Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Aku Mencintaimu Sayang



"Akh...." Suara erangan panjang terdengar dari mulut Alex. Pria itu mendongak menghadap langit langit kamar dengan mata yang tertutup dan mulut terbuka karena telah mencapai pelepasannya. Ia kemudian mencabut miliknya dan mulai beranjak dari tubuh sang istri. Membaringkan tubuh telanjangnya yang penuh keringat di samping Alesya. Alex tersenyum merengkuh tubuh istrinya. Membawa wanita itu dalam dekapan hangat penuh cinta. "Terimakasih Sayang." Ucapnya penuh kelembutan sembari mengecup pucuk kepala Alesya.


"Al mana Lex?" Tanya Bram memasuki rumah diikuti kedua anaknya. "Lagi di kamar Askar." Jawabnya sembari mengajak pria itu duduk. "Kita kesana dulu ya Om." Kata Bayu dan Bima di jawab anggukan oleh Alex. "Bram." Panggil Alex dan Bram hanya berdehem menyahutinya. "Aku terlalu tua untuk Istriku ya?" Tanya Alex membuat Bram melotot. Bola mata pria itu hampir saja keluar dari tempatnya. Bagaimana tidak. Setelah sekian lama kenapa Alex baru menyadari hal itu. "Kenapa? Baru sadar? Udah dibilang kamu lebih cocok jadi Daddynya." Jawab Bram membuat Alex mencebik. "Istrimu masih muda dan kamu sudah tua. Bisa loh, dia kalo bosan tinggal ganti. Apalagi kalo kamu nggak bisa ngmbangin di wah..." Bram menggeleng pelan menakut nakuti Sahabatnya. "Sialan. Istriku itu tipikal wanita yang setia." Alex menyangkal.


"Om." Sapa Al ikut duduk bergabung dengan mereka sembari menggendong Baby Askar yang sudah mandi. "Eh. Iya. Sini ikut Om yuk." Bram mencoba meraih tubuh Askar namun bayi itu merengek dan mengeratkan pelukan pada Ibunya. "Dah. Jangan di goda. Nangis nanti. Istri aku yang repot" Kata Alex. Al duduk di samping suaminya. "Lah. Anak anak kemana?" Bram menanyakan kedua anaknya. "Lagi di belakang." Jawab Al. "Mas tolong jagain anaknya dulu aku mau ambil makanannya Askar." Alex mengangguk hendak meraih tubuh putranya namun malah menangis. "Tuh. Sama bapaknya sendiri nggak mau." Alex mengurungkan niatnya melihat penolakan dari Askar. "Iya...Iya..cup cup....jangan nangis lagi sayang." Al menepuk pelan punggung Askar hingga terdiam.


Alex memeluk tubuh istinya yang sedang menimang sang Putra. "Sudah tidur ya. Letakkan di kamar saja." Kata Pria itu mengamati wajah tampan Askar. "Nanti kebangun. Baru tidur dia." Jawab Al. "Om Bram sudah pulang?" Alex mengangguk menanggapi istirnya. "Baru pulang. Terus aku tinggal kesini." Jawabnya. "Jalan jalan ke taman yuk Mas." Ajak Al dan Alex menganggu. Ia menggandeng tangan istrinya menuju taman di belakang rumah.


Baby Askar tidur nyenyak dalam gendongan Ibunya yang sedang berjalan sambil mengobrol dengan sang suami. "Kita adakan pesta pernikahan gimana Yang? Kita kan belum ada pesta." Tanya Alex untuk meminta pendapat sang istri. "Nggak ah Mas." Alex berhenti kemudian menatap istrinya. "Kenapa? Malu punya suami tua?" Tanya pria itu. Al menghela napas. "Bukan begitu. Aku mau lebih fokus sama keluarga aja Mas. Jadi istri dan Ibu yang baik. Untuk pesta aku tidak pernah memikirkannya. Karena butuh waktu dan persiapan yang banyak. Aku nggak mau sibuk sama urusan lain. Aku pengen fokus urus kalian." Jawab Al sambil mengusap tangan suaminya membuat pria itu terenyuh. Alex hanya menawarkan. Karena sebuah pernikahan mewah adalah impian semua wanita. Namun istrinya menolak. "Maaf. Aku berfikir macam macam." Alex merengkuh tubuh istirnya pelan agar tidak membangunkan Askar. "Aku mencintaimu Sayang." Ucapnya penuh kesungguhan. "Aku juga mencintaimu Mas." Balas Al sembari mengusap punggung suaminya.