Protect My Heart

Protect My Heart
Part 32



Beberapa jam yang lalu Grece kembali ke New York, saat-saat terakhir keberangkatannya dia berharap jika Andrew muncul di hadapannya. Tetapi ternyata takdir berkata lain, Andrew tidak dapat menemuinya karena sibuk dengan pekerjaannya. Grece merasa sangat kecewa karena Andrew tidak datang pada saat dia kembali ke New York.


Beberapa saat Grece pergi Andrew datang, tetapi sudah terlambat karena Grece sudah berangkat menuju bandara.


“Kau terlambat,” ujar Kim yang berbalik masuk ke dalam Rumah Sakit menuju kamar inapnya.


“Maafkan aku karena aku sangat sibuk sekali,” kata Andrew menyusul Kim.


“Seharusnya kau berkata seperti itu pada Grece bukannya padaku.” Kim terus berjalan meninggalkan Andrew yang menghentikan langkahnya.


Kim terus berjalan tapi tiba-tiba dia merasakan panas di area perut yang menjalar ke rongga dada dan tubuhnya pun berkeringat. Pernafasannya pun mulai terasa sangat sesak dan dada bagian Kirinya terasa sangat nyeri, dengan perlahan Kim menekan-nekan dadanya menahan rasa sakit. Beberapa detik kemudian tubuhnya lemas dan ambruk ke lantai.


Andrew yang berada tepat di belakangnya pun langsung menghampirinya seraya menopang kepala Kim dengan kedua tangannya. “Kim apakah kau baik-baik saja? Apakah kau bisa mendengar suaraku?” seru Andrew pada Kim yang hampir kehilangan kesadarannya.


Dalam hitungan detik Kim tidak sadarkan diri dan waktu bersamaan Andrew langsung mengendong Kim untuk di rawat. Setelah di tangani Kim mulai bisa bernafas dengan normal menggunakan selang oksigen di hidungnya.


Andrew melakukan pemeriksaan ulang pada Kim dan hasilnya sangat mengejutkannya. Beberapa saat Andrew tenggelam dalam lamunannya karena dia tidak mengira jika kondisi jantung sahabatnya atau lebih tepatnya wanita yang dia sayangi memburuk dan harus melakukan Transplantasi jantung segera mungkin jika tidak Kim tidak bisa bertahan hidup lebih lama lagi. sebagai dokter yang merawat Kim, Andrew tidak berputus asa karena dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Kim dari kematian.


🌺🌺🌺


Kim terbangun dari tidurnya dan dia merasakan dadanya terasa nyeri ketika dia hendak beranjak duduk dari tidurnya.


“Kau berbaring saja,” kata Andrew yang duduk di samping tempat Kim berbaring.


“Kenapa?” seru Kim yang berpura-pura tidak mengerti dengan perkataan dari Andrew.


“Bukannya sudah jelas jika tubuhmu terlalu lemah memaksa diri untuk duduk.” Andrew merasa kesal karena wanita ini tidak mengerti sedikit pun dengan apa yang dia katakan.


“Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir seperti itu.” Kim memaksakan dirinya beranjak duduk dari tidurnya dan di bantu oleh Andrew.


“Aku rasa kau tidak terlihat baik-baik saja,” kata Andrew yang memandangi wajah Kim yang sangat pucat tanpa serat darah di wajahnya.


“Kenapa kau berkata seperti itu?” seru Kim yang lemah.


“Karena hasil dari pemeriksaan ulang, kondisi jantungmu sangat buruk dan mulai sekarang kamu akan sering mendapatkan serangan jantung walaupun kau tidak melakukan aktivitas yang berat.” Andrew menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap matanya Kim saat berbicara.


Mendengar apa yang di katakan Andrew, terlintas di benaknya Kim bagaimana jika saat-saat terakhirnya dia tidak bisa bertemu dengan Ken lagi. Air mata Kim mengalir begitu saja di pipinya, apa yang di katakan Andrew berhasil menghancurkan hatinya.


“Berapa sisa waktu yang aku miliki?” seru Kim dengan air mata yang mengalir secara perlahan di pipinya.


“Waktu yang kau miliki hanya tersisa dua bulan sebelum melakukan Transplantasi jantung.” Jawab Andrew dengan jujur.


Kim hanya diam saja setelah mendapat jawaban dari pertanyaannya. Hanya air mata yang menunjukkan apa yang di rasakannya saat ini.


“Sebelum menemukan pendonor untukmu, apa yang ingin kau lakukan?” tanya Andrew pada Kim.


“Tidak ada yang ingin aku lakukan,” jawab Kim yang lemah.


“Tidak ada,” jawaban yang sama keluar dari mulutnya Kim.


Andrew menghelakan nafas beratnya dan berkata kembali pada Kim. “Apakah ada orang yang ingin kau temui? atau seseorang yang bisa membuatmu bersemangat lagi?”


Seketika pertanyaan yang di lontarkan Andrew berhasil membuat Kim mendongkak dan menatapnya.


“Sungguh tidak ada satu pun yang ingin kau temui?” tanya Andrew yang ke sekian kalinya.


“Ada satu orang yang sangat ingin aku temui,” saut Kim yang berhasil membuat Andrew penasaran.


“Siapa dia? Coba kau ceritakan padaku.” seru Andrew yang bersemangat karena menurutnya, bisa saja orang tersebut dapat membantu Kim untuk bertahan.


“Selama tujuh bulan aku meninggalkan New York, aku tidak pernah bisa melupakannya. Sebaliknya aku semakin merindukannya, setiap kali aku memikirkannya hati ini selalu berdetak sangat cepat. terkadang aku membohongi diriku kalau semua itu tidak nyata tetapi aku tidak akan pernah bisa membohongi hatiku, karena hatiku mengatakan jika  dia adalah orang yang sangat aku butuh kan sekarang. selama tujuh bulan ini aku berusaha mati-matian agar tidak kembali padanya.” Kim tersenyum sendiri saat menceritakan isi hatinya pada Andrew.


Sedangkan senyum Andrew pudar begitu saja setelah mendengar apa yang di ungkapkan Kim padanya. dia bisa merasakan apa yang di rasakan Kim pada orang itu adalah Cinta yang di harapkannya sejak dulu.


“Apakah kau mencintai orang itu?” tanya Andrew yang berusaha tidak memperlihatkan sakit hatinya pada Kim.


Walaupun senyum Andrew pudar begitu saja setelah mendengar apa yang di ungkapkan Kim padanya. dia bisa merasakan apa yang di rasakan Kim pada orang itu adalah Cinta yang di harapkannya sejak dulu.


“Apakah kau mencintai orang itu?” tanya Andrew yang berusaha tidak memperlihatkan sakit hatinya pada Kim.


“Walaupun aku tidak suka dengan sikapnya yang dingin dan memiliki hati seperti batu, tetapi seluruh hatiku telah aku berikan padanya hanya dia satu-satunya orang yang bisa membuatku jatuh cinta padanya.” tanpa sadar Kim mengatakan semua isi hatinya yang seharusnya tidak di katakan pada Andrew.


Andrew hanya tersenyum tipis mendengar apa yang di katakan oleh Kim padanya. hatinya terluka karena mendengar wanita yang dia cintai menceritakan pria lain dan bukan dirinya. Penyesalan selalu datang terlambat, jika Andrew tidak bertanya maka dia tidak akan terluka seperti ini.


“Apakah dia tampan?” pertanyaan yang bodoh di lontarkan Andrew pada Kim.


“Em....” angguk Kim dengan menggoyangkan kepalanya ke atas dan ke bawah.


Sebenarnya Andrew tidak tahu lagi harus mengatakan apa, pertanyaan yang ditanyakannya tidak benar-benar ingin dia tanyakan karena sudah pasti orang itu sempurna sehingga bisa membuat Kim jatuh cinta padanya. orang yang mendapatkan cinta Kim adalah orang yang paling beruntung menurut Andrew.


Jika saja sepuluh tahun yang lalu Andrew mengatakan apa yang dia rasakan terhadap Kim, mungkin saja saat ini hati Kim sepenuhnya di miliki olehnya. Tetapi kenyataannya berbeda karena takdir mengatakan ada orang lain yang telah merebut Kim darinya.


.


.


.


.


Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍