada akhirnya dia akan kembali lagi ke sini.


🌺🌺🌺


Kim memutuskan untuk menghubungi Saly dan pada akhirnya dia berakhir di kediaman Ellieston, tidak ada tempat tujuan lain lagi selain di kediaman Ellieston dan hanya Saly orang yang Kim kenal di New York selain Grece.


“Saly tolong jangan beritahu Ken jika aku ada di sini, aku mohon padamu.” Kim memohon pada Saly dengan wajah sedihnya.


“Baiklah, aku tidak akan memberitahunya walaupun dia bertanya padaku.” Saly mengelus punggung Kim dengan lembut karena merasa bersalah padanya.


“Terima kasih, kamu memang sahabat yang baik.” Kim memeluk Saly dengan lembut.


Saly tersenyum tipis karena dia merasa jika orang-orang yang dia sayang saling menyakiti satu sama lain. Hal itu melukai hatinya.


Kim melepaskan pelukannya dan langsung menenangkan diri di kamar tamu yang sebelumnya pernah dia tempatinya. Sedangkan Saly hanya melihat punggung Kim yang menjauhinya secara perlahan, Saly tidak mengira jika orang-orang yang dia sangat sayangi akan seperti ini.


🌺🌺🌺


Sudah dua hari Kim tidak keluar dari kamar, tidak makan dan minum. Dia menangis tanpa suara dan air mata di dalam kegelapan selama dua hari berturut-turut. Tiba-tiba Kim beranjak dari tidurnya dan berjalan keluar dari kamar, saat membuka pintu kamar dia melihat Saly yang sedang berdiri di depan pintu.


“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Saly dengan pelan dan hati-hati.


Tanpa menjawab Kim malah bertanya balik pada Saly. “Apakah boleh aku masuk ke kamarnya Ken?”


“Tentu saja,” dengan semangat Saly langsung menunjukkan letak kamar Ken tanpa Kim memintanya.


“Saly maafkan aku, apakah bisa kamu tinggalkan aku sendiri di sini.” Pinta Kim pada Saly yang berdiri di sampingnya.


Tanpa menjawab Saly langsung pergi meninggalkan Kim sendirian di kamarnya Ken. di sinilah tangis Kim pecah, dia menangis sekuat-kuatnya di dalam kamar pria yang sangat dia cintai.


Mendengar tangisan Kim, Saly menghampirinya dengan memeluk erat Kim. dia tahu jika selama dua hari ini Kim memendam semua lukanya tanpa menangis sedikit pun.


“Menangislah sepuasmu, aku akan menemanimu sampai kamu berhenti menangis.” Saly semakin memeluk erat Kim.


“Kamu tidak perlu meminta maaf karena aku adalah sahabatmu dan sekaligus adik dari pria yang telah menyakitimu.” Saly tersenyum pada Kim, hanya senyuman yang bisa dia berikan padanya karena Saly tidak bisa membantu Kim menghapus luka di hatinya.


“Emm...” Kim menganggukkan  kepalanya.


“Apakah boleh aku berbicara padamu sekarang?” Saly bertanya serius pada Kim seakan dia ingin membicara sesuatu hal yang penting.


”Katakan ada apa?” Kim tersenyum tipis melihat wajah gugupnya Saly saat ingin berbicara.


“Sebenarnya aku tidak ingin kamu terluka karena Ken, tetapi sebagai adiknya Ken aku juga tidak ingin kamu putus dengannya.” Saly menghempaskan pantatnya ke lantai karena lebih dari satu jam yang lalu dia berjongkok.


“Kenapa kamu katakan itu?” seru Kim menghadap Saly yang terlihat sedih dan bersalah.


“Karena aku tahu jika dia tidak benar-benar ingin menyakitimu, dia bersikap seperti itu karena sedang terpukul dengan kepergian Daddy. Aku tahu betul Ken sangat mencintaimu Kim, aku tidak pernah melihatnya sangat bahagia bersama dengan wanita mana pun, hanya kamu dan yang pertama membuatnya tidak bersikap dingin dan kejam.” Saly menitikkan air matanya karena dia tahu jika sang kakak sedang terpuruk saat ini.


“Aku tahu itu, tapi hatiku tidak bisa menerima perlakuan Ken begitu saja Saly, hatiku sangat sakit saat dia bersama wanita lain. Apa aku salah untuk marah padanya? aku hanya perlu keadilan dalam hubungan kami.” Kim kembali meneteskan air matanya.


“Aku tahu hatimu sangat terluka saat melihat Ken bersama wanita lain. tapi aku mohon padamu Kim tolong berikan kesempatan kedua padanya, aku mohon padamu.” Saly memohon pada Kim dengan bersujud di hadapannya.


Kim sangat terkejut apa yang di lakukan Saly di hadapannya. Dia tidak mengira jika Saly sampai memohon demi sang kakak.


“Saly apa yang kamu lakukan sekarang? aku mohon kamu bangun sekarang.” pinta Kim seraya mengangkat kepala Saly kembali tegak menghadap matanya.


“Aku mohon padamu Kim, beri kesempatan pada Ken.” Saly terus memohon pada Kim tetapi kali ini Saly tidak bersujud di hadapan Kim melainkan menatap dalam mata Kim.


“Baiklah, beri aku alasan yang bisa membuat hatiku yakin.” Kim berkata seraya membalas tatapan mata Saly.


Sejenak Saly berhenti menangis seraya menelan ludahnya dalam-dalam lalu dia berkata dengan tenang pada Kim. “Aku tahu ini akan tidak adil untukmu tapi aku akan katakan yang sejujurnya padamu. Sebenarnya tidak akan ada wanita yang dapat aku percaya selain dirimu untuk bersama dengannya, hanya kamu Kim yang aku percaya dan satu-satunya yang dapat aku andalkan untuk menjaga Ken dari hatinya yang beku. Aku tahu dari semenjak dulu jika kamu bisa membuat Ken berubah. Setiap kali Ken bersama wanita-wanita di luar sana aku tidak suka melihatnya karena semua wanita tersebut hanya menginginkan kekayaannya dan ketenaran saja dan tidak peduli dengan perasaannya, sampai kapan pun Ken tidak akan pernah bahagia untuk selamanya jika kau meninggalkannya. Aku sangat yakin Ken sangat mencintaimu hanya perlu waktu membuat Ken yakin dengan hati dan dirinya agar tidak menyakitimu lagi. Aku sangat yakin itu.”


Kim hanya menutup mulutnya tidak berkata apa-apa. Tetapi Kim merespons apa yang dikatakan Saly padanya dengan menganggukkan kepalanya ke arah Saly.  Seraya menangis tanpa suara.


“Terima kasih banyak Kim, kamu memang sangat baik dan aku janji akan selalu ada untukmu kapan pun dan di mana pun itu aku akan selalu ada untukmu.” Saly memeluk erat pundak Kim seraya menangis.


“Sudah jangan menangis lagi, kamu terlihat sangat jelek saat menangis.” ucap Kim menepuk-nepuk bahunya Saly.


Mendengar perkataan tersebut Saly langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya karena dia sangat tahu jika apa yang di kataka Kim selalu jujur dan tidak berbohong.


“Kamu serius aku terlihat jelek saat menangis?” seru Saly seraya menatap Kim yang tersenyum padanya.


“Emm...” Kim mengiyakan pertanyaan Saly, sehingga Saly langsung tertawa karena kedua mata Kim terlihat membengkak seperti bakpao.


“Kamu kenapa tertawa?” tanya Kim yang heran.


“Sebenarnya kamu juga terlihat sangat jelek dengan mata yang seperti bakpao.” ejek Saly.


Dengan cepat Kim berlari untuk berkaca dan apa yang di lihat Kim di pantulan kaca, ternyata benar apa yang dikatakan Saly padanya. kedua kelopak matanya sangat bengkak sehingga terlihat mirip seperti bakpao yang di kukus.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍