Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Bahagia



Alex bernapas lega setelah menerima benda kecil pipih itu dari sang istri. Ia langsung berhambur memeluk Al. Tadinya Ia kira Al sedang hamil karena ingin makan rujak. Ternyata tidak. Istrinya sedang tidak mengandung sekarang dan dugaannya salah. "Nanti pak satpam pengen makan rujak kamu kira hamil juga." Alesya mencibir. "Ya enggak dong Yang." Jawab Alex sambil terkekeh. "Mas. Masa kamu nggak pengen tambah anak lagi? Masa cuma satu aja?" Tanya Al membuat pria itu menggeleng pelan. "Entahlah. Namun saat ini aku hanya ingin seperti ini dulu." Jawabnya masih memeluk sang istri dengan erat.


Semuanya sudah berkumpul untuk makan bersama. Bram dan kedua anaknya juga ikut bergabung untuk menikmati ayam bakar buatan Al. Wanita itu sedang makan dengan tangan kosong sembari menyuapi anak dan suaminya bergantian. "Al." Panggil Bram setelah menelan makanannya. "Ada apa Om?" Tanyanya. " Kaya punya dua anak ya." Ucap Bram membuat Alesya terkekeh. "Ini kata orang yang makin tua makin manja." Bram tertawa dengan ungkapan istri sahabatnya itu. "Biarin." Kata Alex tak peduli. "Kak. sambelnya habis ya?" Tanya Bima. "Masih ada di dapur sebentar kakak ambilkan." Bima dengan cepat menggeleng. " Aku ambil sendiri. Aku minta ke Bibi." Katanya bergegas pergi.


Setelah makan siang Alesya menemani anaknya di lapangan belakang. Bocah itu ingin ikut bermain basket bersama Bayu dan Bima. Ia selalu mewanti wanti anaknya untuk berhati hati. "Lempar kesini." Kata Bima ketika Askar sudah memegang bola basket yang besar. Ketika hendak melempar bola hampir saja membuatnya terjungkal. Untuk Alesya dengan cepat menangkap tubuh putranya. "Jangan pakai bola ini. Ambil yang lebih kecil saja." Kata Al memberikan bola besar itu pada Bayu dan Bima.


"Lengkap sudah kebahagiaanmu Lex." Kata Bram. Keduanya sedang duduk bersama di teras sembari mengamati mereka yang sedang asyik di lapangan. "Seperti katamu. Aku sangat bahagia. Semuanya sudah lengkap" Jawab pria itu sembari tersenyum. "Kamu sendiri bagaimana? Apa tidak ingin menikah lagi?" Tanyanya pada Bram. "Sudah tidak. Aku sudah bahagia begini. Setidaknya dengan adanya Bayu dan Bima juga kalian kebahagiaanku sudah lengkap." Jawabnya dengan jujur. "Yah. Aku hanya bisa mendukung semua keputusanmu. Asal kau bahagia dan menikmati hidup." Ucap Alex sembari menepuk pundak sahabatnya.


Seperti yang sudah di janjikan mereka kini sedang berada di mall. Alesya hanya mengikuti Askar dan kedua adiknya dengan tangan yang selalu di genggam suami. "Dah capek muter muter?" Tanya Al karena mereka hanya berkeliling tanpa membeli apapun. "Mau eskrim Bun." Askar menarik tangan Ibunya. "Iya. Pelan pelan jalannya. Ayo kalian. Nanti Ilang kakak yang dimarahi Om Bram." Alesya menyuruh Bayu dan Bima segera bergegas.


"Kamu nggak mau Mas?" Tanya Al pada Sang suami yang menikmati cappuccino nya. "Minta. Suapi." Jawab Pria itu. Alesya mengangguk. Ia mengambil satu sendok dan menyuapkan pada suaminya. "Besok temani aku ya Yang." Alesya mengangguk. "Kemana?" Tanyanya sembari mengelap sudut bibir Askar. "Acara reuni teman kuliah. Askar nanti titipkan ke Mami sebentar bisa?" Alex ingin datang berdua dengan istrinya. "Kamu tau sendiri kan kalau tidak sama aku rewel. Nanti malah nangis." Jawab Wanita itu membuat Alex pasrah.