Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Posesifnya Alex



Alex menghampiri Al yang sedang menidurkan Putranya. "Nanti jadi ke acara reuni?" Tanya Wanita itu sembari mengusap punggung Askar degan lembut. "Jadi dong." Jawab Alex berbaring di belakang sang istri dan memeluk dengan erat. "Kamu mau ngapain Mas. Anak kita sedang tidur." Al mencoba menyingkirkan lengan kekar suaminya yang masuk meraba paha mulusnya dengan lembut. "Nah. Berhubung sudah tidur. Kita pindah ke kamar sebelah saja." Kata Pria itu menggoda.


Alex meletakkan tubuh istrinya dengan hati hati di atas ranjang. Keduanya sudah pindah ke kamar sebelah dengan hati hati agar Askar tidak terbangun. "Mas. Nanti Askar kebangun cariin aku gimana?" Tanya Wanita yang sudah berada dalam kungkungan suaminya. "Enggak. Dia nggak akan bangun. Tidurnya nyenyak begitu." Jawab Alex melepaskan kaosnya dan melempar dengan asal. Tangan kekarnya dan mulutnya mulai memainkan seluruh bagian tubuh sang istri. "Ugh...Mas." Ucap Al merasakan lidah sang suami menusuk nusuk si bawah sana. Wanita itu mencengkram erat sprei dan mengangkat pinggulnya karena merasakan sensasi yang luar biasa. "Ouh Sayang...." Alex bergerak ke atas mencium dan melummat bibir istrinya dengan penuh gairah yang menggebu. Lidahnya bergerak lincah menjilati leher sang istri dengan kedua tangan yang memainkan benda kenyal di dada Al. "Oh Sayang. Aku tidak tahan lagi." Katanya memasukkan senjata itu ke dalam milik Al dan menggerakkan pinggulnya dengan perlahan. "Akh...Sayang." Rancu Alex sangat menikmati penyatuannya. "Oh...Ini sangat nikmat." Katanya merasakan milik istrinya yang sempit. "Akh Mas.." Al ikut mendesah menyahuti suaminya.


Keduanya sedang berendam setelah melakukan kegiatan panas yang begitu menguras tenaga. Alex kini sedang memangku sang istri dan menyabuni punggung Al dengan gerakan yang lembut. "Mas. Jangan nakal." Tegur wanita itu karena dengan usil tangan Alex bermain di bawah sana. "Ayo lagi." Kata pria itu memohon. Tanpa menerima penolakan Alex melakukannya lagi. Suara erangan dan ******* terdengar menggema di kamar mandi yang menjadi saksi bisu penyatuan panas mereka. Alex memeluk tubuh istrinya dan terus menggerakkan di bawah sana. "Akh....." Suara erangan panjang keluar dari mulut Alex yang sudah mencapai pelepasannya. Pria itu terengah engah masih memeluk tubuh istrinya. "Mas punyamu kenapa semakin hari semaki besar?" Tanya Alesya membuat suaminya tersenyumlah. "Masa sih?" Tanyanya dan sang istri hanya mengangguk lemah.


"Wah. Anaknya ganteng banget. Mirip Ibunya ya." Teman teman Alex mengerubungi Al yang sedang menggendong Askar "Terimakasih Om Tante." Jawab Al sembari tersenyum. "Heh...Menjauh. Menjauh. Kalian bisa bikin istriku gerah." Alex mengusir teman temannya membuat mereka mendengus sebal. "Maaf. Mas Alex memang begitu." Ucap Al tidak enak hati dan mereka hanya tersenyum. "Tidak apa. Alex memang dari dulu menyebalkan. Bersyukur Lex kamu bisa punya istri lemah lembut begini." Jawab salah satu dari mereka namun Alex tak peduli. "Bunda." Askar mulai merengek. "Ada apa sayang?" Tanyanya namun bocah itu menggeleng. "Sebentar ya kak." Pamit Al karena mendapat telepon. "Iya silahkan." Jawab mereka.


"Lex istrimu cantik banget. Masih sangat muda lagi." Kata teman temannya setelah Al pergi. "Kenapa? Jaga mata kalian." Ucap Alex kesal. "Dia posesif sama istrinya. Jangan sampai gara gara melihat saja kalian di makan sama Alex." Ucap Bram sembari tertawa. "Iya. Cantik begitu. Aku kalua punya istri Seperi itu juga akan seperti Alex. Bahkan akan mengurungnya di kamar agar tidak dilihat laki laki lain." Sahut Salah satu dari mereka. "Heh. Aku tidak sejahat itu." Ucap Alex jujur. Mana mungkin Ia tega mengarungi istrinya di kamar. Itu malah akan membuat wanita itu tertekan. "Telpon dari siapa Yang?" Tanya Alex setelah sang istri duduk di sampainya. "Dari Mami. Tanya lagi apa." Jawab Al membuat suaminya mengangguk.