Protect My Heart

Protect My Heart
Part 38



Hingga matahari terbit Ken tidak tidur sama sekali karena sangat khawatir dengan keadaan Kim. Wajah pucat Kim terlihat sangat menyakitkan bagi Ken untuk melihatnya, suhu tubuhnya juga terasa sangat dingin sekali sehingga membuat Ken lebih memeluk erat tubuhnya Kim untuk memberikan kehangatan dari tubuhnya.


“Em...” Kim mengigau seraya mengelisikah tubuhnya.


Ken tidak ingin Kim terbangun, dia mulai menimang-nimang Kim dalam pelukannya seraya menepuk-nepuk punggung Kim secara perlahan hingga Kim tidak lagi mengigau. Walaupun tidak lagi mengigau Ken terus melakukannya tanpa merasa lelah sedikit pun.


Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan rasa sakit yang di rasakannya. Batin Ken yang merasa sangat khawatir.


Ken tidak peduli jika Kim akan menolaknya tetapi dia akan terus berada di sampingnya. Ken juga berencana untuk membawa Kim kembali ke New York karena di sana Ken bisa melakukan apa saja untuk membatu Kim untuk sembuh.


Tiga puluh  menit kemudian. Kim terbangun dari tidurnya yang terbilang sangat sebentar, kali ini Kim tidak terkejut saat melihat Ken sedang memeluknya dengan erat saat terbangun. Dia hanya diam saja dan tidak marah sama sekali pada Ken, sebaliknya wajahnya yang pucat mengeluarkan warna merah di pipinya yang mulus itu. Sebenarnya selama ini Kim menahan rasa kegugupannya setelah rasa sakit yang dia rasakan menghilang satu jam yang lalu.


“Apakah kau merasa lebih baik?” seru Ken dengan lembut pada Kim.


Rasanya tubuh Kim membatu seketika melihat Ken yang sangat perhatian padanya. dia melupakan jika dirinya harus membuat Ken menjauh darinya sejauh mungkin, tetapi apa yang di lakukan Kim sekarang dia malah semakin lengket saja pada Ken.


“Kim aku sangat mencintaimu, jadi aku mohon beri aku kesempatan kali ini.” ujar Ken tiba-tiba pada Kim.


Sedangkan Kim membisu dan menatap Ken yang berada sangat dengannya hanya bisa terus menatap Ken dengan keraguan.


“Maaf aku tidak bisa,” jawab Kim menolak.


“Please let me be with You.” Mohon Ken dengan matanya yang mulai memerah.


Tidak ada jawab dari Kim atas permohonan Ken padanya. Merasa tidak yakin apa yang harus di lakukan Kim hanya tetap diam dan membuat Ken khawatir atas kebisuannya. Sehingga Ken kembali berkata. “Aku mohon biarkan aku terus berada di sisimu, aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi jika kau terus-terusan menolakku begini. Saat kau hanya diam saja membuatku sangat tak berdaya dan khawatir.” Ken memohon.


Kim hanya menangis dan tidak berkata sedikit pun. Sedangkan Ken terus berusaha membuat Kim mau membuka hatinya kembali untuknya. Karena melihat Kim yang menangis Ken memutuskan berkata pada Kim untuk yang terakhir kalinya.


“Jika kau terus menolakku begini, aku tidak tahu apa yang akan terjadi saat kau pergi meninggalkan aku. Aku takut jika saat itu tiba aku tidak bisa menghadapinya dan menyalahkan diriku sendiri seumur hidupku. Aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayangi dengan cara yang sama, jika kau terus menolakku tidakkah kau terlalu kejam terhadap diriku? Kau menolakku dan membuatku terus menunggumu hingga pada akhirnya kau pergi meninggalkan aku seperti yang di lakukan Daddy padaku.” kata Ken yang berhasil membuat Kim memeluknya erat seraya menangis.


Ken memeluk erat kembali tubuh Kim dengan berkata. “Aku mencintaimu Kim, aku sangat mencintaimu. Jadi aku mohon untuk kali ini biarkan aku terus berada di sisimu.”


Kim semakin menangis mendengar perkataan dari Ken padanya, hingga akhirnya Kim membuka mulutnya dengan berkata. “Aku takut,” serunya yang menangis.


“Kau tidak perlu takut karena aku akan membuatmu tetap hidup.” Saut Ken yang mencoba membuat Kim kuat dengan kata-katanya.


“Aku tidak takut akan hal itu,” ucap Kim pada Ken yang terus memeluknya.


“Aku takut jika suatu saat aku tidak bisa melihatmu lagi, selama ini aku terus berusaha agar tidak melihat dirimu tetapi aku tidak bisa karena jika aku tidak melihatmu aku merasa akan gila. Jika suatu saat aku benar-benar tidak bisa melihatmu lagi dan di saat-saat terakhirku.” Kata Kim yang menyembunyikan wajahnya di dadanya Ken seraya menangis tanpa bersuara.


Mendengar apa yang di katakan Kim berhasil membuat Ken meneteskan air matanya yang dia tahan. Terasa sangat sakit mendengar wanita yang dia sayangi dan sangat dia cintai berkata seakan dirinya akan pergi meninggalkannya tanpa mengucapkan kata perpisahan padanya. jika apa yang di kata Kim benar-benar terjadi Ken tidak sanggup menerimanya dan sampai kapan pun dia tidak akan membiarkan wanita ini pergi meninggalkannya walaupun untuk sesaat dia tidak akan membiarkannya untuk pergi.


“Apakah kau tahu aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi, jangankan kau jauh dariku hanya satu centimeter saja aku tidak akan membiarkannya. Jadi jangan pernah kau berpikir untuk pergi satu meter saja dariku.” Ucap Ken yang emosional.


Kim tertawa karena apa yang dikatakan Ken padanya. Kim yang awalnya menangis kini dia tertawa karena ucapan Ken yang menurutnya sangat berlebihan.


“Apakah kau bercanda?” seru Kim yang mengusap air matanya dengan menggunakan punggung tangan kanannya.


“Tentu saja aku tidak bercanda, aku tidak akan  pernah membiarkanmu jauh dariku dan aku akan membuatmu terus bersamaku setiap detiknya seperti ini.” Jawab Ken seraya memeluk erat Kim untuk menunjukkan caranya membuat dirinya dan Kim terus bersama.


“Apakah kau gila? Aku akan mati kehabisan nafas karena memelukku tanpa melepaskan aku seperti ini.” ucap Kim yang tertawa bahagia.


“Kau tidak akan mati karena pelukan aku ini adalah pelukan ini memberikan seluruh nyawaku padamu. Jadi kau tidak perlu khawatir.” Kata Ken yang berlebihan tetapi terasa sangat emosional bagi Kim.


“Awas saja jika kau melepaskan aku,” ujar Kim yang membalas pelukan Ken dengan erat.


“I will never let You go forever.” Kata Ken yang semakin memeluk Kim dengan erat seraya meneteskan air matanya karena hatinya sangat terluka.


Saat mereka berpelukan, di balik pintu ada Andrew yang mendengarkan percakapan mereka berdua. Dia sangat terluka karena orang yang sangat di cintai oleh Kim adalah sahabatnya sendiri. Kenley Ellieston.


Patah hati yang di rasakan Andrew tidaklah sebanding dengan apa yang telah dia lakukan untuk menunggu mengungkapkan apa yang dia rasakan selama ini pada Kim. Selama menunggu terasa sangat hampa dan kosong yang di rasakan Andrew. Yang membuatnya bertahan selama ini adalah rasa yakin dalam dirinya sehingga dia percaya suatu saat perasaannya akan tersampaikan, tetapi nyatanya sekarang harapan itu sudah pupus karena tidak ada harapan baginya untuk semua itu. Selama ini hanya dirinya sendiri yang memiliki perasaan tersebut, sedangkan Kim tidak memiliki perasaan tersebut padanya karena selama ini Kim hanya menganggapnya sebagai sahabat dan tidak lebih dari itu. 


Setelah mendengar semuanya di balik pintu Andrew lebih memilih pergi. Apa yang terjadi di dalam sana sangat menyakitkan baginya untuk terus menyaksikannya, pergi adalah pilihan yang tepat yang di lakukan Andrew sekarang. secara perlahan dan patah hati Andrew pergi menjauh dari pintu tersebut seraya menundukkan kepalanya dan tangannya di masukkan ke dalam saku jas putihnya.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍