
Mendengar cerita dari Andrew membuat Ken merasa sangat buruk, dia pergi begitu saja sehingga membuat Andrew sangat Bingung dengan sikapnya. Pria itu tidak seperti sahabat yang di kenal, sangat terburu-buru dan aneh.
“Julian bawahkan semua berkas tentang wanita yang menerima biaya pengobatan dariku selama ini ke Rumah Sakit sekarang juga.” Ujar Ken dalam telepon.
Setelah menunggu akhirnya Julian sudah berada di hadapan Ken sekarang. sesaat Ken hanya diam saja karena merasa takut untuk menanyakan tentang orang yang dia biayai pengobatannya selama ini dan dia berharap bukan Kim yang di maksudkan sang ayah dalam wasiatnya.
“Tuan ini semua berkas yang Anda minta.” seru Julian yang berdiri tegap di hadapan Ken.
Dengan tergesa-gesa Ken membuka berkas tersebut, tertulis jelas nama Kimberli Clark berusia 25 tahun. Matanya mulai memanas dan kedua tangannya bergetar hebat sehingga semua berkas yang berada di tangannya terjatuh ke lantai. Dia berlari dengan cepat menuju ruangan di mana Kim di rawat.
Sesampai di sana Ken melihat Kim yang terbaring lemah, dia berjalan perlahan mendekati Kim yang tak sadarkan diri. Melihat wanita yang sangat dia rindukan selama ini telah terbaring tak berdaya.
“Bagaimana bisa aku tidak mengetahui semua ini,” lirih Ken seraya menatap Kim yang berada satu meter darinya.
Ken mencoba untuk menahan air matanya supaya tidak terjatuh, tetapi hatinya terlalu sakit untuk menahan air mata yang sudah membendung ingin keluar. Ken tidak bisa bertahan lagi karena wanita ini sangat membuat hatinya hancur dengan hanya melihat keadaannya. Bagaimana bisa hati tidak hancur jika selama ini wanita yang terbaring lemah di hadapannya sekarang menyembunyikan banyak penderitaan dalam dirinya.
Ken memperkecil jarak di antaranya dan Kim dengan memeluknya yang terbaring lemah tak sadarkan diri. terdengar jelas suara detak jantung Kim yang lemah dan nafasnya yang terdengar sangat berat dengan suhu tubuh yang sangat dingin, membuat Ken meneteskan air matanya. Ken sangat tersiksa melihat wanita yang dia cintai menderita seperti ini.
Ken terus menangis seraya memeluk erat Kim yang terbaring lemah, menangis dalam diam Ken tersiksa hanya rintihan yang sangat menyakitkan hati yang terdengar di dalam ruangan tersebut.
“Aku ada di mana sekarang?” lirih Kim yang tersadar dari tidurnya.
“Apakah aku membangunkanmu?” Ken melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
“Kenapa kau menangis?” terdengar suara yang sangat lemah di telinga Ken. Dia juga merasakan kepalanya di elus secara perlahan.
“Aku tidak menangis,” elak Ken yang tak mengaku.
Kim hanya memandang Ken dan tidak berkata apa-apa. Dia merasa sangat canggung sekali hanya berduaan saja dalam satu ruangan, ingin berbicara tetapi Kim takut suasana semakin canggung dan Pria ini tetap berada di sampingnya tanpa berbicara sedikit pun atau pun pergi.
“Apakah ada yang ingin kau katakan padaku?” seru Kim beranjak duduk dari tidurnya.
“Maafkan aku,” lirih Ken seraya menundukkan wajahnya. dia tahu kata maaf tidak bisa membuatnya mengembalikan segalanya seperti dulu, tetapi kata maaf yang bisa membuat dirinya merasa lebih tenang atas kesalahan yang dia lakukan selama ini terhadap Kim.
“Kau tidak perlu meminta maaf padaku.” lirih Kim dengan suara lemahnya.
“Kenapa kau berkata seperti itu?” seru Ken dengan tatapan mata yang sangat bersalah tetapi nada bicaranya dingin seperti biasanya.
“Karena aku sudah melupakan segalanya termasuk dirimu.” Cetus Kim yang membuat Ken terkejut.
“Melupakan segalanya dan juga melupakan diriku?” seru Ken kembali dengan mengulangi apa yang di katakan Kim padanya.
“Emm” angguk Kim secara perlahan.
Ken menggenggam erat kedua tangannya seakan dia marah, tetapi sebaliknya dia merasa sangat hancur dengan perkataan yang di katakan Kim padanya. melupakan dirinya adalah yang sudah seharusnya Kim lakukan setelah apa yang dia lakukan padanya selama ini. Aku tidak akan menyerah begitu saja. Batin Ken.
“Apakah kau tahu tidak sedetik pun aku melupakan dirimu selama ini, hatiku hancur saat kau pergi meninggalkanku dengan secarik kertas. Aku akui jika aku bersalah padamu tetapi semua itu karena aku salah paham padamu, aku kira kau memiliki hubungan dengan Daddy. Hatiku sangat hancur saat itu, aku berusaha mati-matian untuk menerima semua itu tetapi aku malah menyakitimu dengan bersama wanita lain.” Suara Ken bergetar tetapi tetap dengan nada dinginnya.
Kim meneteskan air matanya tetapi dia berusaha tetap kuat mendengar apa yang di katakan Ken padanya. “Apa pun alasannya aku tidak peduli dan berharap aku tidak melihatmu lagi.” kata Kim yang berbohong walaupun kenyataannya berbeda.
“Semudah itukah kau melupakan aku?” seru Ken seraya mendekati Kim.
Ken tidak memungkiri apa yang di katakan Kim padanya karena dia pernah mendengar dari seseorang jika dia telah menyakiti wanita yang dia cintai maka dia tidak akan pernah kembali.
“Aku pernah bilang padamu jangan pernah untuk mencari keberadaanku dan jika aku bertemu denganmu kembali aku akan membencimu untuk selamanya.” Sambung Kim dengan kata-kata kejamnya.
“Maafkan aku karena telah menyakitimu, aku akan pergi sekarang.” Ken berjalan secara perlahan meninggalkan Kim sendirian.
Kim menangis melihat Ken yang pergi meninggalkannya, dia sangat berusaha membuat Ken percaya dengan apa yang dia katakan walaupun sangat menyakitkan baginya berkata seperti itu pada Ken.
“Maafkan aku Ken, aku harus menyakitimu dengan kata-kataku karena aku tidak ingin kau bersamaku saat aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi untuk hidup. Aku tidak ingin kau menderita bersamaku karena mencintai wanita sepertiku, kau harus bisa melupakan aku dengan begitu kau bisa melanjutkan hidupmu demi diriku.” Ujar Kim pada dirinya sendiri setelah Ken pergi meninggalkannya.
Cinta membuat Kim tidak egois terhadap Ken. Cinta yang di miliki Kim sangat tulus sehingga dia tidak mau membuat pria yang dia cintai menderita saat dia pergi meninggalkan dunia ini. Jalan terbaik untuk membuat cintanya terus ada, Kim memilih melepaskannya.
❤❤❤
Rasa bersalah membuat Ken kehilangan akal, dia merasa dunia yang di tempati sekarang seperti mempermainkan dirinya. Tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang hanya duduk di kursi dengan penampilan yang sangat kacau.
“Ken apa yang sedang kau pikirkan?” seru Andrew datang menghampirinya.
“Tidak memikirkan apa-apa.” Ken bersikap seperti tidak terjadi apa-apa di hadapan Andrew.
“Ken bisa kau bantu aku mencari seseorang?” dengan serius Andrew meminta bantuan Ken.
“Siapa orang yang ingin kau cari?” seru Ken yang langsung menanggapi sahabatnya itu.
“Sebenarnya aku tidak tahu siapa namanya, tetapi yang pasti aku harus bertemu dengan orang ini.” ucap Andrew.
Kening Ken berkerut mendengar perkataan dari sahabatnya ini, dia merasa Andrew sedikit tidak waras karena bagaimana bisa mencari seseorang jika tidak tahu namanya.
“Bagaimana bisa aku membantumu untuk mencari orang tersebut, kamu saja tidak tahu namanya.” Ken tidak percaya sahabatnya ini bisa aneh juga.
“Sebenarnya orang yang ingin aku cari berada di New York, dia adalah Pria yang pernah di ceritakan Kim padaku. Dari aku mendengar ceritanya, dia selalu tersenyum dan juga dia pernah bilang padaku jika dia sangat merindukan pria tersebut.” ujar Andrew yang membuat Ken sedikit terkejut.
“Untuk apa kau ingin mencarinya?” seru Ken yang penasaran karena pria yang di maksud sahabatnya itu adalah dirinya.
“Aku ingin Kim tersenyum kembali, dia membutuhkan dorongan untuk bertahan. Aku tidak ingin suasana hati dan mentalnya mempengaruhi kondisi jantungnya dan aku tidak ingin dia merasa kesepian selama sisa hidupnya.” Andrew menundukkan kepalanya ke bawah karena dia merasa sangat sakit untuk wanita yang sangat di sayangi selama ini.
“Bagaimana kau bisa tahu jika Nona Kim membutuhkan pria tersebut?” Ken kembali memastikan apa yang di katakan Andrew padanya.
“Bagaimana bisa aku mengetahuinya? dia sendiri yang memberitahuku jika dia sangat mencintai pria tersebut walaupun pria itu melukai hatinya.” Saut Andrew seraya menarik nafas panjangnya.
Kimberli Clark kali ini kau tidak akan bisa membuatku menjauh darimu lagi karena aku sudah tahu semuanya. Kita lihat seberapa kerasnya dirimu untuk membuatku jauh darimu, aku sangat yakin jika kau tidak akan mampu membuatku menjauh darimu. Batin Ken. dia tersenyum setelah mengetahui jika wanita yang dia cintai juga masih mencintainya.
.
.
.
Hallo semuanya, terima kasih sudah membaca Protect My Heart. kepada pembaca jangan lupa dukungannya dengan memberi Vote dan like ya, terima kasih.❤🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍