Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Tidak Pengertian



Hari ini Alex membawa anak dan istrinya ke Villa yang dibeli beberapa hari yang lalu. Ia hanya tersenyum sembari melirik Al yang sedaritadi tak berhenti berceloteh dengan putranya. "Dingin ya?" Tanya Al sembari memeluk tubuh Askar. "Masih lama ya Mas?" Alex yang sedang menyetir menoleh sebentar kemudian fokus lagi ke jalan. "Sebentar lagi sampai Sayang." Jawabnya dengan lembut.


Mobil Alex terparkir di halaman Villa. Al turun sembari menggendong putranya yang sudah tertidur pulas. "Kamu suka?" Tanya pria itu merengkuh tubuh istrinya. Al hanya menganggukkan kepala. "Kamu masuk duluan ya. Aku turunin barang barangnya dulu." perintah Alex dan Al menurut. Wanita itu mulai melangkahkan kaki memasuki bangunan berlantai dua dengan cat putih tulang yang elegan.


"Mau lihat lihat sekarang atau nanti?" Tanya Alex menghampiri Istrinya sambil meletakkan beberapa tas yang berisi keperluan mereka. "Kamu capek nggak?" Tanya Al karena hampir dua jam suaminya menyetir. "Tidak." Jawab Alex dengan cepat kemudian membantu istrinya berdiri. "Ayo. Aku ajak berkeliling." Pria itu menggandeng tangan Al dengan lembut dan mulai melangkah untuk menunjukkan setiap sudut hunian yang Ia beli.


Al tak menyangka jika disana sudah ada foto dirinya bersama sang suami. Banyak malah. Terletak di hampir tiap sudut. Bukannya pria itu terlalu berlebihan. Pikir Al pada suaminya. Setelah sekian lama berjalan melihat setiap ruangan. Akhirnya mereka sampai di halaman belakang. Disana terdapat kolam renang dan....Oh Al berjalan cepat mendekati pembatas. Pemandangan begitu indah dari atas sana dengan kebun teh dan sungai yang mengalir. Alex memeluk tubuh istrinya yang masih menggendong Askar. Bayi itu tampak hangat dengan baju tebal dan kaos kaki yang membungkus kedua kaki mungilnya. "Eh..Bangun Sayang?" Askar merengek tanda minta jatah minum dari Ibunya. "Mau duduk dulu Mas. Minta minum dia." Kata Al.


Al menyiapkan makan untuk suaminya. Mereka bisa makan berdua sekarang karena Askar sudah tidur pulas. "Suapi." Pinta Alex memanfaatkan kelonggaran istrinya. Alesya mengangguk lalu mulai menyuapi suami manjanya. "Kapan dia dewasa?" Tanya Alex mengamati putranya yang tertidur tak jauh dari tempat mereka agar lebih mudah mengawasi. "Masih lama Mas. Kenapa memang?" Alex menghela napas. "Kalau dewasa kan dia bisa apa apa sendiri. Nggak perlu kamu capek capek gendong kesana kemari." Jawab Alex membuat istrinya tersenyum. "Semua Ibu mengalami itu Mas." Alesya mencoba memberi pengertian kepada suaminya.


Sore hari mereka berjalan jalan di sekitar Villa. Hanya berjalan kaki sembari Al menggendong putranya. "Biar aku saja Yang. Kamu capek daritadi gendong Askar mulu." Kata Alex. "Tadi kan sudah di coba berkali kali tapi Askar nya nggak mau Mas." Jawab Al. "Aku nggak capek kok. Dia juga tenang nggak banyak gerak. Ya sayang...." Al mencium gemas pipi putranya. "Aku juga kepengen." Alex mendekatkan wajahnya pada sang istri. Wanita itu tersenyum kemudian segera mengecup pipi suaminya. "Ish. Bukan begitu." Alex menarik tengkuk sang istri dan mencium hingga melummat bibir mungil itu penuh dengan kelembutan. "Manis." Ia tersenyum sembari mengusap bibir Al yang telah basah dengan Ibu jarinya. Alex menjauhkan tubuhnya karena Askar merengek. "Kamu. Selalu ganggu Ayah." Alex menatap putranya sembari cemberut membuat Alesya tergelak.


Malam hari keluarga kecil itu sedang berkumpul di ruang keluarga. Di luar hujan sangat deras yang turun tiba tiba padahal tadi cuaca begitu cerah. Alesya dan Alex mengobrol sambil mengawasi anaknya yang merangkak kesana kemari di atas karpet. "Sayang." Panggil Alex dengan lembut sembari merebahkan kepalanya di pangkuan sang istri. "Ya." Jawab Al menatap suaminya. "Aku kelihatan tua banget ya?" Tanya Alex membuat Al tersenyum. "Kenapa memang?" Al balik bertanya. "Aku takut saja kamu nanti berpaling." Jawab Alex dengan lirih. "Aku nggak akan berpaling Mas. Kamu suami aku dan selamanya akan begitu." Alesya berkata sangat lembut dan tulus hingga mengenai hati suaminya. Pria itu tersenyum membelai dagu istrinya. "Terimakasih." Ungkap Alex sembari duduk. Pria itu mencium bibir istrinya dalam dalam. Tangannya tak tinggal diam mulai menelusup di balik dress sang istri. Membelai dengan lembut hingga akan mencapai di tempat favoritnya dan.....Suara tangisan Askar terdengar. Al mendorong tubuh Alex dan buru buru menghampiri putranya. "Kenapa Sayang?" Tanya wanita itu sembari menggendong Baby Askar. Alex berdecak kesal. Ia mengacak acak rambutnya frustasi. Anaknya begitu jahat. "Tidak pengertian. Padahal Ayahnya sudah ON." Gumam Alex sembari merebahkan tubuhnya di sofa.