Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Minta itu...



Alesya dan Alex menjalani kehidupan rumah tangganya yang sudah berjalan lebih dari sebulan. Al mulai menerima dan berdamai pada keadaan. Wanita itu kini tengah menyiapkan baju selayaknya istri di luaran sana. Meskipun masih sangat muda. Ia mulai belajar untuk menjalankan peran sebagaimana mestinya. "Bangun dong. Daritadi di bangunin nggak bangun juga." Kata Al sembari mengguncangkan lengan suaminya yang masih tertidur pulas. Ia sudah membangunkan Alex sedaritadi namun pria itu tak kunjung bangun juga. "Daddy. Bangun. Ini sudah jam tuju." Omelnya membuat Alex tersenyum. Kini Al benar benar seperti seorang istri. Sikap manjanya hilang entah kemana. "Iya." Jawabnya sembari menarik tangan Al hingga terjatuh di atasnya. "Morning kiss sayang." Kata pria itu tersenyum setelah mencium bibir sang istri. "Jangan panggil aku Daddy." Kata Alex menatap wajah Al yang cemberut. "Panggil Mas saja. Aku suka itu." Lanjutnya benar benar membuat Al menatap pria itu dengan tatapan heran. "Tidak terlalu tua dipanggil begitu?" Tanya Al. Alex dengan cepat menggeleng. "Aku suamimu sayang. Bukan Daddymu lagi." Jawabnya. "Terserah. Sana mandi. Air sama bajunya sudah siap." Al berjalan cepat meninggalkan Alex setelah berhasil melepaskan diri.


Alex tersenyum mengamati Al yang sedang menyiapkan sarapan untuknya. "Kamu masak sendiri?" Tanya Alex di jawab anggukan. "Aku bangun jam 4 tadi." Kata Al kemudian duduk setelah menghidangkan makanan di depan suaminya. Alex mulai memakan sarapannya. "Tidak enak ya?" Tanya Al dengan cepat pria itu menggeleng. "Enak kok. Enak banget malah." Jawabnya jujur. "Jadi. Kasih izin aku masak tiap hati ya." Al memohon karena selama ini pria itu tak memperbolehkannya masak karena khawatir. "Iya. Boleh. Tapi harus hati hati." Jawabnya membuat Alesya senang.


"Huft..." Alesya menghembuskan napasnya saat memasuki rumah setelah mengantar sang suami berangkat. "Bosan sekali." Ia merebahkan tubuhnya si sofa. "Eh...Bibi mau kemana?" Tanya Al segera mendudukkan diri melihat wanita setengah abad itu. "Ke pasar Non. Non butuh sesuatu?" Tanyanya dan Al menggeleng. "Ikut." Kata Al membuat Bibi menggeleng dengan cepat. "Nanti Pak Alex marah. Kena omel nanti. Non di rumah saja ya." Bujuknya. "Ikut Bi. Nanti biar aku yang ngomong." Ia buru buru berdiri dan menarik tangan Bibir dengan semangat sembari menelpon Alex untuk memberitahu.


Sampai di swalayan Al langsung berbelanja dengan Bibi. Keduanya membeli segala kebutuhan dapur yang sedang habis. "Bibi kenapa nggak belanja di pasar tradisional aja?" Tanya Al sembari memilih buah. "Kab Non tau sendiri Pak Alex sangat menjaga kebersihan. Jadi nggak mau kalau Bibi beli bahan makanannya di pasar." Jawab Bibi dan Al mengangguk.


Siang hari Alesya menyiram tanaman di taman belakang. Sepasang tangan kekar memeluknya dengan erat membuat Al terkejut sejenak. "Eh. Sudah pulang?" Tanya Wanita itu sangat hapal dengan aroma parfum suaminya. "He'em." Jawab Alex sembari menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri. "Mau makan sekarang?" Tanya Al dan di jawab anggukan oleh suaminya.


Malam hari Alex menunggu istrinya yang sedang berganti baju dengan baju pilihannya. Pintu ruang ganti terbuka. Al begitu menggoda dengan lingerie hitam yang tampak sempurna di kulit putihnya. Tanpa aba aba pria itu berdiri kemudian menggendong tubuh ringan sang istri untuk di bawa ke ranjang.


Alex mencium bibir istirnya dalam dalam. Merobek pakaian sang istri dan membuatnya ke sembarang arah. "Kenapa...?" Pertanyaan Al tak berlanjut saat sang suami membungkam bibirnya dengan ciuman. Kini Alex memulai penyatuannya. "St...Sakit." Al mencengkram lengan kokoh suaminya. "Ash....nikmat..." Rancu Alex menggerakkan pinggulnya. "Mas....Sakit." Rengeknya. "Sabar Sayang. Nanti akan sembuh." Kata Pria itu mencoba menenangkan istrinya di sela sela kegiatan.


"Terimakasih." Alex memeluk istrinya setelah bercinta sekian jam lamanya. "Masih sakit?" Tanyanya khawatir. "Sedikit." Jawab Al yang berada dalam dekapan suaminya. "Istirahat saja. Atau kamu ingin makan sesuatu?" tanya Alex dan Al hanya menggeleng. "Kenapa sudah melakukan yang kedua masih sakit? Katamu hanya sakit di awal saja." Protes Al tidak terima karena yang dikatakan suaminya tidak sesuai kenyataan. "Punyamu sempit sayang, dan aku menyukai itu." Jawabnya sambil tersenyum.