
Alex menghampiri keluarga kecilnya yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Semuanya menjadi sempurna. Hidup bahagia di masa tua yang begitu damai. Memiliki istri setia dengan putra putri yang sekarang akur. "Kapan kita ke puncak Yah?" Tanya Bila begitu antusias untuk mengisi liburannya dengan kegiatan menyenangkan. "Nanti. Jumat kita berangkat." Jawab Pria itu sembari duduk merangkul istri tercinta. "Bun. Belanja dulu yuk sebelum kesana. Kan jauh dari tempat belanja." Al hanya mengangguk menanggapi putrinya. "Nanti kita belanja." Jawab wanita itu sembari meletakkan ponsel di atas meja.
"Terimakasih." Ucap Alex memeluk erat tubuh Alesya. Ia tak menyangka dulu yang dianggap putri sekarang menjadi istri. "Aku juga berterimakasih." Ucap Al menepuk punggung suaminya pelan. Perbedaan usia yang jauh tak menjadikan halangan bagi keduanya. Cinta hadir seiring berjalannya waktu. Benar kata orang jika cinta itu ada karena terbiasa. Kebersamaan mereka menumbuhkan rasa dan terjaga hingga sekarang. "Aku mencintaimu sayang." Alex melepas pelukan kemudian menangkup wajah cantik sang istri. Alesya tersenyum menatap suaminya. "Aku juga mencintaimu Mas." Balas wanita itu jujur tanpa keraguan sedikitpun. Di tatapnya wajah istrinya dengan penuh damba. Ia semakin mendekat kemudian mencium bibir mungil itu dalam dalam.
Terimakasih banyak yang sudah baca. Terimakasih untuk kalian yang setia tinggalkan like, dan komentar. Sudah tamat ya guys. Mampir ke cerita baru aku yang sedang berkembang. "Penantian Cinta Ustadz Riza." Aku tunggu ya.....