Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Perjaka Tua



"Istri saya dimana Bi?" Tanya Alex memasuki rumah. Pria itu baru saja pulang dari kantor. "Di dapur pak. Lagi bikin...." wanita paruh baya itu tampak berpikir. "Ah sulit namanya. Pokoknya Non lagi di dapur pak." Jawabnya. Alex mengangguk kemudian segera menyusul istri tercinta.


"Lagi bikin apa Sayang?" Tanya Alex langsung memeluk Al dengan erat. "Lagi bikin brownies." Jawab Al membuat Alex tertawa. "Kenapa?" Alesya heran dengan tingkah suaminya. "Enggak tadi kata Bibi kamu lagi bikin makanan yang namanya susah. Eh ternyata cuman Brownies." Jawab pria itu sambil menghela napas. "Oh. Kamu mandi dulu gih. Makan siangnya sudah siap." Kata Alesya namun Alex malah mengeratkan pelukannya. "Temenin." Lirih pria itu.


Alesya sedang mengeringkan rambut suaminya. Kata pria itu tadi hanya minta di temani namun sampai di kamar tentu beda lagi ceritanya. "Siang siang sudah minta jatah saja. Malam nanti libur." Kata wanita itu membuat suaminya melebarkan mata. "Loh. Kok gitu. Tadi kan...." Alex tidak dapat meneruskan kata katanya. "Tadi apa?" Tanya Al dengan kesal. "Tadi kan setengah Sayang. Nanti malam setengah lagi." Jawab pria itu tersenyum menatap sang istri. "Jangan senyum senyum. Kamu nyebelin. Nggak. Itu sudah full. Malam tidak boleh lagi. Salah siapa bikin aku mandi lagi." Al beranjak untuk menyimpan handuk basahnya.


"Jangan gitu dong Sayang." Bujuk Alex saat mereka sedang makan siang berdua. "Kenapa?" Tanya Al dengan entengnya. Alex menghela napas. Betapa kejamnya sang istri membuatnya menahan sesuatu yang tentunya membuat Ia tersiksa. "Masa kamu tega sama aku." Jawab pria itu memelas namun Al tidak perduli terus melanjutkan makannya. "Nanti malam boleh ya?" Tanya pria itu dan Al mengangguk lemah. Mendengar rengekan pria itu membuat telinganya pengang. "Makasih Sayang." Alex memeluk istrinya.


Alex ngambek ceritanya. Pria itu tak mau berbicara dengan sang istri. Bisa bisanya Alesya menemani mereka belajar. Lalu waktu dengannya bagaimana? "Mas." panggil Al dengan lembut sembari memeluk tubuh suaminya. "Maaf Mas. Hanya seminggu saja. Bari aku waktu seminggu." Alex tetap diam menahan yang di bawah sana mulai sesak. Hanya dengan begini saja Ia sudah ON. "Mas." Panggil Al lagi yang terdengar sangat menggoda. Alex tak tahan. Persetan dengan ngambeknya. Pria itu berbalik dan menggendong tubuh istrinya. Meletakkan tubuh Al di ranjang dengan hati hati. "Mas." Keluh Al dengan napas terengah engah saat ciuman mereka terlepas. "Salah sendiri menggodaku." Kata pria itu mulai menjamah tubuh candi istrinya.


"Hah...Hah...hah..." napas Al dan Alex sama sama terengah engah. Pria itu mendongak menatap ke atas sembari memejamkan mata menikmati senjatanya menyemburkan benih ke dalam rahim sang istri. "Ungh..." Alex melenguh panjang setelah mencapai pelepasan yang kesekian kali. "I love you." Kata pria itu mengecup bibir sang istri lalu ikut berbaring. "Mau mandi." Kata Al merasa tidak nyaman karena tubuhnya terasa lengket. "Sebentar lagi. Kita istirahat sebentar. Nanti aku mandikan." Ucap pria itu sembari tersenyum. "Mau mandi sendiri. Kalau mandi sama kamu lain ceritanya." kata Al karena suaminya itu tak pernah puas. "Hehehe...Milikmu sangat nikmat sayang." kata pria itu sambil terkekeh. "Punyamu yang terlalu lama diam sampai usia sekarang baru dapat pelampiasan. Kata orang perjaka tua." Ucap Al. "Iya sih. Tapi masih tokcer benihnya. Lagipula milikku ini setiap pelukan sama kamu selalu tegang." Pria itu berkata dengan jujur. "Lalu?" Tanya Al menatap suaminya. "Ya berakhir di kamar mandi. Yang terakhir ya berakhir di lubang kamu waktu itu." Ucap Alex sembari mengedipkan matanya.